Usaha Desa Pertamini

Mengintip Peluang Usaha Desa Pertamini

Sudah sejak lama ingin mengulas usaha desa yang satu ini, tetapi belum juga kesampaian karena belum mendapat kenalan yang mencoba Peluang Usaha Desa Pertamini. Nah, beberapa hari lalu seorang teman mengajak saya berkunjung ke salah satu desa yang mana di desa ini sudah terdapat usaha Pertamini yang pengelolaannya oleh pemuda desa.

Sebenarnya kunjungan saya kali ini untuk meninjau bagaimana program pemberdayaan wirausaha muda desa oleh teman saya. Tetapi saat sela-sela peninjuan itu, saya berkesempatan untuk mengulik tentang usaha desa pertamini.

Seperti apa sih manis pahitnya usaha desa Pertamini? apakah bisa menjadikan kaya raya seperti raja minyak? Atau sebenarnya ya hanya usaha yang cukup, atau justru jauh dari ekspektasi kebanyakan orang? Nah, berikut catatan saya mengenai Peluang Usaha Desa Pertamini:

1. Kemampuan Membaca Persoalan

Bagi kita yang tinggal di perkotaan, atau desa yang secara jarak tidak jauh dari Ibu Kota Kecamatan atau kabupaten tentu saja tidak akan kesulitan dalam mencari kebutuhan bahan bakar minyak untuk kendaraan kita. Tetapi akan berbeda ketika kita tinggal di desa yang jauh dari kota.

Selama ini pemenuhan kebutuhan BBM melalui pengecer, yang mana pengecer ini pun jumlahnya sangat jarang. Kemampuan pengecer untuk mengambil BBM atau kulakkan pun terbatas. Maka, sering kali kebutuhan BBM tidak terpenuhi.

Kira-kira melalui latar belakang tersebut, maka Pemuda Desa kemudian menginisiasi untuk mendirikan usaha bersama yaitu Usaha Desa Pertamini. Hal ini tentu saja tidak langsung berjalan mulus, ada berbagai kendala yang harus mereka alami.

2. Belum Ada BUMDes Maka Usaha Kolektif

Mengapa usaha ini berjalan secara kolektif? Jawabannya karena memang di desa tersebut belum ada BUMDes. Menurut ketua Pemuda, upaya pendirian BUMDes sudah pernah ada musyawarah namun masih dalam proses.

Karena tidak ingin menunggu BUMDes, maka para pemuda kemudian meminta izin atau restu tokoh desa dalam acara kumpul mingguan untuk mengadakan pendirian Usaha Desa Pertamini. Usulan ini awalnya mengalami penolakan, hal ini terkait bagaimana saudara mereka yang sudah berjualan BBM eceran?

Maka kemudian diadakan musyawarah khusus untuk membahas hal tersebut. Pemuda desa bersama tokoh desa dan pengusaha BBM eceran mencari jalan keluar dari rencana pendirian Usaha Desa Pertamini ini. Nah, kemudian sampailah pada kesepakatan bersama untuk menjalankan usaha beriringan.

Maka, terjadilah kesepakatan kerja sama untuk melakukan kulakkan bersama, untuk mendapatkan harga lebih murah, dan kemudian harga jual kembali dengan harga yang sama. Kesepakatan seperti ini menurut saya memang harus ada, ini yang menjadi salah satu ciri bagaimana usaha desa berjalan. Tidak ada istilah monopoli atau saling memakan dalam usaha, yang ada adalah kerja sama.

3. Gambaran Usaha Desa Pertamini

Seperti apa gambaran usaha desa pertamini? Kembali pada pertanyaan pertama, apakah usaha desa ini memang menguntungkan? Karena di luar daerah banyak BUMDes yang mengelola unit usaha BUMDes Pertamini atau Unit Usaha BUMDes Pertashop. Tentu dengan latar belakang permasalahan yang berbeda.

Nah, mari kita lakukan perhitungan usaha desa pertamini ini, mulai dari modal sampai kemungkinan pendapatan bulanan, berikut ini:

Gambaran Modal Awal Usaha Desa Pertamini

Harga satu unit mesin Usaha Pertamini mulai dari = Rp : 5.000.000
Biaya modal awal untuk 100 liter bensin jika harga per liter @Rp 7500 = Rp 750.000
Pengeluaran untuk operasional listrik selama per bulan = +/- Rp 60.000
Alat keselamatan yaitu pemadam kebakaran portabel = Rp 150.000
Biaya tambahan lain = +/- Rp 1.500.000
Gambaran total modal awal = Rp 7.460.000

Gambaran tersebut adalah gambaran paling murah, karena untuk harga mesin pertamini bisa mencapai harga puluhan juta, tergantung dari jenis dan fasilitas yang ada. Nah, untuk memulai pada tahap awal, perlu mempertimbangkan juga mau menggunakan tipe seperti apa, sesuai dengan kebutuhan pasar.

Untuk keuntungan teman-teman tinggal melihat bagaimana penjualan dalam satu bulan, kemudian selisih harga penjualan, dan nanti kurangi dengan operasional dan penyusutan peralatan. Memang jika dalam skala kecil akan terlihat kurang menjanjikan, tapi jika permintaan BBM besar, keuntungan akan terasa.

Dalam kasus Usaha Desa Pertamini yang menjadi usaha bersama Pemuda Desa ini, keuntungan tentu menjadi salah satu poin karena bicara usaha. Tetapi, yang lebih dari itu adalah bagaimana menyediakan kebutuhan akan BBM bagi warga desa, itu yang menjadi poin pertama.

4. Kesimpulan Peluang Usaha Desa Pertamini

Peluang Usaha Desa Pertamini bisa menjadi solusi, tidak hanya berbicara keuntungan namun berbicara kemudahan dalam mendapatkan BBM. Jika kita melihat lebih dalam, tentu masih banyak desa-desa di Indonesia yang belum memiliki akses mudah untuk mendapatkan BBM.

Jika dalam kasus ini pengelolaan melalui Pemuda Desa, bisa jadi pengelolaan selanjutnya lebih serius dengan memasukkan sebagai unit usaha BUMDes Pertamini, yang mana sudah ada kerja sama dengan Pertamina dengan Usaha PERTASHOP untuk pedesaan. Tentu saja, inisiatif pemudah desa untuk menyelesaikan persoalan yang ada melalui usaha desa patut kita tiru.

Pemuda desa sebagai perwakilan dari warga desa memang harus berpikir terbuka dan ke depan. Harus mampu melihat dan memberi solusi dari apa yang terjadi. Selain itu, jiwa kewirausahaan memang harus tumbuh, agar berbagai produk usaha desa dapat bersaing pada kancah nasional bahkan dunia.

Ketika desa memiliki usaha, tumbuh sebagai desa yang berwirausaha maka kemajuan desa akan tercipta dari kegiatan ekonomi yang dijalankan desa dan warga desanya. Desa bisa menjelma menjadi desa mandiri yang tidak harus bergantung dari bantuan pendanaan pusat atau daerah.

Nah, demikian pembahasan kali ini mengenai peluang usaha Desa Pertamini. Semoga dapat menjadi referensi sahabat sekalian. Jika sahabat memiliki cerita mengenai proses pembangunan desa, usaha desa, dapat berbagai di kolom komentar. Terima kasih. Salam. Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Desa Wisata Lembah Kalipancur Sedesa.id
Desa Wisata Lembah Kalipancur Eduwisata Semarang