• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home PUSTAKA Desa

Melihat Lebih Dalam Desa Wisata Vs Kota Wisata

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
Agustus 28, 2020
in Desa, Desa Wisata
0
Melihat Lebih Dalam Desa Wisata Vs Kota Wisata
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Sedesa.id Sudah memiliki daftar kunjungan destinasi wisata untuk libur panjang atau pun libur akhir pekan bersama keluarga? Destinasi wisata seperti apa yang Anda inginkan?  Wisata serba  lengkap dan gemerlap ramai lampu kota? Atau sesuatu yang hening dan sejuk?  Mari melihat lebih dalam desa wisata vs kota wisata.

Kegiatan Wisata Menjadi kebutuhan

Zaman sekarang kegiatan wisata menjadi sebuah kebutuhan banyak orang, tidak lagi sekedar untuk wisata musiman dalam artian berkunjung untuk mengisi hari libur sehingga dapat menjernihkan pikiran dari aktivitas yang melelahkan.

RelatedPosts

Merancang Wisata Karimunjawa 3 Hari 2 Malam untuk Pertama Kali

Panduan Wisata Batam 3 Hari 2 Malam untuk Pertama Kali Berkunjung

Eksplor Bromo Tengger Semeru: 6 Aktivitas Alam dan Budaya yang Tak Boleh Dilewatkan

Kegiatan wisata saat ini juga untuk alasan lain yaitu tujuan pekerjaan misal untuk mencari konten blog atau yang lebih kekinian adalah membuat video blog atau ngevlog wisata ala Youtubers.

Maka, memang tidak dapat dipungkiri kegiatan wisata telah berubah. Perubahan ini yang kemudian menuntut pelaku wisata atau pengelola destinasi wisata untuk pintar menangkan keinginan pasar.

Keinginan pasar yang dimaksud adalah,  apa yang paling umum dibutuhkan dari kegiatan wisata saat ini. Sebagai contoh, orang saat ini  yang sangat akrab dengan media sosial, menjadikan kegiatan wisata sebagai  bagian dari ‘mengabarkan’ pernah mengunjungi suatu tempat.

Kebutuhan berfoto, kebutuhan  berbagi foto yang terbaik, juga kebutuhan membuat video untuk sosial media ini patut ditangkap oleh pengelola wisata. Menangkap sebagai peluang, baik untuk tujuan memberikan spot untuk foto atau video. Juga memberikan jasa foto dan video.

Dana Desa  Sebagai Motor Penggerak Desa Wisata

Jauh sebelum adanya dana desa, kegiatan desa wisata sudah  tumbuh.  Namun  tidak dapat dipungkiri, keberadaan dana desa, dan lahirnya undang-undang desa memang menjadi motor penggerak dari kegiatan desa wisata.

Semenjak adanya program dana desa, tingkat pembangunan lokasi wisata terus bertambah, destinasi wisata yang sebelumnya lebih banyak berada di perkotaan kini merambah ke pedesaan berkat adanya dana desa tersebut. Hal ini tidak lepas dari adanya potensi desa untuk menjadi tujuan wisata di Indonesia.

Potensi besar yang dimiliki desa misalnya juga terkait dari perpindahan model atau keinginan wisatawan. Yang mana baik wisatawan lokal dan manca negara, mulai menginginkan wisata yang lebih dari sekedar kunjungan.  Wisata yang ‘memberi’ pengalaman baru.

Misalnya, hidup bersama warga, merasakan satu kegiatan yang tidak pernah dilakukan, seperti bertani, berternak, menanam padi, menari tradisional. Atau merasakan menjadi bagian dari komunitas di suatu daerah.

Kebutuhan ini, dapat dipenuhi dalam kegiatan desa wisata. Terlebih ketika berbicara Indonesia. maka ragam kearifan lokal desa tentu saja menjadi satu  daya tarik luar bisa  bagi pengunjung, baik lokal atau pun manca negara.

Dengan perkembangan desa wisata, dan kunjungan wisatawan yang terus meningkat untuk berwisata di desa, apakah desa wisata akan menggeser keberadaan kota wisata? Sebab kita ketahui bersama destinasi wisata di Indonesia selama ini masih didominasi oleh wisata perkotaan.

Desa Wisata Vs Kota Wisata

Tentu kita tidak asing dengan kota wisata seperti Denpasar Bali, Bandung, Kota Tua, Kota Batu Malang, dan Malioboro Yogyakarta.

Keberhasilan kota wisata atau destinasi wisata di perkotaan karena telah terpenuhinya infrastruktur seperti pilihan mode transportasi yang beragam, tempat menginap atau hotel, pusat perbelanjaan, tempat pertunjukan dan sederet fasilitas lain.

Menjadi keunggulan memang ketika berbicara wisata adalah  model fasilitas penunjang wisata yang saling berkaitan sehingga menjadikan wisatawan lebih betah berlama-lama berwisata di kota tersebut.

Namun tidak sedikit wisatawan yang kurang senang berwisata perkotaan karena adanya persoalan kemacetan, polusi udara dan suhu panas kota, keberadaan sampah dan semrawutnya wilayah kota dan banyak persoalan lainnya.

Sehingga mereka seperti tidak beranjak dari aktivitas sehari-hari mereka, maka lebih memilih mencari destinasi wisata pedesaan.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya desa wisata merupakan destinasi wisata atau hiburan yang mengangkat potensi dari kawasan pedesaan.

Kita ketahui bersama bahwa ketersediaan akses menuju desa wisata belum sepenuhnya terhubung oleh infrastruktur, masih banyak desa wisata yang jalan penghubungnya belum memiliki angkutan umum.

Desa wisata juga dalam urusan transportasi dan akses, masih mengalami kesulitan,  misalnya jalan yang belum di aspal, belum ada penginapan di lokasi, dan banyak persoalan lainnya.

Namun melalui dana desa tentu persoalan-persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bertahap dengan pemanfaatan dana desa yang tepat sasaran.

Namun bagi para wisatawan, berwisata di desa wisata adalah pengalaman yang jauh berbeda dari kehidupan di kota atau dari wisata perkotaan.

Bagaimana dapat menikmati udara yang sejuk, asri, pemandangan alam yang masih terjaga, jauh dari kebisingan kendaraan, dan kearifan serta budaya lokal setempat, menjadi daya tawar tersendiri. Tentu hal tersebut tidak akan kita dapatkan di wisata perkotaan.

Kembali Pada Kebutuhan Wisatawan; Desa Wisata atau Kota Wisata

Baik desa wisata atau kota wisata, kedaunya memiliki daya tawar tersendiri, memiliki keunikan dan wajah wisata yang berbeda. Sebagai wisatawan memilih desa wisata atau kota wisata harus menyesuaikan dengan kebutuhan, keinginan, ketersediaan dana atau alokasi keuangan.

Sehingga sebelum menentukan akan berwisata ke mana, harus terlebih dahulu membuat perhitungan dan memperbanyak informasi, sehingga mendapatkan pengalaman berwisata yang tidak akan terlupakan.

Melihat hal tersebut, maka sebagai pengelola wisata kita patut menyiapkan berbagai  strategi, utamanya terkait informasi dari kegiatan wisata yang kita tawarkan. Bagi pelaku usaha Desa atau desa wisata misalnya, saya sering menyinggung pentingnya hadir di ranah digial.

Ketika desa atau desa wisata memiliki website khusus yang dijadikan sebagai pasar  online, pasar digital,  menjadi media penyalur informasi kegiatan mereka,  maka calon pengunjung akan lebih mudah mendapatkan informasi.

Di era serba digital seperti saat ini,  orang akan  mencari informasi melalui genggaman mereka, melalui mesin pencari Google, maka kita pun sebagai pengelola wisata harus menghadirkan informasi untuk calon wisatawan  secara lengkap dan jelas.

Daftar Artikel Menarik Mengenai Desa Wisata

Pasar Papringan di Temanggung Upaya Nyata Melestarikan Alam
Daftar Desa Wisata di Jawa Barat Alam dan Budaya
Desa Wisata Cibuntu Wisata Situs Purbakala dan Alam
Desa Wisata Kandri Menjaga Kelestarian Alam dan Budaya
Tiwul Instan; Makanan Desa Menjadi Cemilan Enak dan Sehat
Desa Wisata Gamplong Destinasi Wajib Wisatawan Jogja
Jelajah Desa Wisata Tempur Yang Memesona
Potensi Desa Wisata Budaya di Indonesia
Mendirikan Desa Wisata Berbasis Budaya

Kesimpulan

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai Melihat Lebih Dalam Desa Wisata Vs Kota Wisata. Semoga pembahasan ini bermanfaat, dapat menjadi referensi sahabat sekalian. Terima kasih. Salam. Ari Sedesa.id

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Tags: Desa Wisata
Previous Post

Unit Usaha BUMDes Hobi Dapat Menghasilkan Nilai Ekonomi

Next Post

Desa Wisata Viral Sampai Mendunia

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

Merancang Wisata Karimunjawa 3 Hari 2 Malam untuk Pertama Kali
Desa Wisata

Merancang Wisata Karimunjawa 3 Hari 2 Malam untuk Pertama Kali

by Ryan Ariyanto
Februari 15, 2026
0

Sedesa.id Karimunjawa selalu muncul dalam daftar destinasi yang “ingin didatangi, tapi entah kapan”. Letaknya di utara Pulau Jawa, masuk wilayah...

Read moreDetails
Sedesa.id Pulau Pecong Sepotong Surga di Batam, Kepulauan Riau
Desa Wisata

Panduan Wisata Batam 3 Hari 2 Malam untuk Pertama Kali Berkunjung

by Ryan Ariyanto
Februari 5, 2026
0

Batam adalah salah satu destinasi wisata paling strategis di Indonesia. Letaknya yang hanya selemparan batu dari Singapura dan Malaysia membuat...

Read moreDetails
Eksplor Bromo Tengger Semeru: 6 Aktivitas Alam dan Budaya yang Tak Boleh Dilewatkan
Desa Wisata

Eksplor Bromo Tengger Semeru: 6 Aktivitas Alam dan Budaya yang Tak Boleh Dilewatkan

by Ryan Ariyanto
Februari 5, 2026
0

Gunung Bromo selalu punya cara membuat orang jatuh cinta. Kawah luas yang diselimuti kabut dingin, hamparan pasir vulkanik, hingga matahari...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Download Buku Tamu Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Pengurus Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Anggota Koperasi untuk Koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih

Rekrutmen SPPI–KDKMP 2026: Syarat dan Cara Daftar Serta Hal yang Perlu Dipahami

Download Buku Daftar Pengawas Koperasi: Pengertian, Fungsi, Format, dan Administrasi Untuk Koperasi Desa Merah Putih

Download Buku Daftar Pengurus Koperasi: Pengertian, Fungsi, Format, dan Format Untuk Koperasi Desa Merah Putih

Seedbacklink
  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2025

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca