• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home PUSTAKA Desa Wisata

Pengembangan Desa Ekowisata

Berikut adalah pembahasan lengkap mengenai pengembangan ekowisata desa berbasis pelibatan masyarakat.

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
Desember 2, 2021
in Desa Wisata, PUSTAKA
0
Pengembangan Desa Ekowisata
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Sedesa.id Apa kabar sahabat sedesa? Bagaimana pengembangan desa sahabat sekalian? Apakah desa sahabat sudah memiliki destinasi wisata? Sudah ada kelompok sadar wisata? Atau pengelolaan desa wisata melalui Badan Usaha Milik Desa? Lantas, pernahkah sahabat mendengar istilah ekowisata? Seperti apa pengembangan desa ekowisata? Mari kita bahas bersama.

Satu bulan terakhir, saya terlibat dalam penelitian Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kota Batam, Kepulauan Riau. Saya, banyak belajar dari penelitian ini, beruntung sekali karena saya yang awal mengenai ekowisata, kemudian menjadi banyak dapat informasi mengenai konsep ekowisata.

RelatedPosts

Download Buku Tamu Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Pengurus Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Anggota Koperasi untuk Koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih

Dalam penelitian Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kota Batam ini, saya bukan sebagai peneliti. Tugas saya adalah membuat video dokumenter terkait penelitian ini. Tugas ini, menjadikan saya harus memahami betul apa itu maksud dari penelitian ini, mempelajari berbagai detail terkait ekowisata dan mangrove.

Maka, dalam tulisan ini, saya coba untuk merangkum materi yang saya pelajari, dari berbagai bahan bacaan yang berkaitan dengan ekowisata. Saya tentu akan tarik kaitannya dengan pengembangan desa, yang mana sahabat sekalian telah mengetahui dan mungkin telah menjalankan unit usaha BUMDes Desa Wisata.

Jump to section

3. Bagaimana Kemunculan Akan Ekowisata?

  • 1. Apa Itu Ekowisata
  • 2. Ekowisata Menurut Para Ahli
  • 3. Bagaimana Kemunculan Akan Ekowisata?
  • 4. Apa Manfaat Pengembangan Desa Ekowisata?
  • 5. Apa Saja Prinsip-prinsip Ekowisata?
  • 6. Pengembangan Desa Ekowisata
  • 7. Prinsip Pengembangan Fisik Desa Ekowisata
  • 8. Aspek Kunci Pengembangan Desa Ekowisata
  • 9. Penentu Keberhasilan Desa Ekowisata
  • 10. Prinsip Community Based Tourism Desa Wisata
  • 11. Kesimpulan Pengembangan Desa Ekowisata

Mungkin saat ini sebagian besar dari kita sudah tidak asing dengan istilah ekowisata. Bahkan, di daerah atau desa kita pun sudah banyak yang mulai mengembangkan konsep ekowisata desa. Namun, bagaimana kemudian ekowisata ini muncul dan menjadi pilihan bagi wisatawan? Bahkan saat ini, ekowisata menjadi salah satu destinasi yang mendapatkan ‘prioritas kunjungan’ bagi pelancong manca negara?

Ekowisata sendiri muncul ketika kegiatan wisata konvensional kemudian memunculkan adanya dampak negatif.Munculnya dampak negatif ini dapat kita lihat dan nilai secara mandiri, bagaimana kemudian banyak kegiatan wisata yang abai dengan lingkungan mereka.

Orientasi pada jumlah kunjungan, yang kadang melebihi kapasitas, dan tidak sedikit yang kemudian mengekploitasi alam sebagai destinasi tanpa memperhatikan aspek-aspek keberlanjutan.

Dampak negatif dari wisata konvensional ini pun, telah dikemukakan dan dibuktikan oleh para ahli lingkungan, oleh banyak penelitian. Jika sahabat sedesa mencari kata kunci dampak wisata konvensional, atau dampak kegiatan wisata, melalui mesin pencari akan banyak menemukan artikel hasil riset yang mengambarkan bagaimana kegiatan wisata telah berlebih dalam mengekploitasi untuk kepentingan ekonomi jangka pendek.

Selain itu, dampak negatif dari kegiatan wisata juga telah banyak disinggung oleh para budayawan, aktivis lingkungan, tokoh masyarakat dan bahkan oleh pelaku bisnis pariwisata itu sendiri. Wisata konvensional memiliki dampak paling kentara berupa kerusakan lingkungan, kemudian terpengaruhnya budaya lokal secara tidak terkontrol, kurangnya peran masyarakat setempat dan persaingan bisnis yang mulai mengancam lingkungan.

Selain itu adanya ancaman terhadap keberlangsungan lingkungan dan budaya. Lebih jauh, terjadinya ketidak adilan dalam sektor penguasaan sumber daya atau penguasaan ekonomi masyarakat setempat.

Karenanya, kemudian muncul model pengembangan wisata yang lebih ramah lingkungan. Dalam hal ini, lingkungan tidak hanya diartikan sebagai lingkungan alam/hidup, namun juga masyarakat itu sendiri, berkaitan dengan sosial budaya dan ekonomi masyarakat.

Bagaimana masyarakat memiliki andil, memiliki peran, dan menjadi bagian dari kegiatan wisata yang ada. Ini, yang kemudian melandasi berkembangnya model ekowisata di berbagai daerah termasuk di desa.

Kegiatan wisata, hendaknya memperhatikan berbagai aspek yang ada. Utamanya, bagaimana memastikan keberlanjutan dari aktivitas yang dilakukan. Mempertimbangkan dan menitik beratkan kegiatan wisata pada kelestarian lingkungan, kelestarian budaya, ekarifan lokal, dan bagaimana pelibatan masyarakat secara aktif menjadi bagian dari wisata itu sendiri.

Jump to section

3. Bagaimana Kemunculan Akan Ekowisata?

  • 1. Apa Itu Ekowisata
  • 2. Ekowisata Menurut Para Ahli
  • 3. Bagaimana Kemunculan Akan Ekowisata?
  • 4. Apa Manfaat Pengembangan Desa Ekowisata?
  • 5. Apa Saja Prinsip-prinsip Ekowisata?
  • 6. Pengembangan Desa Ekowisata
  • 7. Prinsip Pengembangan Fisik Desa Ekowisata
  • 8. Aspek Kunci Pengembangan Desa Ekowisata
  • 9. Penentu Keberhasilan Desa Ekowisata
  • 10. Prinsip Community Based Tourism Desa Wisata
  • 11. Kesimpulan Pengembangan Desa Ekowisata
Page 3 of 11
Previous 1234567891011 Next

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Previous Post

Membuat PPT Interaktif Untuk Pembelajaran Online

Next Post

Festival Menoreh Produk Unggulan 7 Desa Menoreh Kulon Progo

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

Sedesa.id Download Buku Tamu Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih
Koperasi

Download Buku Tamu Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

by Ryan Ariyanto
April 2, 2026
0

Sedesa.id Dalam pengelolaan koperasi yang tertib dan profesional, setiap kunjungan, agenda pertemuan, maupun tamu yang datang ke kantor koperasi sebaiknya...

Read moreDetails
sedesa.id Download Buku Notulen Rapat Pengurus Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih
Koperasi

Download Buku Notulen Rapat Pengurus Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

by Ryan Ariyanto
April 2, 2026
0

Sedesa.id Dalam pengelolaan koperasi yang tertib dan profesional, setiap keputusan penting tidak cukup hanya dibahas secara lisan. Pengurus koperasi perlu...

Read moreDetails
Sedesa.id BBuku Notulen Rapat Anggota Koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih
Koperasi

Download Buku Notulen Rapat Anggota Koperasi untuk Koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih

by Ryan Ariyanto
April 2, 2026
0

Sedesa.id Dalam pengelolaan koperasi yang sehat, tertib, dan profesional, setiap keputusan penting tidak boleh hanya diingat secara lisan. Keputusan tersebut...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Download Buku Tamu Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Pengurus Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Anggota Koperasi untuk Koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih

Rekrutmen SPPI–KDKMP 2026: Syarat dan Cara Daftar Serta Hal yang Perlu Dipahami

Download Buku Daftar Pengawas Koperasi: Pengertian, Fungsi, Format, dan Administrasi Untuk Koperasi Desa Merah Putih

Download Buku Daftar Pengurus Koperasi: Pengertian, Fungsi, Format, dan Format Untuk Koperasi Desa Merah Putih

Seedbacklink
  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2025

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca