Unit Usaha BUMDes Hobi Dapat Menghasilkan Nilai Ekonomi

Unit Usaha BUMDes Hobi Dapat Menghasilkan Nilai Ekonomi

Sedesa.id Unit Usaha BUMDes Hobi. Setiap manusia pasti memiliki hobi, baik itu hobi yang biasa-biasa saja atau pun hobi yang diseriusi. Hobi ternyata bisa menghasilkan, bisa menjadi peluang usaha dan bernilai ekonomi. Kita kenal tentu banyak usaha berbasis hobi di dunia ini. Nah bagaimana jika dari hobi menjadi unit usaha BUMDes?

Menyeriusi Hobi Di Tegah Masyarakat

Ada saja desa yang memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dari tempat lain. Misalnya terkait dengan hobi dari warga masyarakatnya. Unit Usaha BUMDes Hobi bisa dimulai dari melihat kenyataan bahwa; ada desa yang warganya hobi memelihara burung kicau, ada desa yang warganya hobi memanjat tebing karena bentang alamnya, ada desa yang warganya hobi burung merpati, dan lain sebagainya.

Apakah hobi yang ada di tengah masyarakat desa ini bisa menjadi peluang usaha? Menjadi unit usaha BUMDes misalnya? Tentu saja bisa.  Tinggal bagaimana pengelola BUMDes menangkap hobi atau kegiatan yang ada di masyarakat dalam kacamata ekonomi.

BUMDes tentu saja dapat menjadi wadah atau media dari setiap ide dan gagasan berkembang, utamanya yang berkaitan dengan  upaya pengembangan ekonomi lokal desa. Sebagai contoh, jika desa memiliki tebing tinggi, kemudian warga memiliki kebiasaan panjat tebing, maka bisa menjadikan hobi panjat tebing dan keberadaan tebing di desa sebagai unit usaha Wisata Panjat Tebing.

Atau dalam hal hobi dibidang pertanian.  Misal warga desa cenderung menanah pohon buah, banyak buah yang kemudian tumbuh dan berkembang di desa. Bisa dijadikan sebagai bagian dari kegiatan  misalnya festival buah.

Unit Usaha BUMDes Hobi ini tentu saja melihat bagaimana hobi dapat bernilai ekonomi, mari kita belajar dari hobi Bonsai Kelapa Gading menjadi inovasi bernilai ekonomi,  yang kemudian diseriusi oleh kelompok dan Badan Usaha Milik Desa.

Bonsai Kelapa Gading Hasil Inovasi Warga Desa Sidareja

Unit Usaha BUMDes Hobi salah satunya dapat kita pelajari dari hasil inovasi warga Desa Sidareja. Dari apa yang awalnya hanya dianggap ‘hobi’ namun kemudian diseriusi dan menghasilkan. Seperti halnya Hobi Bonsai yang satu ini.

Anda pasti tahu tanaman hias bernama bonsai? Atau Anda memilikinya? Atau Anda justru hobi membuat tanaman bonsai? Bonsai (盆栽) adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai, 栽) dilakukan di pot dangkal yang disebut bon (盆).

Bonsai adalah jenis tanaman yang pertama kali ada di Jepang. Teknik bonsai ini kemudian digemari dan menyebar ke seluruh dunia, tentu saja sampai di Indonesia. Di Indonesia sendiri komunitas pencinta dan pencipta bonsai begitu banyak, salah satunya adalah Komunitas Bonsai Desa Sidareja.

Komunitas Bonsai Desa Sidareja, adalah warga desa yang tinggal di Desa Sidareja, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Menjadi unik dari komunitas ini adalah, mereka melakukan inovasi untuk membonsai pohon kelapa. Ya, inovasi yang kemudian menghasilkan Bonsai Kelapa Gading.

Seperti pepatah, “tidak ada rotan akar pun jadi” begitulah filosofi yang menjadi motivasi warga Desa Sidareja untuk menciptakan inovasi bonsai dari Kelapa Gading. Komunitas Bonsai Desa Sidareja diketuai oleh Madsyaeni, saat ini komunitas ini secara aktif memiliki 9 orang anggota.

Unit Usaha BUMDes Hobi; Di Awal Diragukan Lalu Terbukti Menghasilkan

Unit Usaha BUMDes Hobi bisa jadi akan sama seperti yang diawali Madyaeni, ketika awalnya, Madyaeni dan kawan-kawan di saat menggeluti hobi bonsai sempat diragukan oleh warga sekitar. Karena terkesan main-main dan tidak bermanfaat. Maklum, tidak semua warga desa memahami inovasi dan potensi yang sedang digarap oleh Madyaeni.

Inovasi bonsai dari bibit kelapa gading, karena bahan bakunya melimpah dan mudah didapatkan. Selain itu dalam pengerjaannya juga memerlukan proses yang lebih cepat, dibanding pohon bonsai jenis lain.

Setelah melalui proses pembonsaian dan pembentukan dalam pot, sehingga memiliki nilai seni tinggi, maka bonsai kelapa gading siap di pasarkan.

Harga jual bonsai kelapa gading dari kelompok ini antara Rp. 300.000 – Rp. 500.000, bisa juga lebih dari nilai itu, harga tergantung tingkat kesulitan dan bentuk seni yang didapatkan.

Permintaan pasar terhadap bonsai kelapa gading cukup tinggi. Hal ini kemudian mendorong Kelompok ini untuk menarik warga sekitar, membuat bonsai.

Komunitas ini tidak sendirian dalam upaya pengembangan produk. Dalam rencana, nanti akan masuk sebagai bagian dari unit usaha Badan Usaha Milik Desa. Dengan adanya kerja sama dan pengembangan, tentu akan lebih baik lagi dalam pengelolaannya.

Hal ini, juga akan menjadikan penghasilan tambahan bagi masyarakat, dan dapat menjadi bagian atau ikon Kecamatan Sidareja.

Kesimpulan Unit Usaha BUMDes Hobi

Melalui kerja keras dan inovasi yang dilakukan Madyaeni dan kawan-kawan. Kita bersama belajar, bahwa apa yang menjadi hobi kita, pun dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan, dan dalam upaya mengembangkan jangan khawatir karena desa, selalu siap membantu dalam pengembangan melalui keberadaan Badan Usaha Milik Desa.

Semoga, pembahasan kali ini menjadi motivasi kita dalam upaya mengembangkan dan menggali potensi kita, dan menumbuh kembangkan jiwa wirausaha kita. Bahwa Unit Usaha BUMDes Hobi pun ternyata dapat dijadikan model usaha yang serius dan menghasilkan nilai ekonomi.

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai Unit Usaha BUMDes Hobi Dapat Menghasilkan Nilai Ekonomi. Semoga pembahasan ini bermanfaat, dapat menjadi referensi sahabat sekalian. Terima kasih. Salam. Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Produk Desa Beras Singkong Manfaat Tiwul Untuk Kesehatan
Produk Desa Beras Singkong Manfaat Tiwul Untuk Kesehatan