Sedesa.id Apa kabar sahabat sedesa? Bagaimana pengembangan desa sahabat sekalian? Apakah desa sahabat sudah memiliki destinasi wisata? Sudah ada kelompok sadar wisata? Atau pengelolaan desa wisata melalui Badan Usaha Milik Desa? Lantas, pernahkah sahabat mendengar istilah ekowisata? Seperti apa pengembangan desa ekowisata? Mari kita bahas bersama.
Satu bulan terakhir, saya terlibat dalam penelitian Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kota Batam, Kepulauan Riau. Saya, banyak belajar dari penelitian ini, beruntung sekali karena saya yang awal mengenai ekowisata, kemudian menjadi banyak dapat informasi mengenai konsep ekowisata.
Dalam penelitian Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kota Batam ini, saya bukan sebagai peneliti. Tugas saya adalah membuat video dokumenter terkait penelitian ini. Tugas ini, menjadikan saya harus memahami betul apa itu maksud dari penelitian ini, mempelajari berbagai detail terkait ekowisata dan mangrove.
Maka, dalam tulisan ini, saya coba untuk merangkum materi yang saya pelajari, dari berbagai bahan bacaan yang berkaitan dengan ekowisata. Saya tentu akan tarik kaitannya dengan pengembangan desa, yang mana sahabat sekalian telah mengetahui dan mungkin telah menjalankan unit usaha BUMDes Desa Wisata.
Dalam menjalankan ekowisata terdapat berbagai prinsip yang menjadi pegangan. Apa yang akan saya tuliskan dalam prinsip ekowisata ini tentu belum keseluruhan dari prinsip ekowisata yang ada. Ini, bagian yang saya pahami dan pelajari mengenai berbagai prinsip pengembangan ekowisata.
Kaitan prinsip ekowisata secara umum, dan prinsip pengembangan desa ekowisata mungkin akan memiliki kesamaan. Pun, akan banyak prinsip lain dalam pengembangan desa, karena dalam lingkup desa, berbagai prinsip lokal atau kearifan dan pengetahuan lokal tentu harus mendapatkan porsi dalam pengembangan ekowisata.
Nah, dalam prinsip-prinsip yang tumbuh dimasyarakat lokal desa ini, tentu memiliki perbedaan antara satu desa dengan desa lainnya. Menjadi penting bagi sahabat sedesa sekalian, ketika hendak mengembangkan ekowisata desa untuk bisa mengulik lebih dalam. Bisa jadi, konsep ekowisata sebenarnya sudah ada dan tumbuh di desa sahabat sekalian.
Secara umum, prinsip ekowisata merupakan berbagai prinsip yang mengatur untuk menyatukan konservasi lingkungan hidup, pengembangan masyarakat dan konsep atau tujuan dari wisata yang berkelanjutan. Semua prinsip ini, kiranya akan berjalan seiringan.
Ini berarti bahwa semua pihak yang melaksanakan, berpartisipasi dalam ekoturisme atau ekowisata harus menjalankan kriteria dan prinsip tersebut. Prinsip ekowisata secara umum adalah sebagai berikut:
- Meminimalkan dampak fisik, sosial, perilaku, psikologis.
- Membangun kesadaran lingkungan, budaya dan rasa hormat.
- Memberikan pengalaman positif bagi pengunjung dan tuan rumah.
- Memberi manfaat keuangan langsung bagi konservasi atau pelestarian lingkungan hidup.
- Menghasilkan keuntungan finansial bagi masyarakat lokal, industri swasta.
- Memberikan pengalaman interpretatif yang mengesankan bagi pengunjung untuk meningkatkan sensitivitas terhadap iklim politik, lingkungan, sosial tempat tujuan wisata.
- Membangun, mengoperasikan fasilitas atau infrastruktur dengan meminimalkan dampak lingkungan.
- Mengakui hak-hak, keyakinan spiritual komunitas adat dan memberdayakan mereka.




