BUMDes Menghadapi Krisis Akibat Pandemi Covid-19

BUMDes Menghadapi Krisis Akibat Pandemi Covid-19

Sedesa.id Bagaimana Cara BUMDes Menghadapi Krisis? Menjadi pertanyaan yang belakangan santer dalam forum diskusi Online. Baik diskusi melalui Grup Whatsapp atau pun Facebook. Memang menjadi pertanyaan bersama, bagaimana BUMDes menghadapi krisis akibat pandemi covid-19 ini.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan saat ini pun melanda Indonesia. Tidak hanya menyebabkan dampak pada kesehatan masyarakat, akan tetapi berimbas pada perekonomian Indonesia. Dampak perekonomian ini tanpa tebang pilih, baik industri besar atau kecil semua terkena dampaknya, termasuk BUMDes.

Kita telah melihat bagaimana usaha-usaha yang ada di sekitar kita merasakan dampak dari krisis akibat Covid-19 ini. Usaha masyarakat, usaha di desa, dan usaha yang dijalankan BUMDes. Sangat menyedihkan. Kita tentu berharap, pandemi segera berlalu dan perekonomian kembali pulih. BUMDes kembali dapat beroperasi menjalankan unit usahanya dengan maksimal.

Menjaga Semangat BUMDes di Saat Krisis

Krisis ekonomi akibat Covid-19 ini tidak hanya melanda mereka yang berada di kota. Namun telah merambah sampai di desa. Usaha di desa dan BUMDes tidak luput dari guncangan krisis akibat pandemi ini. Hal ini tidak lain karena saat ini usaha dijalankan tidak lagi mengenal jarak atau daerah.

Sebagai badan usaha di tingkat desa BUM Desa, saat ini sedang menjalani masa ujian krisis. Terutama bagi BUMDes yang sedang berkembang, baru memulai, harus kembali dipukul mundur oleh krisis.

Tentu saja kita harus tetap berpikir optimis, bahwa kita bisa terus bertahan dan mencari solusi terbaik untuk unit usaha BUMDes yang ada di desa kita. Inovasi sering kali muncul dan lahir di kala krisis, di saat ada tekanan.

Pengelola BUMDes memang harus berpikir ekstra. Berpikir layaknya pelaku usaha umum. Bahwa jangan sampai BUMDes yang dikelola gulung tikar. Harus melakukan berbagai strategi dalam menghadapi pandemi.

Dalam artikel sebelumnya, kita telah membahas bagaimana Menjaga semangat BUMDes di saat kritis yang perlu kita lakukan bersama. Untuk membaca artikel tersebut silakan baca di: Menjaga Semangat BUMDes Di Masa Krisis

Dampak Besar Unit Usaha BUMDes di Bidang Pariwisata

Sektor pariwisata mengalami dampak yang sangat serius dari pandemi ini. Kita ketahui bahwa upaya memerangi pandemi adalah dengan tetap tinggal di rumah, menunda bepergian yang tidak perlu, dan tetap menahan diri untuk tidak berkerumun. Kondisi ini tentu saja telak memukul mundur sektor pariwisata. Termasuk BUMDes yang menjalankan unit usaha BUMDes Pariwisata.

Kita memang harus bersabar, harus bisa menahan diri untuk tidak beraktivitas di luar, berkerumun, tidak bepergian. Bahkan pemerintah dengan tegas melarang mudik.  Hal ini tentu saja, menjadikan kegiatan pariwisata BUMDes mau tidak mau harus berpikir ulang, mengatur strategi kembali bagaimana cara mereka bertahan di tengah pandemi.

Momen liburan lebaran bagi dunia pariwisata adalah momen panen. Karena akan ada libur lebaran dan juga kegiatan wisata keluarga. Tempat-tempat wisata akan ramai dan penuh sesak dengan pengunjung. Tapi tahun ini, kondisi tersebut tidak akan terjadi. Secara tegas banyak daerah yang telah menutup tempat wisata termasuk wisata yang di kelola BUMDes. Pemerintah pun telah mengalihkan libur lebaran menjadi libur di akhir tahun nanti.

Dampak dari berhentinya kegiatan pariwisata, tidak hanya dirasakan langsung oleh pengelola dalam hal ini unit usaha BUMDes. Namun juga mitra desa wisata yang ada, mereka warga desa yang menyediakan penginapan, mereka yang menyediakan atraksi budaya, atraksi pariwisata, menyediakan aksesoris, menyediakan kuliner dan semua yang berhubungan dengan kegiatan pariwisata di desa.

BUMDes dan pemerintah desa, tidak hanya mengalami persoalan langsung berhentinya kegiatan wisata yang dikelola. Namun juga kenyataan di lapangan bahwa  banyak warga yang harus kehilangan mata pencaharian dari sektor wisata. Hal ini tentu menyebabkan persoalan baru, persoalan tidak adanya pendapatan. Sementara Bantuan Langsung Tunai tidak merata atau semua warga desa masuk dalam daftar penerima.

Krisis Melanda BUMDes Seluruh Daerah

Krisis yang melanda akibat pandemi ini terjadi di seluruh daerah. Tidak hanya melanda BUMDes yang menjalankan unit usaha pariwisata. Namun juga berbagai unit usaha lain. BUMDes di kabupaten Klaten BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok, BUM Desa Sinergi di Desa Sidowayah, BUMDes Tirta Sejahtera di Desa Pluneng dan BUMDes Gumerah di Desa Gununggajah.

Selain di Kabupaten Klaten, dampak pandemi juga dirakan oleh BUMDes di Kabupaten Belitung Timur, jumlah BUMDes yang terkena dampak di Kabupaten Belitung Timur cukup banyak. Dalam laporan tercatat lebih dari 22 BUMDes yang merasakan dampaknya.

Tentu masih banyak daerah lain yang terkena dampak baik langsung atau tidak langsung. BUMDes  baik yang baru berdiri atau  pun yang sudah maju sama-sama mengalami dampak pandemi. Perlu adanya inisiasi untuk melakukan serangkaian inovasi dan strategi di dalam mempertahankan dan memenangkan BUMDes melawan pandemi.

Langkah Strategi BUMDes Melawan Krisis

Tidak ada kata kalah, pelaku usaha termasuk BUMDes perlu melakukan langkah strategis dalam melawan krisis. Tanpa adanya langkah-langkah penanganan, tentu dampak lebih besar akan dirasakan oleh BUMDes.

Melihat kondisi BUMDes di beberapa daerah yang mengalami dampak pandemi ini. Maka perlu adanya perhatian khusus dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan eksistensi BUMDes di tengah pandemi ini.

BUMDes dengan unit usaha pada sektor pariwisata menjadi BUMDes paling banyak terimbas dari adanya pandemi ini. Karenanya kita berharap ada kebijakan yang dapat membangkitkan BUMDes tersebut. Kebijakan yang menopang agar BUMDes tetap eksis dan tidak gulung tikar.

Selain itu, BUMDes dalam situasi krisis ini juga diharapkan dapat mendukung program Desa Tanggap covid-19. Program yang telah dicanangkan oleh Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. BUMDes harus dapat menjadi wadah dalam penyerapan tenaga kerja di desa, hal ini sebagai antisipasi adanya ancaman PHK besar-besaran di kota-kota besar. Dengan banyak masyarakat yang memilih pulang kampung ke desa karena PHK maka BUMDes harus bersiap menyerap tenaga kerja.

Selama ini BUMDes menjalankan peran dalam upaya meningkatkan perekonomian Desa,  banyak kegiatan ekonomi desa yang kemudian berputar karena keberadaan BUMDes. Hal ini  dapat berhenti, dan akan semakin mengkhawatirkan apabila BUMDes tidak mampu melawan krisisi, BUMDes tidak dapat mempertahankan eksistensinya di tengah pandemi.

Diperlukan adanya pendampingan dan penguatan BUMDes dari sisi kelembagaan dan usaha untuk mendukung keberlanjutan BUMDes. BUMDes harus tetap eksis dan berkelanjutan. Jangan sampai BUMDes mati di tengah pandemi.

Kesimpulan

 Kita tentu berharap krisis ini akan segera berakhir. Namun kita tidak boleh berdiam diri. Kita harus melakukan berbagai langkah strategis agar BUMDes yang kita kelola dapat tetap bertahan di tengah pandemi. Bagaimana pun BUMDes memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian di tingkat desa dan daerah.

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai BUMDes Menghadapi Krisis Akibat Pandemi Covid-19. Semoga bermanfaat dan memberikan gambaran bagaimana kita menghadapi pandemi ini. Salam. Ari Sedesa.id

More Stories
Lowongan Staf Riset PIRAC November 2019