Aspek dalam Menganalisis Kelayakan Usaha BUMDes

Aspek dalam Menganalisis Kelayakan Usaha BUMDes

Sedesa.id Aspek dalam Menganalisis Kelayakan Usaha menjadi sangat penting untuk diperhatikan ketika kita akan mendirikan Badan Usaha Milik Desa atau akan memulai sebuah usaha, seperti halnya bagi pelaku usaha UMKM, pelaku usaha kelompok, dan juga unit usaha BUMDes.

Di dalam mendirikan BUMDes atau unit usaha BUMDes ada beberapa hal yang akan menjadi pertimbangan bagi pengelola atau pengurus BUMDes. Pertimbangan utama di dalam membangun usaha tentu saja pertimbangan berapa keuntungan yang akan diperoleh.

Sehingga sejak awal kita perlu untuk mempertimbangkan berbagai aspek yang akan mendukung usaha kita dalam upaya mendapatkan keuntungan atau manfaat dari kegiatan usaha yang dijalankan oleh BUMDes.

Pertanyaan yang sering muncul sebagai bentuk pertimbangan kelayakan sebuah usaha yang sedang atau akan didirikan adalah, apakah usaha yang dirintis dan dikembangkan akan memberikan manfaat atau menguntungkan? Jika menguntungkan, apakah keuntungannya akan berlangsung secara lama, atau akan stagnan pada periode tertentu.

Guna menjawab pertanyaan apakah unit usaha BUMDes akan memberikan manfaat dan keuntungan secara jangka panjang atau tidak. Maka dibutuhkan upaya penelitian atau analisis dari berbagai aspek. Analisis tersebut yang nantinya dapat menjadi landasan dasar di dalam mengambil pertimbangan-pertimbangan menjalankan unit usaha BUMDes.

Sebagai pengelola atau pengurus BUMDes yang mana berarti sebagai pelaku usaha, penting untuk menilik atau melihat lebih jauh apakah sebuah unit usaha yang akan BUMDes jalankan layak untuk dikerjakan, atau harus ditunda terlebih dahulu.

Di dalam mengukur dan melakukan analisis kelayakan usaha BUMDes, kita harus menggunakan metode yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut: Apakah unit usaha BUMDes yang akan dijalankan dapat memberikan manfaat? Apakah biaya atau modal yang akan dikeluarkan sebanding dengan rencana unit usaha BUMDes yang akan dijalankan? Apakah unit usaha BUMDes yang dijalankan akan memberikan keuntungan secara finansial?

Di dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tentu dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain aspek pasar dan pemasaran, aspek keuangan, aspek teknis atau operasional, aspek manajemen, aspek ekonomi dan sosial serta aspek dampak lingkungan.

Mari kita bahas satu persatu dari setiap aspek yang telah disebutkan di atas, yang mana aspek-aspek tersebut  menjadi sangat penting sebagai bahan dalam menganalisis kelayakan usaha BUMDes.

1. Aspek Pasar dan Pemasaran

Aspek dalam Menganalisis Kelayakan Usaha yang pertama adalah aspek pasar dan pemasaran. Aspek ini terkait seberapa besar peluang pasar dan cara dalam melakukan penjualan atau pemasaran dari produk atau jasa unit usaha BUMDes yang akan kita jalankan.

Di dalam aspek pasar dan pemasaran, akan menjawab pertanyaan-pertanyaan penting sebagai berikut:

a. Apakah ada konsumen potensial yang akan membeli produk atau jasa unit usaha BUMDes?
b. Jika ada, seberapa besar pasar nyata dan potensi konsumen tersebut?
c. Bagaimana peta kondisi pesaing, di mana saja pesaing, besaran pesaing, keunggulan pesaing dan pertanyaan seputar pesaing dari produk atau jasa yang kita pilih?
d. Bagaimana perilaku konsumen dari produk atau jasa yang kita pilih?
e. Strategi apa yang harus dijalankan di dalam upaya memenangkan persaingan pasar dan upaya merebut pasar pesaing?

Di dalam menentukan pasar terdapat kriteria pasar yang harus diukur untuk mempermudah di dalam melakukan penentuan sasaran atau target pasar. Kriteria pasar yang dimaksud adalah sebagai berikut:

a. Pasar potensial adalah sekumpulan calon pembeli atau konsumen yang memiliki tingkat minat tinggi terhadap penawaran pasar.
b. Pasar tersedia adalah sekumpulan calon pembeli atau konsumen yang memiliki minat, pendapatan, akses dan kualifikasi untuk penawaran pasar tertentu.
c. Pasar sasaran (pasar terlayani) adalah bagian dari pasar tersedia yang akan dimasuki oleh perusahaan atau dalam hal ini BUMDes berdasarkan pada kesiapan dan kebijakan perusahaan.
d. Pasar sasaran (pasar terlayani) adalah bagian dari pasar tersedia yang akan dimasuki oleh perusahaan dalam hal ini BUMDes berdasarkan pada kesiapan dan kebijakan perusahaan.
e. Cara untuk melakukan  Riset Pasar adalah dengan terjun langsung kelapangan dengan cara melakukan observasi, wawancara maupun kuesioner.

2. Aspek Keuangan

Aspek keuangan menjadi sangat penting di dalam menjalankan sebuah usaha BUMDes. Sebelum menentukan unit usaha yang akan dijalankan, maka perlu untuk memperhatikan aspek keuangan secara mendalam.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan diperjelas mengenai aspek keuangan, yaitu:

a. Besarnya investasi, yaitu sejumlah dana yang dibutuhkan untuk modal atau investasi unit usaha BUMDes.
b. Pembelian biaya operasional, biaya non operasional maupun belanja modal kerja yang dibutuhkan untuk unit usaha BUMDes.
c. Pendapatan yang akan diterima selama menjalankan usaha BUMDes.

3. Aspek Teknis dan Operasi

Aspek Teknis dan Operasional mungkin kelihatannya mudah, namun harus benar-benar diperhitungkan sejak awal. Di dalam aspek teknis dan operasi, hal-hal yang perlu dianalisis sejak awal adalah:

a. Lokasi usaha

Lokasi usaha merupakan tempat yang dipilih untuk nantinya dijadikan; tempat melayani konsumen atau pun tempat produksi dari usaha yang akan dijalankan.

Oleh sebab itu, maka perlu dicari lokasi yang tepat dan strategis sebagai tempat usaha. Lokasi yang tepat dan strategis ini menjadi sangat penting dalam upaya mendapatkan calon pembeli atau pasar.

b. Tata Letak

Penentuan tata letak atau layout perlu dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kenyamanan, keindahan, efisiensi, biaya, dan fleksibilitas.

Tata letak ini menjadi sangat penting ketika unit usaha yang dipilih berhubungan dengan display produk, seperti halnya menjalankan unit usaha BUMDes Mart. Tentu tata letak dan kenyamanan dalam berbelanja adalah hal yang utama agar konsumen betah dan menjadi pelanggan setia.

Bagaimana menjalankan unit usaha BUMDes Mart? Sahabat dapat belajar dari desa yang telah menjalankan BUMDes Mart, dalam artikel sebelumnya silakan di baca: BUMDes Mart Solusi Warga Desa Belanja Hemat

c. Teknologi yang digunakan

Teknologi yang digunakan harus benar-benar sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru saat ini, dan juga melihat pada perkembangan teknologi yang akan datang. Selain itu di dalam memilihi teknologi yang akan digunakan juga harus disesuaikan dengan luas produksi.

Menyesuaikan teknologi yang digunakan dengan kapasitas produksi yang diinginkan ini sangat penting, hal ini agar tidak terjadi kelebihan kapasitas atau pun kekurangan kapasitas.

d. Perhatikan Volume produksi

Dalam menjalankan usaha penting untuk memperhatikan volume produksi, hal ini dimaksudkan agar volum produksi sesuai atau relevan dengan potensi pasar dan prediksi permintaan pasar, sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan kapasitas.

Volume operasi yang berlebihan pada akhirnya akan menimbulkan masalah dalam penyimpanan produk, memerlukan gudang atau wadah baru, sedangkan volume produksi yang kurang akan menyebabkan hilangnya pelanggan, karena mereka tidak mendapatkan produk yang diinginkan.

e. Bahan Baku Produk

Bahan baku produk adalah hal utama di dalam menjalankan unit usaha BUMDes dibidang produksi. Bahan baku dan sumber daya yang diperlukan dalam proses produksi harus cukup tersedia.

Persediaan bahan baku harus sesuai dengan volume produksi. Hal ini demi kelancaran dari proses produksi. Sehingga diperlukan analisa yang matang mengenai ketersediaan bahan baku, dan jika kurang sudah memiliki rencana untuk penyediaan bahan baku tambahan dari sumber yang lain.

f. Tenaga kerja

Tenaga kerja menjadi aspek penting, meliputi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan kualifikasi yang sesuai dengan pekerjaan yang ada agar penyelesaian pekerjaan bisa lebih cepat, tepat dan hemat.

Penting di dalam memilih tenaga kerja atau karyawan BUMDes, apa saja syarat karyawan BUMDes? Dapat di baca dalam artikel berikut: Syarat Menjadi Karyawan BUMDes dan Unit Usaha Bumdes

4. Aspek Ekonomi dan Sosial

Aspek Ekonomi da Sosial harus dihitung secara matang, apa yang akan muncul atau menjadi dampak secara ekonomi dan juga sosial ketika unit usaha BUMDes yang dipilih nantinya dijalankan.

Dampak yang akan muncul secara ekonomi misalnya meliputi:
a. Jumlah tenaga kerja yang dapat terserap, baik yang bekerja di pabrik maupun masyarakat yang di luar pabrik.
b. Meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
c. Meningkatkan atau menciptakan iklim ekonomi yang baik di masyarakat.

Sedangkan dampak sosial yang muncul akibat adanya usaha berupa tersedianya sarana dan prasarana, antara lain:
a. Pembangunan jalan
b. Penerangan
c. Sarana telepon
d. Sarana air minum

5. Aspek Dampak Lingkungan

Aspek dampak lingkungan ini sering kali dilupakan oleh pelaku usaha. Penting sejak awal dihitung secara cermat bagaimana aspek dampak lingkungan yang akan muncul, meliputi:

a. Dampak kegiatan usaha terhadap air.
b. Dampak kegiatan usaha terhadap tanah.
c. Dampak kegiatan usaha terhadap udara.
d. Dampak kegiatan usaha terhadap kesehatan manusia.

Kesimpulan

Menganalisis Kelayakan Usaha BUMDes menjadi sangat penting bagi kita ketika ingin mendirikan BUMDes dan menjalankan unit usaha BUMDes, dengan kita memperhatikan Aspek dalam Menganalisis Kelayakan Usaha BUMDes diharapkan unit usaha BUMDes yang kita jalankan akan sesuai dan tidak mengalami persoalan di kemudian hari.

Aspek menganalisis kelayakan usaha BUMDes ini tentu nanti disesuaikan dengan potensi yang dimiliki desa. Pembahasan mengenai ini telah kita ulas dalam artikel berikut: Jenis Usaha Bumdes sesuai potensi Desa. Demikian pembahasan mengenai Aspek dalam Menganalisis Kelayakan Usaha BUMDes, semoga bermanfaat. Salam. Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Pola Pikir Positif Pengelola BUM Desa
BUM Desa Harus Punya Pola Pikir Positif