• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home PUSTAKA Desa

Pasar Papringan di Temanggung Upaya Nyata Melestarikan Alam

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
Agustus 28, 2020
in Desa, Desa Wisata
1
Pasar Papringan Temanggung
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Sedesa.id Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar pasar? Apakah yang muncul adalah pasar tradisional atau pasar rakyat? Di desa pun ada pasar desa. Keberadaan pasar ini sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli. Nah di Temanggung, ada Pasar Papringan, konsep pasar yang berbeda dari pasar pada umumnya.

Pasar Papringan DI Temanggung Jawa Tengah

Ketika kita berkunjung ke Pasar Papringan di Kabupaten Temanggung, kita akan mendapatkan pasar dengan suasana yang sangat berbeda dengan pasar pada umumnya. Di Pasar Paringan menghadirkan suasana alami lengkap dengan kearifan budaya lokal, kombinasi yang tepat dibalut ekosistem wisata alam.

RelatedPosts

Merancang Wisata Karimunjawa 3 Hari 2 Malam untuk Pertama Kali

Panduan Wisata Batam 3 Hari 2 Malam untuk Pertama Kali Berkunjung

Eksplor Bromo Tengger Semeru: 6 Aktivitas Alam dan Budaya yang Tak Boleh Dilewatkan

Pasar Papringan tepatnya terletak di Dusun Kelingan, Desa Caruban, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.  Pasar yang dikenal sebagai pasar wisata ini hanya buka pada hari Minggu Wage. Dalam perhitungan kalender Jawa ‘Minggu Wage’ akan dijumpai setiap 36 hari sekali, atau disebut selapanan.

Di Pasar Papringan, sebagai Pasar Wisata menghadirkan keunikan tersendiri misalnya tidak ada penggunaan mata uang rupiah akan tetapi menggunakan mata uang khusus dari bambu, sehingga pengunjung harus menukarkan terlebih dahulu uang rupiah ke mata uang bambu Pasar Papringan.

Keunikan lain adalah letaknya yang berada di sudut desa, berada di lahan seluas 1000 meter persegi milik warga desa, di lahan ini tumbuh pohon bambu yang begitu rimbun, pohon bambu dalam bahasa Jawa disebut pring.  Dari akar kata pring kemudian disebut papringan yang berarti pepohonan bambu atau kawasan yang dipenuhi dengan pohon bambu.

Memanfaatkan Lahan dan Alam Sekitar Untuk Kegiatan Pasar Desa Wisata Papringan

Pemanfaatan lahan pohon bambu menjadi sebuah Pasar Wisata adalah satu dari keberhasilan warga Desa Caruban  dalam upaya mengangkat potensi desa. Warga yang menyadari bahwa mereka memiliki kawasan bambu lantas menyulap atau menjadikan kawasan tersebut sebagai media mengangkat desa dengan membuat Pasar Papringan, yang pada akhirnya menjadi identitas dari desa tersebut.

Pasar Papringan sebagai identitas warga Desa Caruban menjadi wadah aktivitas sosial, aktivitas melestarikan alam, dan aktivitas ekonomi dari berbagai produk lokal warga setempat. Secara tidak langsung keberadaan Pasar Papringan memberikan pesan bahwa segala yang kita miliki dari lingkungan tempat tinggal kita adalah satu modal dan potensi yang bisa memberikan manfaat bagi sesama.

Produk yang dijual di Pasar Papringan adalah kreasi masyarakat setempat seperti; kerajinan tangan, agro industri,  kuliner lokal, dan juga memberikan pertunjukan budaya lokal. Pasar Papringan menjalankan fungsi sebagai media promosi lokal dari apa yang menjadi potensi di desa tersebut.

Dalam upaya melestarikan lingkungan Pasar Papringan memberikan aturan tegas tidak adanya penggunaan plastik  di Pasar Papringan. Hal ini selain menjadi keunikan juga menjadi kampanye untuk lestari yang berkelanjutan terhadap pengunjung yang datang dari berbagai tempat bahkan dari luar Kabupaten Temanggung.

Nah, bagaimana? Begitu menarik bukan keberadaan Pasar Papringan, bisa menjadi referensi mengangkat potensi desa di daerah. Jika hendak berkunjung ke Pasar Papringan maka melihat kalender Jawa setiap Minggu Wage, dibuka mulai jam 07.00 WIB hingga jam 12.00 WIB. Siapa tahu sepulang dari Pasar Papringan jadi ada ide untuk membuat pasar wisata sendiri di daerah Anda.

View this post on Instagram

A post shared by Pasar Papringan (@pasarpapringan)

Konsep Pasar Wisata Berbasis Lingkungan dan Budaya

Melihat keberhasilan dari yang telah dilakukan Pasar Papringan di Temanggung, satu hal yang dapat kita pelajari adalah; Desa mampu membuat konsep pasar wisata  berbasis lingkungan dan budaya. Keunikan yang ada pada akhirnya menjadi daya tarik bagi pengunjung, tidak hanya lokal namun juga dari luar daerah bahkan manca negara.

Desa dapat menjadikan konsep pasar desa ini untuk kegiatan desa wisata. Upaya ini dapat diinisiasi desa dengan BUMDes atau pun kelompok masyarakat. Keunikan-keunikan lokal dapat dijadikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan ketika menjalankan konsep Pasar ‘Wisata’ Desa.

Kegiatan wisata bisa dijadikan tujuan nomor dua, pertama-tama adalah bagaimana menciptakan pasar yang berguna sebagai tempat bertemunya jual beli di desa. Jika pun memang tujuan utamanya untuk wisata, namun ketika berbicara keberlanjutan maka menjadikan pasar sebagai tempat bertemu penjual pembeli akan  lebih tahan lama.

Kita paham, yang namanya wisata kadang naik turun. Nah, ketika konsepnya adalah pasaran atau menjalankan pasar, dan silakan ada yang berkunjung untuk sekedar wisata dan sekaligus sebagai pembeli. Maka akan lebih tahan lama.

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai Pasar Papringan di Temanggung Upaya Nyata Melestarikan Alam. Semoga pembahasan ini bermanfaat, dapat menjadi referensi sahabat sekalian. Terima kasih. Salam. Ari Sedesa.id

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Tags: Desa WisataPasar Desa
Previous Post

Pemerintah Desa Harus Terbuka Kepada Masyarakat

Next Post

Peluang Usaha Pemancingan Masih Menjanjikan Di Desa

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

Merancang Wisata Karimunjawa 3 Hari 2 Malam untuk Pertama Kali
Desa Wisata

Merancang Wisata Karimunjawa 3 Hari 2 Malam untuk Pertama Kali

by Ryan Ariyanto
Februari 15, 2026
0

Sedesa.id Karimunjawa selalu muncul dalam daftar destinasi yang “ingin didatangi, tapi entah kapan”. Letaknya di utara Pulau Jawa, masuk wilayah...

Read moreDetails
Sedesa.id Pulau Pecong Sepotong Surga di Batam, Kepulauan Riau
Desa Wisata

Panduan Wisata Batam 3 Hari 2 Malam untuk Pertama Kali Berkunjung

by Ryan Ariyanto
Februari 5, 2026
0

Batam adalah salah satu destinasi wisata paling strategis di Indonesia. Letaknya yang hanya selemparan batu dari Singapura dan Malaysia membuat...

Read moreDetails
Eksplor Bromo Tengger Semeru: 6 Aktivitas Alam dan Budaya yang Tak Boleh Dilewatkan
Desa Wisata

Eksplor Bromo Tengger Semeru: 6 Aktivitas Alam dan Budaya yang Tak Boleh Dilewatkan

by Ryan Ariyanto
Februari 5, 2026
0

Gunung Bromo selalu punya cara membuat orang jatuh cinta. Kawah luas yang diselimuti kabut dingin, hamparan pasir vulkanik, hingga matahari...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Download Buku Tamu Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Pengurus Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Anggota Koperasi untuk Koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih

Rekrutmen SPPI–KDKMP 2026: Syarat dan Cara Daftar Serta Hal yang Perlu Dipahami

Download Buku Daftar Pengawas Koperasi: Pengertian, Fungsi, Format, dan Administrasi Untuk Koperasi Desa Merah Putih

Download Buku Daftar Pengurus Koperasi: Pengertian, Fungsi, Format, dan Format Untuk Koperasi Desa Merah Putih

Seedbacklink
  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2025

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca