Sedesa.id Apa kabar sahabat sedesa? Bagaimana pengembangan desa sahabat sekalian? Apakah desa sahabat sudah memiliki destinasi wisata? Sudah ada kelompok sadar wisata? Atau pengelolaan desa wisata melalui Badan Usaha Milik Desa? Lantas, pernahkah sahabat mendengar istilah ekowisata? Seperti apa pengembangan desa ekowisata? Mari kita bahas bersama.
Satu bulan terakhir, saya terlibat dalam penelitian Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kota Batam, Kepulauan Riau. Saya, banyak belajar dari penelitian ini, beruntung sekali karena saya yang awal mengenai ekowisata, kemudian menjadi banyak dapat informasi mengenai konsep ekowisata.
Dalam penelitian Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kota Batam ini, saya bukan sebagai peneliti. Tugas saya adalah membuat video dokumenter terkait penelitian ini. Tugas ini, menjadikan saya harus memahami betul apa itu maksud dari penelitian ini, mempelajari berbagai detail terkait ekowisata dan mangrove.
Maka, dalam tulisan ini, saya coba untuk merangkum materi yang saya pelajari, dari berbagai bahan bacaan yang berkaitan dengan ekowisata. Saya tentu akan tarik kaitannya dengan pengembangan desa, yang mana sahabat sekalian telah mengetahui dan mungkin telah menjalankan unit usaha BUMDes Desa Wisata.
Berikut adalah aspek kunci dalam keberlangsungan desa ekowisata antara lain:
1) jumlah pengunjung terbatas atau kita atur supaya sesuai dengan daya dukung lingkungan dan sosial budaya masyarakat;
2) pola wisata ramah lingkungan;
3) pola wisata ramah budaya dan adat setempat;
4) membantu secara langsung perekonomian masyarakat lokal;
5) modal awal yang kita perlukan untuk infrastruktur tidak besar.
Selain itu, juga terdapat beberapa faktor lain yang menjadi kunci dalam era 4.0 saat ini. Salah satu aspek penting adalah seperti penggunaan media sosial, infrastruktur, dan atraksi yang ada di kawasan desa wisata.
Media sosial, menjadi bagian tidak terpisahkan dalam membuat promosi desa wisata. Hal ini, karena saat ini masyarakat telah saling terhubung dalam dunia maya. Ini berarti pola promosi desa wisata juga berubah. Maka, dalam menjalankan ekowisata, penting juga menggunakan atau sadar penggunaan internet atau media sosial sebagai ruang untuk promosi gratis desa wisata.




