Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat Sesuai Potensi Desa

Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat Sesuai Potensi Desa

Sedesa.id Bagaimana cara memilih unit usaha BUMDes yang tepat dan sesuai dengan potensi yang ada di desa kita? Pertanyaan ini sering kali ditanyakan kepada saya dalam sebuah diskusi baik secara langsung atau pun melalui media sosial dan grup yang ada. Pertanyaan ini sangat bagus, dan penting untuk kita jawab bersama. Karena memilih unit usaha BUMDes memang harus tepat dan sesuai dengan potensi yang ada di desa, sebab itu satu dari bayak kunci menuju desa mandiri dan BUMDes sukses. Baca: Jenis Usaha BUMDes Seuai Dengan Potensi Desa

Kenapa saya sebut sebagai salah satu dari banyak kunci? Karena memang dalam mengelola BUMDes terdapat banyak faktor yang menjadikan BUMDes sukses. Mulai dari potensi yang diangkat, Sumber Daya Manusia atau pengelola, dukungan masyarakat, dukungan pemerintah desa, dan dukungan berbagai unsur yang ada di masyarakat, serta bagaimana profesionalisme di dalam menjalankan unit usaha BUMDes. Mari kita bahas Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat Sesuai Potensi Desa.

Pentingnya Pengelolaan BUMDes yang Baik dan Serius!

Selain Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat Sesuai Potensi Desa! Pengelolaan BUMDes harus dilakukan dengan baik dan serius! Sudah cukup kita mendengar BUMDes salah kelola dan BUMDes mati suri. Sudah seharusnya BUMDes di jalankan dengan serius! Lihat saja cerita keberhasilan BUMDes, semua karena keseriusan berbagai pihak, baik pengelola, dukungan masyarakat, dukungan pemerintah desa dan profesionalisme di dalam menjalankan unit usaha BUMDes.

Sudahi kalimat “BUMDes boleh merugi” kalimat ini menjadikan mereka yang baru akan memulai usaha BUMDes menjadi ‘tidak serius’ karena beranggapan dana yang digunakan adalah dana hibah, dana yang jika pun rugi tidak menjadi soal. Tentu saja ini adalah anggapan yang sangat berbahaya, karena menjadikan BUMDes dijalankan setengah hati saja, sekedar menggugurkan kewajiban Desa untuk mendirikan BUMDes.

BUMDes adalah Badan Usaha, maka sebagai badan usaha dia harus mengerakkan kegiatan ekonomi, yang mana kegiatan ekonomi tujuannya mendapatkan keuntungan. Di dalam menjalankan unit usaha BUMDes maka sudah menjadi wajib hukumnya bahwa berdirinya Badan Usaha adalah untuk mencari untung. Tidak boleh lagi BUMDes yang pengelolaannya ingin mendapatkan rugi. Apalagi ini Badan Usaha Milik Desa. Maka dalam menjalankan usaha BUMDes harus tetap mencari untung (profit) walau tentu saja ada landasan sebagai badan usaha yang berbasis sosial.

Keuntungan ini tidak selalu berbicara uang, ada juga keuntungan dalam bentuk manfaat yang diperoleh. Tentu saja ini dalam batas hitungan yang masih wajar. Maka yang dipikirkan BUMDes selain untuk mendapat profit juga memberi benefit atau manfaat secara lebih luas.

Contoh Unit Usaha Yang Memberi Manfaat dan Juga Keuntungan

Contohnya: Unit Usaha Pengelolaan Sampah. Walaupun bisa jadi secara hitungan operasional bisnis pengelolaan sampah tidak terlalu menguntungkan. Akan tetapi keberadaan unit usaha pengelolaan sampah ini tetap diperlukan demi kemanfaatan yang lebih luas.

Apa saja kemanfaatan dari keberadaan unit usaha BUMDes pengelola sampah? Misalnya lingkungan masyarakat terhindar dari penyakit, menjaga kebersihan dan keindahan dilingkungan desa, termanfaatkan barang-barang daur ulang, terciptanya produk pupuk kompos. Tentu saja keputusan memilih jenis usaha berbasis sosial ini telah melalui Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat Sesuai Potensi Desa! BUMDes juga perlu melakukan Inovasi dari potensi yang dimiliki.

Ingat BUMDes tidak sekedar mencari keuntungan atau profit dalam bisnisnya namun juga harus memikirkan benefit atau manfaat. Benefit fokus pada apa yang bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat luas. Akan tetapi sejak awal pendirian, tentu saja BUMDes harus mendapatkan profit terlebih dahulu, karena bagaimana bisa memberi benefit kalau untuk operasional sehari-hari belum bisa bertahan

Klasifikasi Jenis Unit Usaha BUMDes

Sebelum kita masuk lebih dalam unutk mengetahui Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat Sesuai Potensi Desa! Sebaiknya kita pahami dahulu klasifikasi jenis usaha BUMDes yang tepat! Apa saja klasifikasi jenis usaha BUMDes?  Ada 6 klasifikasi atau jenis usaha BUMDes yang dapat kita pilih untuk dijalankan yaitu sebagai berikut:

  • Jenis Unit Usaha BUMDes Bisnis Sosial

Bisnis sosial yang dimaksud yaitu memberikan pelayanan umum (serving) kepada masyarakat desa dan dalam kegiatan tersebut tetap mendapatkan keuntungan finansial.

Contoh dari jenis usaha BUMDes Bisnis Sosial adalah: unit usaha air minum Desa, unit usaha listrik Desa, unit usaha lumbung pangan Desa, dan unit usaha sumber daya loka dan teknologi tepat guna.

  • Jenis Unit Usaha BUMDes Bisnis Penyewaan Barang

Bisnis penyewaan barang yang dimaksudkan yaitu untuk melayani kebutuhan masyarakat desa dan ditujukan untuk memperoleh pendapatan Asli Desa.

Contoh dari jenis usaha BUMDes Bisnis penyewaan barang adalah; persewaan alat transportasi, persewaan perkakas pesta, persewaan gedung pertemuan, persewaan toko, persewaan tanah milik BUMDes dan persewaan barang persewaan lainnya.

  • Jenis Unit Usaha BUMDes Bisnis Perantara

Yaitu jenis unit usaha yang fokus pada memberikan jasa pelayanan untuk warga desa. Contoh dari jenis unit usaha BUMDes ini adalah; jasa pembayaran listrik, pasar Desa untuk memasarkan produk yang dihasilkan masyarakat desa, dan jasa pelayanan lainnya.

  • Jenis Unit Usaha BUMDes Bisnis yang Berproduksi dan atau Berdagang

Jenis unit usaha ini menjawab kebutuhan masyarakat baik di lokal skala desa atau pun di wilayah lebih luas. BUMDes melalui unit usahanya bisa memproduksi barang-barang tertentu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dipasarkan pada skala pasar yang lebih luas.

Contoh unit usaha BUMDes bisnis ini adalah; pabrik es, pabrik kecap, hasil pertanian, sarana produksi pertanian, memanfaatkan dan mengelola sumur bekas tambang, dan kegiatan produktif lainnya.

  • Jenis Unit Usaha BUMDes Bisnis Keuangan

Jenis unit usaha bisnis keuangan ini untuk memenuhi kebutuhan permodalan usaha skala mikro yang telah atau akan dijalankan oleh pelaku usaha ekonomi desa. Contohnya adalah unit usaha yang memberikan akses kredit dan peminjaman dengan akses mudah oleh masyarakat desa.

  • Jenis Unit Usaha BUMDes Usaha Bersama

BUMDes dalam jenis unit usaha ini bertindak sebagai induk dari unit usaha yang dikembangkan masyarakat desa, baik dalam skala lokal maupun kawasan pedesaan. Unit usaha bersama dapat berdiri sendiri serta diatur dan dikelola secara sinergis oleh BUMDes agar tumbuh menjadi usaha bersama.

Contoh jenis unit usaha BUMDes ini adalah; 1. pengembangan kapal Desa berskala besar untuk mengorganisir nelayan kecil agar usahanya menjadi lebih ekspansif, 2. Desa wisata yang mengorganisir rangkaian jenis usaha dari kelompok masyarakat, 3. Kegiatan usaha bersama yang mengkonsolidasikan jenis usaha lokal lainnya.

Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat untuk Desa

Metode sederhana yang bisa di pakai untuk menentukan unit usaha yang akan dijalankan. Ada 4 hal yang bisa dipakai untuk pemetaannya yaitu sebagai berikut:

  • Menjawab Kebutuhan Masyarakat Desa yang Belum Terlayani
    BUMDes harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat desa yang belum terlayani.  Perlu diingat, dalam menentukan apa saja kebutuhan masyarakat yang belum dilayani ini perlu melakukan riset terlebih dahulu. Mengapa riset penting dilakukan? Karena Jangan sampai keberadaan unit usaha BUMDes menjadi pesaing dari kelompok ekonomi yang sudah ada di masyarakat, sehingga lakukan kolaborasi jika memungkinkan.
  • Manfaatkan Keberadaan Lembaga atau Kegiatan Sosial Ekonomi di Desa
    Dalam upaya mendirikan BUMDes atau memilih unit usaha BUMDes, maka kita perlu mengenali lembaga atau kegiatan sosial ekonomi yang sudah ada seperti; koperasi simpan pinjam, Gapoktan, Pasar Desa dan sebagainya. Hal ini penting, untuk membuat pemetaan kegiatan atau lembaga yang sudah tumbuh, sehingga bisa saling bekerja sama atau kolaborasi dalam pendirian unit usaha BUMDes.
  • Mencari dan Memilih Potensi di Desa
    Kita perlu mencari potensi yang ada di desa, apa saja yang menjadi potensi atau keunggulan dari desa kita. Potensi Desa adalah segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki desa yang perlu dikelola dan dikembangkan menjadi lebih baik dan bernilai baik ekonomi dan sosial.
  • Menghitung Keberadaan Aset Desa
    Aset Desa adalah barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, sumbernya bisa dibeli atau diperoleh atas beban APBDes atau perolehan hak lainnya yang sah. Misalnya: tanah kas desa, bangunan pasar desa, bangunan milik desa dan lainnya.

Setelah mengetahui dan mencari jawaban dari 4 hal di atas, maka selanjutnya bisa menemukan beberapa alternatif jenis unit usaha BUMDes yang memang sesuai dan tepat. Jawaban awal, dari setiap pertanyaan di atas, dapat disusun dalam sebuah draf, yang mana nantinya dikembangkan dalam pembuatan rencana unit usaha BUMDes. Kemudian selanjutnya bisa detailkan proses bisnisnya dengan Model Bisnis Kanvas.

Desa Wisata unit usaha yang memiliki imbas besar

Pertanyaan selanjutnya Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat Sesuai Potensi Desa adalah mungkinkah kita menjalankan unit usaha yang bisa memiliki imbas atau dampak besar bagi desa? Tujuannya agar geliat kegiatan ekonomi desa bisa tumbuh subur, sehingga akan membuka banyak kesempatan usaha dan juga lapangan kerja, yang mana menjadikan desa produktif.

Tentu saja bisa, misalnya ketika kita memilih Desa Wisata. Unit usaha Desa wisata menjadi salah satu unit usaha yang bisa berimbas ke bidang usaha yang lain.  Di dalam sebuah desa wisata bisa dicukupi segala kebutuhan yang diperlukan dari hulu ke hilir. Kebutuhan pangan atau kuliner, kebutuhan transportasi, kebutuhan penginapan dan lain sebagainya.

Kebutuhan penginapan misalnya bisa memanfaatkan rumah-rumah penduduk. Kemudian penjualan produk-produk khas desa juga bisa dilakukan dengan adanya Desa Wisata. Artinya pengunjung memperoleh pengalaman total selama beraktivitas di desa wisata. Pengalaman total tersebut terdiri dari apa yang mereka lihat, apa yang mereka lakukan, dan apa yang mereka beli.

Nah, bagi desa yang memiliki potensi untuk menjalankan unit usaha BUMDes desa wisata tentu menjadi tantangan sejak awal, apakah proposal atau rencana usaha yang ditawarkan dapat benar-benar dijalankan dan memberi imbas yang luas.

Karenanya di dalam membuat rencana usaha Desa Wisata sejak awal perlu untuk mengidentifikasi potensi yang ada di desa secara menyeluruh. Hal ini untuk menjawab keinginan atau kebutuhan wisatawan yaitu apa yang bisa dilihat,  apa yang bisa dilakukan dan apa yang bisa dibeli oleh pengunjung di desa wisata yang kita miliki.

Untuk melihat atau belajar bagaimana konsep Desa Wisata yang memiliki dampak luar biasa pada lingkungan masyarakat, baik secara sosial dan ekonomi. Kita bisa belajar dari Desa Wisata Nglanggeran di Gunung Kidul, Yogyakarta. Menemukan jawaban Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat Sesuai Potensi Desa dapat belajar langsung di lapangan dengan BUMDes yang sudah maju.

Kesimpulan Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat

Pada dasarnya Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat Sesuai Potensi Desa memerlukan serangkaian tahapan. Perlu ada kerseriusan untuk melihat lebih dalam apa yang menjadi potensi dan apa yang masih dibutuhkan. Selain itu, juga penting melihat siapa saja ‘lembaga’ yang telah ada di desa. Keberadaan lembaga ini bisa menjadi mitra atau kolaborasi di dalam membangkitkan ekonomi desa.

Potensi desa yang baik, belum tentu bisa mengantar desa mandiri dan sukses jika dikelola secara tidak profesional. Karenanya selain menjalankan Cara Memilih Unit Usaha BUMDes yang Tepat Sesuai Potensi Desa juga perlu memikirkan pengelola yang tepat. Baik itu pengelola unit usaha BUMDes, atau pun pengelola utama seperti halnya ketua atau direktur BUMDes: Memilih Direktur BUMDes Yang Tepat dan Memenuhi Kriteria

Demikian pembahasan kali ini, semoga pembahasan ini bermanfaat, dan tetap semangat membangun desa dan membangun BUMDes. Salam. Ari Sedesa.id

More Stories
Mendirikan Desa Wisata Berbasis Budaya
Mendirikan Desa Wisata Berbasis Budaya