Tidak Ada Pemahaman Bersama Penyebab BUMDes Jalan di Tempat

Tidak Ada Pemahaman Bersama Penyebab BUMDes Jalan di Tempat

Sedesa.id Penyebab BUMDes Jalan di Tempat. Tidak terasa  sudah 6 tahun undang-undang desa disahkan. Keberadaan undang-undang desa yang menjadi angin segar bagi pegiat desa, cenderung ditandai oleh dua hal; 1. adanya dana desa, 2. pendirian Badan Usaha Milik Desa.

Dalam catatan penulis kali ini, saya  ingin membahas pada poin ke dua, yaitu mengenai pendirian BUMDes; Tidak Ada Pemahaman Bersama Menjadi Penyebab BUMDes Tidak Maju. Setelah 6 tahun undang-undang desa, pendirian BUMDes sudah hampir merata di seluruh desa. Namun kita sebagai pegiat desa, pegiat BUMDes tentu memahami, perjuangan BUMDes ini masih panjang.

Perjuangan Panjang Pendirian BUMDes

Apa yang menjadi penyebab BUMDes jalan di tempat? BUMDes bukan barang baru, keberadaan model usaha ini sudah ada sejak lama di desa. Namun baru setelah undang-undang desa disahkan. BUMDes mulai ramai menjadi pembicaraan.

Banyak sebab mengapa BUMDes seolah menjadi primadona baru di desa.  Jika kita sama-sama boleh jujur, tentu selalu ada motif dari suatu fenomena yang tiba-tiba ramai peminat, termasuk BUMDes. Motif ini juga bisa menjadi salah satu penyebab BUMDes jalan di tempat.

Di berbagai desa upaya mendirikan BUMDes langsung menjadi agenda yang diutamakan. Tidak lain karena memang memiliki  tujuan untuk memajukan sosial dan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa. Atau karena tergiur adanya dana desa yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan BUMDes.

Apa pun motif awal yang menjadi dasar pendirian BUMDes. Satu hal yang pasti, semua akan mengalami ujiannya masing-masing. Kita dapat saksikan bagaimana BUMDes yang hanya asal berdiri, yang pendiriannya ‘gaib’ tanpa melibatkan warga kemudian gulung tikar atau tinggal papan nama.

Sebaliknya kita bisa melihat bagaimana BUMDes yang diinisiasi oleh berbagai pihak, oleh  pemerintah desa, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, warga dan seluruh elemen desa. Secara pelan namun pasti menunjukkan keberhasilan dari usaha yang dijalankan.

Artinya apa? Sejak dalam  rencana pendirian pun ada perjuangan panjang yang harus di tempuh oleh BUMDes. Jika dalam proses pendirian  hanya untuk kepentingan individu atau kelompok, jelas akan tumbang, ini yang menjadi penyebab BUMDes jalan di tempat.

Namun ketika kekuatan bersama, kekuatan sosial desa yang menjadi pondasinya, perjuangan pendirian BUMDes tidak akan mengkhianati hasil.

Mengapa Banyak BUMDes Jalan Di Tempat?

Ada yang bertanya pada saya, lebih tepatnya kami berdiskusi kemudian, karena saya juga tidak dapat memberikan jawaban satu arah. Sehingga pertanyaan; mengapa banyak BUMDes jalan di tempat? yang ditanyakan kepada saya, kemudian saya lempar ke forum.

Menjawab pertanyaan ini, memang tidak bisa langsung memfonis.  Tentu perlu  analisa mendalam.  BUMDes seperti apa yang dimaksud? jalan di tempat seperti apa?

Lalu masuk lebih dalam melihat manajemen BUMDes,  sampai pada saat pendirian dan usaha serta rekam jejak operasional BUMDes. Perlu ada pengamatan, mendiagnosis terlebih dahulu.

Melihat BUMDes yang mati suri, gagal, atau jalan di tempat memang membuat kita miris. Kurang apa posisi BUMDes hari ini sebagai Badan Usaha Milik Desa? Mulai dari kepastian hukum,  dukungan pemerintah, sampai pendanaan semua ada.

Sehingga ketika BUMDes yang ada di desa kita jalan di tempat, sebaiknya kita tidak diam. Jangan acuh, kita patut mengambil tindakan untuk menyelamatkan. Melihat lebih dalam, dan mencari apa yang menjadi ganjalan sehingga BUMDes jalan di tempat.

Penyebab BUMDes Jalan di Tempat; Belum Adanya Pemahaman Bersama Tentang BUMDes

Kembali pada pertanyaan mengapa BUMDes jalan di tempat?  Tentu ada banyak faktor, banyak sebab. Namun mari kita menjawab dengan satu pertanyaan; bagaimana pemahaman bersama tentang BUMDes? Apakah warga desa paham? Apakah pemerintah desa benar-benar paham? Juga pengurus BUMDes sudah benar-benar memahami BUMDes?

Bisa jadi penyebab BUMDes jalan di tempat karena belum adanya pemahaman bersama tentang BUMDes. Ingat BUMDes adalah  model usaha bercorak sosial, yang mana kekuatan sosial, atau modal sosial menjadi sangat penting dalam keberhasilan BUMDes.

Mari kita runut, mengapa pemahaman bersama tentang BUMDes belum benar-benar sampai kepada warga desa? Bisa jadi hal ini diawali dari pemahaman perangkat desa terutama kepala desa tentang BUMDes yang juga masih sangat kurang.

Mengapa perangkat desa dan kepala desa ‘tidak’ memahami BUMDes?  Kondisi ini bisa jadi disebabkan selama ini posisi perangkat desa dan kepada desa hanya pelaksana tugas atau sebagai kepanjangan tangan dari struktur pemerintah di atasnya. Selama ini tugas dan tanggung jawab lebih banyak pada masalah administrasi dan proyek atau program yang datang dari atas.

Maka keberadaan BUMDes tidak serta merta dapat dipahami secara langsung. Ini menjadi tantangan dan tugas kita bersama memang. Bagaimana memahami BUMDes, tentu perlu kerja keras agar benar-benar dapat memahami BUMDes. Dan jika kita tidak ingin BUMDes jalan di tempat, maka memang perlu kerja keras ini.

Pemerintah desa, kepala desa, dan  kita semua elemen desa perlu memahami BUMDes, memiliki pemahaman bersama tentang BUMDes. Kita bersama  membutuhkan wawasan kewirausahaan dan pemahaman kemandirian ekonomi desa. Terlebih pemerintah desa, yang kemudian dapat melakukan sosialisasi secara serius agar warga desa memahami BUMDes.

Kesimpulan Pembahasan

Apa penyebab BUMDes jalan di tempat? Ada banyak  sebab dan tentu jawaban yang kita  paparkan di atas bukan menjadi sebab mutlak yang selalu terjadi. Namun penting kita pahami, bahwa BUMDes jalan di tempat bisa kita tebak sejak dalam proses pendirian.

Proses pendirian BUMDes yang baik dan benar sesuai pedoman, tentu akan membawa kebaikan dan manfaat serta jalan sampai tujuan. Namun jika dalam proses pendirian saja sudah banyak intrik dan kepentingan individu, maka jalan di tempat bahkan mati suri akan menjadi tujuan akhir.

Itu sebabnya pemahaman bersama tentang BUMDes ini penting. Jika warga desa, dan seluruh elemen desa memahami BUMDes, maka BUMDes akan diperjuangkan, akan dijalankan dengan kekuatan sosial desa. Ini tentu sejalan dengan nafas utama BUMDes sebagai  model usaha bernafaskan sosial.

Nah bagaimana cara agar ada pemahaman bersama tentang BUMDes? Bisa dimulai dari pemerintah  desa, dan pegiat desa termasuk kita. Adanya sosialisasi atau pendidikan dan pelatihan tentang BUMDes dengan baik kepada warga desa. Maka akan tumbuh pemahaman bersama tentang BUMDes dan urgensi dari pendirian BUMDes bagi desa dan masyarakat.

Jika sudah ada pemahaman bersama tentang BUMDes, maka tujuan utama pendirian BUMDes  tentu akan terwujud.  Demikian pembahasan kali ini mengenai Tidak Ada Pemahaman Bersama Penyebab BUMDes Jalan di Tempat Semoga bermanfaat. Tetap semangat membangun desa. Salam. Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Tahap Pemberdayaan Masyarakat Desa
Tahap Pemberdayaan Masyarakat Desa