Cara Mengatasi Produk Tidak Laku ini terbukti berhasil
Cara Mengatasi Produk Tidak Laku ini terbukti berhasil

6 Cara Mengatasi Produk Tidak Laku ini terbukti berhasil

Sedesa.id Cara Mengatasi Produk Tidak Laku .  Pernahkah kita berpikir mengapa produk yang kita coba buat atau hasil dari usaha yang kita jalankan produknya tidak laku atau tidak diminati oleh pasar? Apa yang kemudian kita pikirkan pertama kali ketika mendapati kenyataan bahwa penjualan dari produk kita benar-benar amburadul, tidak ada serapan yang berati, dan bisa berakibat pada kerugian besar karena biaya produksi tidak dapat ditutupi dari hasil penjualan. Mengerikan memang. Produk tidak laku di pasaran adalah mimpi buruk bagi pelaku usaha.

Kita sebagai pelaku usaha, tentu telah menyiapkan berbagai strategi untuk produk kita termasuk strategi promosi dan penjualan jauh-jauh hari, namun strategi kita ternyata belum juga mampu menjadikan produk kita diminati atau laku di pasaran. Hal ini bisa saja terjadi bukan karena produk kita tidak baik atau tidak layak beli, namun bisa jadi ada faktor yang salah dari strategi yang kita gunakan. Misalnya karena kemampuan sumber daya manusia yang kita libatkan dalam melakukan pemasaran produk ternyata kurang mumpuni.

Mari kita cari tahu bersama, apa saja faktor yang dapat menjadi penyebab dari produk kita tidak laku dan bagaimana cara untuk mengatasi penyebab-penyebab produk tidak laku tersebut.  Ikuti pembahasannya di bawah ini:

  • Target Pasar Terlalu Luas

Karena kita menginginkan keuntungan yang besar sering kali bagian pemasaran memasukkan target pasar yang terlalu luas.  Tim pemasar kita dalam membidik target pasar  sering kali memasukkan semua kalangan sebagai target pasar produk, dengan asumsi akan menarik semua kalangan untuk membeli produk kita. Padahal  hal ini justru dapat menjadi penyebab dari gagal fokus dalam target pasar produk kita, dan pada akhirnya menjadikan produk kita kehilangan atau tidak memiliki pasar yang potensialnya.

Oleh sebab itu kita perlu untuk menyiapkan strategi pemasaran yang benar-benar disesuaikan dengan produk kita, selain itu kita juga perlu untuk memiliki perencanaan yang benar-benar matang mengenai siapa target pasar dari usaha atau produk kita. Walaupun produk kita sebenarnya diperlukan atau dibutuhkan pasar secara luas, atau  biasa disebut sebagai produk yang bersifat umum, kita tetap harus bisa mencari satu titik fokus siapa yang akan kita jadikan sebagai pasar potensial dari produk kita. Siapa yang menjadi prioritas usaha kita.

Maka sebagai pelaku usaha kita perlu untuk melihat kembali siapa yang menjadi target pasar dari produk kita, jangan sampai ternyata target pasar kita tidak jelas karena terlalu luas,  atau jangan-jangan ternyata kita belum memiliki target pasar, hanya asal buat produk dan jual. Mari kita lihat kembali, siapa tahu ini yang menjadi sebab usaha kita tidak berhasil karena produk kita tidak laku di pasaran yang disebabkan oleh target pasar yang belum jelas dan juga terlalu luas.

  • Kualitas produk menurun dan tidak konsisten

Dalam dunia usaha kualitas produk menjadi kunci dari penilaian pasar, rumus kualitas produk ini sederhana saja jika produk kita telah menerapkan standar kualitas maka kita harus tetap menjaga kualitas tersebut bahkan meningkatkan menjadi lebih baik. Jika kualitas produk kita menurun, maka pasar akan pergi, dan pasar yang pergi karena  menurunnya kualitas produk yang kita tawarkan, akan sulit untuk dirayu membeli produk kita lagi, pasar telah kecewa, dan kita kehilangan reputasi.

Ketika kita kehilangan pasar dalam hal ini pelanggan, maka usaha kita tengah menghadapi bencana besar. Oleh karena itu jangan sampai, kita mengalami penurunan kualitas dari produk usaha kita, karena hal itu tidak akan mudah mengembalikan kepercayaan pasar terhadap usaha atau produk kita.

Maka dalam urusan menjaga kualitas produk, kita benar-benar perlu untuk memastikan semua standar berjalan di lini produksi dari produk kita, mulai dari pemasok  yang menyediakan bahan baku, proses dalam pengolahan, sampai tahap pemasaran produk. Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya menghindari kekurangan bahan baku produk di saat terjadi lonjakan permintaan pasar, dan juga memastikan proses produksi dan pemasaran sesuai standar yang telah ditetapkan sejak awal.

Dengan melakukan pengecekan kualitas secara berkala di seluruh alur produksi, maka kualitas dari produk kita akan tetap konsisten dan terjaga dengan baik, jika pun ada penurunan kualitas dapat  segera diantisipasi dilakukan perbaikan sebelum jatuh ke pasar.

  • Produk Tidak Laku Karena Harga Terlalu Mahal

Persoalan penentuan harga memang menjadi persoalan yang tidak mudah, sering kali kita telah melakukan perhitungan harga yang tepat di pasaran, namun ternyata pesaing dari produk kita melakukan perang harga dengan menurunkan harga produk mereka. Hal semacam ini adalah hal yang berada atau disebabkan dari luar usaha kita, namun tentu harus kita antisipasi.

Oleh sebab itu penting bagi kita untuk terus melakukan pemantauan harga di pasar, sesekali melakukan pengecekan harga yang ada dari produk pesaing. Tidak ada salahnya kita melakukan survei harga kepada konsumen, untuk mengetahui apakah harga yang kita berikan terlalu mahal atau justru terlalu murah.

Di dalam melakukan penentuan harga, selain melalui perhitungan biaya produksi,  juga perlu untuk mempertimbangkan siapa yang menjadi target market produk kita.  Jangan sampai kita salah dalam menentukan harga jual; misalnya harga jual produk kita ternyata terlalu murah maka kita akan rugi, dan sebaliknya ketika produk kita terlalu mahal kita tetap akan rugi karena produk kita tidak laku, tidak mencapai daya beli masyarakat.

  • Produk Tidak Laku karena Konsep Pemasaran Tidak Matang

Konsep Pemasaran menjadi sangat penting dalam sukses tidaknya produk kita terjual di pasaran, hal ini karena melalui konsep pemasaran kita telah memiliki serangkaian rencana dan gambaran tentang bagaimana nantinya  produk kita akan dikenal oleh masyarakat dalam hal ini sebagai calon pembeli. Oleh sebab itu menjadi sangat penting kematangan dari konsep pemasaran yang kita buat.

Kita harus benar-benar membuat konsep pemasaran secara rinci dan hal ini harus sesuai dengan hasil amatan atau data lapangan yang kita dapatkan ketika melakukan analisis pasar, selain itu kita juga perlu untuk memiliki rencana cadangan dari setiap upaya pemasaran yang telah kita kerjakan, sehingga kita masih memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki kondisi pasar sebelum kita kehilangan momen.

  • Adanya Persaingan Harga dari Kompetitor

Di dalam dunia usaha kompetitor akan selalu ada, apa pun usaha yang kita jalankan, oleh sebab itu maka kita harus benar-benar bisa memahami siapa saja yang menjadi kompetitor dari usaha kita di di pasaran. Kita harus terus memperbaharui dan mencari informasi dari usaha kita dan juga usaha kompetitor kita, sehingga kita dapat melakukan inovasi yang jauh lebih baik dari kompetitor kita.

Keberadaan kompetitor ini harus kita maknai sebagai bagian dari pemberi motivasi untuk kita melakukan berbagai inovasi, sehingga pasar akan tetap kita dapatkan. Kita juga jangan sampai terjebak dengan perang harga yang dilakukan oleh kompetitor, karena perang harga akan berdampak buruk bagi usaha kita di pasaran. Lebih baik kita mencari jalan lain dalam upaya memenangkan persaingan pasar.

  • Produk Tidak laku karena Sumber Daya Manusia kita Tidak Mumpuni

Selain persoalan harga dan kualitas produk, kita juga perlu melihat lebih dalam apakah orang-orang yang kita kerjakan benar-benar memiliki kemampuan yang sesuai di bidangnya masing-masing? Karyawan atau sumber daya manusia yang kita miliki adalah mereka yang akan menjadi kunci sukses atau tidaknya usaha yang kita jalankan. Oleh karena itu kita wajib untuk memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dan memiliki kompetensi di bidangnya.

Sering kali kita sebagai pelaku usaha rintisan tidak memiliki kemampuan dalam memilik calon tenaga kerja yang baik, atau juga sering kali terjadi pengusaha yang justru tidak dapat mempertahankan pekerja terbaik mereka karena tidak memahami bagaimana cara melakukan penilaian kinerja.

Dalam dunia usaha ketidakmampuan melakukan rekrutmen dan mempertahankan karyawan, adalah masalah besar, karena akan berdampak pada tidak terciptanya tim yang solid. Tanpa ada  tim produksi, tim pengemasan, tim distribusi, dan tim pemasaran yang baik produk kita tidak akan laku dijual di pasaran.

Kesimpulan

Banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai upaya dalam menangani produk kita yang tidak laku. Cara mengatasi produk tidak laku di atas hanya sebagian kecil, masih banyak faktor lain yang menjadi sebab produk kita tidak laku. Pada dasarnya sebagai pelaku usaha kita harus terus melakukan evaluasi dari setiap produk dan setiap periode pemasaran, kita harus benar-benar paham bagaimana proses produk kita sampai di pasar dan bagaimana tanggapan pasar atas produk kita.

Dalam menangani produk tidak laku ini, tidak hanya dapat diterapkan oleh pelaku individu dan juga UMKM namun juga dapat diterapkan dan berlaku bagi unit usaha BUMDes. Sering kali unit usaha BUMDes tidak dapat berjalan karena produk yang mereka buat tidak laku di pasar, nah untuk mendeteksi mengapa produk BUMDes tidak laku maka dapat dilakukan dengan langkah-langkah di atas. Penting bagi BUMDes agar tidak gulung tikar karena produk tidak laku.

Dengan kita melakukan evaluasi dari proses penjualan atau pemasaran produk, mendapatkan umpan balik dari konsumen untuk produk kita, maka kita bisa terus melakukan inovasi untuk membuat produk kita lebih baik lagi. Dengan demikian maka produk kita akan mendapat tempat di pasar, dan penjualan akan terjadi alias laku di pasaran. Demikian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat. Salam. Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Cokelat Wondis
Cokelat Pegagan di Lingkar Menoreh – Merekam Geliat Desa