Ngevlog dan Ngeblog Untuk Memasarkan Produk Secara Mandiri

Memasarkan Produk Secara Mandiri Dengan Ngevlog dan Ngeblog

Sedesa.id Apa kabar sahabat sekalian? Semoga selalu dalam keadaan baik. Tetap jaga kesehatan, tingkatkan pola hidup sehat, agar kita bersama bisa melalui kondisi saat ini. Tidak terasa sudah sampai lagi kita di akhir pekan pertama untuk bulan Oktober ini. Dulu ketika akhir pekan tentu menghabiskan waktu untuk keluarga salah satunya dengan jalan-jalan. Kalau saya dulu pernah ada agenda ngevlog untuk memasarkan produk secara mandiri, tapi belum sampai kejadian ada pandemi ini, jadi menunda sampai saat ini.

Sebelum adanya pandemi saya sudah pernah ngevlog untuk kali pertama, saat itu berkunjung ke BUMDes Amarta, dengan unit usaha salah satunya adalah budi daya kambing. Nah, waktu itu saya ngevlog ndeso istilahnya, untuk mengabarkan pada sahabat-sahabat desa tentang bagaimana pengelolaan unit usaha BUMDes Amarta.

Saya kira lumayan membantu, walau terkesan biasa, tapi dari kegiatan ngevlog ndeso pertama saya itu memberi dampak cukup bagi penyebaran informasi tentang keberadaan unit usaha BUMDes budi daya kambing BUMDes Amarta. Ya, singkat cerita ada yang kemudian berkunjung ke Pandowoharjo karena melihat referensi dari vlog saya itu.

Menciptakan Media Pemasaran Mandiri

Menciptakan Media Pemasaran Mandiri

Pengalaman ngevlog unit usaha BUMDes Amarta Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta itu, kemudian menjadikan saya punya rumusan sederhana mengenai media pemasaran. Bahwa kita memang telah memasuki era model pemasaran bisa kita ciptakan sendiri, bahkan medianya pun bisa kita buat secara mandiri.

Artinya, kita bisa menciptakan media pemasaran mandiri untuk produk-produk lokal desa, untuk produk UMKM, yang selama ini kesulitan dalam mencari media pemasaran atau iklan. Nah, model ngevlog atau ngeblog seperti yang saya lakukan misalnya, mungkin tidak akan langsung memberi dampak. Akan tetapi pelan-pelan ternyata memberi hasil.

Jika kita bisa memasarkan produk secara mandiri melalui media yang kita ciptakan, untuk menjadikan produk lokal memiliki ruang atau menjadi pemasaran media untuk iklan, ya kita bisa membayangkan bagaimana nantinya produk lokal akan semakin luas menjangkau target pasar. Tapi, kembali lagi, menciptakan media pemasaran mandiri ini tentu perlu kesadaran bersama. Kemauan untuk menggunakan media digital dalam memasarkan produk yang ada.

Review Menjadi Solusi Pemasaran Mandiri

Review Menjadi Solusi Pemasaran Mandiri

Ada pembaca yang mengirim pesan kepada saya mengenai aktivitas menulis saya untuk bulan September lebih banyak membahas pasar desa dan juga desa wisata. Padahal sedang banyak topik hangat seputar desa dan BUMDes, misalnya mengenai dana desa.

Jawaban mengapa saya banyak menulis tentang pasar desa dan desa wisata, tidak lain karena saya sedang mencoba untuk memasarkan produk secara mandiri, produk desa wisata yang ada melalui website saya ini. Misalnya saya membuat berbagai review mengenai desa wisata. Tujuannya apa? Agar orang yang mencari informasi wisata dapat melihat berbagai destinasi desa wisata yang ada di Indonesia.

Pada akhirnya melalu menulis review tersebut kita bisa membantu memasarkan produk desa wisata. Lebih jauh mungkin produk-produk lokal desa, saya juga banyak mereview produk olahan pangan lokal desa melalui website ini. Harapan besarnya adalah produk olahan desa bisa memiliki pasar Online, terlebih dalam situasi pandemi ini.

Bagi saya membuat review tentang unit usaha BUMDes, membuat review tentang pasar desa, review produk desa, sampai review desa wisata yang sedang banyak saya lakukan belakangan ini, tidak lain sebagai solusi menciptakan pemasaran mandiri.

Bayangkan ketika semakin banyak orang yang menuliskan tentang desanya, tentang berbagai potensi yang ada. Dengan kita mereview produk dan potensi desa, maka akan semakin banyak informasi yang dapat menjadi rujukan publik. Jika sudah demikian, maka media pemasaran sudah mulai tercipta dan memberi dampak.

Memasarkan Produk Secara Mandiri Melalui Video Youtube

Selain memasarkan produk secara mandiri melalui website, kita juga bisa menggunakan media video sebagai media ampuh dalam memasarkan produk. Seperti telah saya sebutkan pada awal tulisan ini, bahwa saya pernah mencoba kegiatan ngevlog ndeso, sebagai upaya memasarkan unit usaha BUMDes, dan membuahkan hasil.

Nah, walau saya belum bisa melanjutkan agenda ngevlog ndeso saya, tetapi saya selama ini terus menggunakan Youtube sebagai media berbagi pengetahuan perihal digital marketing. Saya membagikan berbagai cara dalam pemasaran Online, selain itu juga membagikan cara membuat desain untuk kebutuhan iklan atau promosi.

Melalui saluran Youtube Cara Ari, saya selama ini telah membagikan puluhan video tutorial lengkap dengan template desain yang mudah dalam penggunaan. Template desain PowerPoint yang saya bagikan harapannya bisa memudahkan dalam membuat kampanye pemasaran produk secara mandiri oleh pelaku usaha desa.

Untuk mendukung upaya memasarkan produk secara mandiri, sahabat pembaca bisa melihat berbagai template desain yang saya bagikan secara gratis melalui tautan berikut: Materi Digital Marketing Lengkap halaman ini berisi Materi Digital Marketing lengkap, mulai dari apa itu digital marketing bagaimana menjalankan, konsep dasar, memilik strategi tepat, media yang digunakan, dan download desain secara lengkap.

Kembali pada model pemasaran video dengan memanfaatkan Youtube ini juga terbukti efektif. Saya selama menggunakan Youtube katakanlah saya mulai benar-benar aktif sejak awal 2019, sampai saat ini saya sudah memiliki subcribers 12.000an, yang mana ini bisa menjadi sahabat saya untuk membantu memasarkan produk-produk desa.

Katakan dari 12 ribu pengikut saluran Youtube, ada 100 saja yang kemudian membagikan video mengenai produk yang saya review misalnya. Maka akan tersebar luas informasi yang saya sampaikan. Tidak menutup kemungkinan akan viral, ya minimal ada yang tertarik untuk membeli produk yang kita review. JIka bicara destinasi wisata ya kemudian ada yang mengunjungi destinasi wisata tempat kita ngevlog.

Layanan Iklan Gratis

Rasto Beras Singkong Produk Desa Beras Singkong Manfaat Tiwul Untuk Kesehatan
Contoh Iklan Produk Desa

Memasarkan produk secara mandiri dengan layanan iklan gratis. Saya pernah mengulas sebelumnya mengenai Cara Membuat Iklan Gratis di Era Digital. Bagi Sahabat yang membutuhkan kebutuhan iklan berupa review produk dapat menggunakan jasa iklan gratis yang disediakan sedesa.id. Iklan gratis  yang ada berupa review produk atau jasa.

Selain dalam bentuk review advertorial, saya juga memberikan layanan gratis iklan review produk di Youtube Cara Ari. Channel Youtube yang saya buat dengan berisi konten tutorial dan tips dan triks seputar digital marketing. Channel Youtube Cara Ari sudah memiliki subcriber 9.000 lebih.

Iklan Gratis sedesa.id ini kami dedikasikan untuk membantu produk UKM dan BUMDes. Agar produk yang mereka buat dapat dilihat atau diketahui lebih banyak orang. Ketika sebuah produk banyak yang melihat, maka akan semakin besar kemungkinan produk laku atau terjual.

Tertarik untuk memasang iklan gratis di sedesa.id atau menggunakan Youtube Cara Ari? Untuk informasi lebih lanjut silakan kontak kami.

Memasarkan Produk Secara Mandiri Dengan Sosial Media

Memasarkan Produk Secara Mandiri Dengan Sosial Media

Memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk desa mungkin belum menjadi pilihan semua pelaku usaha desa. Terlebih ketika kita bicara produk yang kita coba angkat adalah produk bersama, masih ada rasa ‘belum memiliki’. Padahal ketika warga secara serentak dan kompak memasarkan produk mereka melalui media sosial, akan berapa banyak informasi yang kemudian hadir di dunia maya mengenai produk desa kita?

Sederhananya, ketika ada potensi desa wisata, seluruh pemudah desa misalnya foto di area potensi wisata tersebut, kemudian membagikan di sosial media. Bayangkan jika ada 100 pemuda desa, maka akan ada 100 postingan yang berseliweran. Tentu akan membuat orang penasaran dengan destinasi wisata tersebut.

Nah, sederhana bukan sebenarnya dalam memanfaatkan sosial media untuk memasarkan produk secara mandiri? Hanya saja kita belum sadar kekuatan kita, sehingga gotong royong digital belum berjalan di desa. Padahal ketika kita bicara isu nasional, orang-orang rela membayar buzzer untuk memenangkan isu atau memasarkan produk.

Nah, demikian pembahasan kali ini mengenai Memasarkan Produk Secara Mandiri Dengan Ngevlog dan Ngeblog. Bagi sahabat yang kesulitan memasarkan produk, membutuhkan desain untuk produk, dapat menghubungi saya. Semoga bermanfaat, terima kasih. Salam. Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Menentukan Gaji Pengurus BUMDes Yang Tepat
Menentukan Gaji Pengurus BUMDes Yang Tepat