Sedesa.id Apa kabar sahabat sedesa? Bagaimana pengembangan desa sahabat sekalian? Apakah desa sahabat sudah memiliki destinasi wisata? Sudah ada kelompok sadar wisata? Atau pengelolaan desa wisata melalui Badan Usaha Milik Desa? Lantas, pernahkah sahabat mendengar istilah ekowisata? Seperti apa pengembangan desa ekowisata? Mari kita bahas bersama.
Satu bulan terakhir, saya terlibat dalam penelitian Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kota Batam, Kepulauan Riau. Saya, banyak belajar dari penelitian ini, beruntung sekali karena saya yang awal mengenai ekowisata, kemudian menjadi banyak dapat informasi mengenai konsep ekowisata.
Dalam penelitian Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kota Batam ini, saya bukan sebagai peneliti. Tugas saya adalah membuat video dokumenter terkait penelitian ini. Tugas ini, menjadikan saya harus memahami betul apa itu maksud dari penelitian ini, mempelajari berbagai detail terkait ekowisata dan mangrove.
Maka, dalam tulisan ini, saya coba untuk merangkum materi yang saya pelajari, dari berbagai bahan bacaan yang berkaitan dengan ekowisata. Saya tentu akan tarik kaitannya dengan pengembangan desa, yang mana sahabat sekalian telah mengetahui dan mungkin telah menjalankan unit usaha BUMDes Desa Wisata.
Dalam perkembangannya, banyak ahli yang memberikan definisi dari ekowisata. Menurut para ahli ekowisata kemudian memiliki definisi sebagai berikut:
Ekowisata adalah bentuk baru dari perjalanan bertanggungjawab ke area alami dan berpetualang yang dapat menciptakan industri pariwisata (Eplerwood, 1999).
Ekowsiata menurut Qomariah (2009) ekowisata adalah pariwisata yang dipergunakan oleh masyarakat dalam menikmati berbagai jenis keanekaragaman hayati tanpa merusaknya. Wisata ini identik dengan berbagai aktifitas pendidikan, seperti penelitian, dan lain sebaginya.
Pengertian ekowisata menurut Nasikun (1999) Ahli sosiologi dari UGM ini mempergunakan kata ekowisata untuk menggambarkan bentuk wisata yang harus dikembangkan untuk menjaga kesetabilan alam, keindahan alam, dan menjaga sumber daya alam yang notebene bagian daripada pembangunan berkelanjutan.




