Kesalahan Dalam Sistem Manajemen BUMDes

Kesalahan Dalam Sistem Manajemen BUMDes

Sedesa.id Dalam menjalankan BUMDes, adanya sebuah kesalahan adalah hal yang sering terjadi. Kesalahan ini bisa terjadi di semua tingkatan dan juga dalam semua sisi, salah satunya di dalam sistem manajemen itu sendiri.

Kesalahan bisa menjadi sebuah sumber pembelajaran pengelola BUMDes, namun akan lebih baik jika potensi masalah yang ada dapat dihindari sejak dini dan sehingga BUMDes akan terhindar dari masalah yang lebih besar.

Sistem manajemen yang ada dalam tubuh BUMDes sangat mempengaruhi produktivitas para pengelola BUMDes atau karyawan unit usaha BUMDes. Sistem manajemen itu tidak hanya berkutat di  sekitar penggajian para pengelola atau karyawan melainkan meliputi semua hal yang berkaitan dengan cara menjalankan sebuah perusahaan.

Dengan mengenali kesalahan-kesalahan  yang umum terjadi, diharapkan pengelola BUMDes bisa mengantisipasinya sejak dini. Dalam menjalankan BUMDes, beberapa jenis kesalahan dalam sistem manajemen yang sering terjadi sebagai berikut.

1. Tidak Bisa Mendefinisikan Tujuan yang Ingin Dicapai Dengan Jelas

Kesalahan sistem manajemen BUMDes disebabkan karena dalam menjalankan BUMDes belum adanya tujuan yang jelas. Kemampuan mendeskripsikan tujuan BUMDes yang jelas akan menjadi tali penuntun bagi pengelola BUMDes sehingga bisa melakukan pekerjaan atau tanggung jawab mereka dengan sebaik-baiknya.

Tidak dapat dipungkiri, masih sering ditemukan bahwa para pimpinan atau direktur BUMDes belum bisa memberikan informasi yang jelas mengenai tujuan yang ingin dicapai. Hal ini membuat para bawahan tidak bisa menentukan prioritas yang jelas dan akhirnya mereka tidak bisa bekerja dengan maksimal.

2. Kesalahan Sistem Manajemen BUMDes Karena Melakukan Rekrutmen yang Tidak Efektif

Seiring dengan perkembangan unit usaha BUMDes, maka kebutuhan akan tenaga kerja atau karyawan pun meningkat. Maka perlu melakukan rekrutmen karyawan baru. Nah di sini pengelola harus berhati-hari, karena bisa jadi kesalahan sistem manajemen BUMDes diakibatkan oleh proses rekrutmen yang keliru.

Keberadaan karyawan baru, diharapkan akan memberikan dampak positif dalam upaya BUMDes mencapai target atau tujuan usaha BUMDes. Namun, hal ini tidak akan tercapai bila proses rekrutmen dilakukan dengan tidak efektif atau terburu-buru. Karenanya, proses rekrutmen BUMDes harus dilakukan secara baik dan efektif, jangan sampai memasukkan karyawan yang salah di dalam pengelolaan BUMDes.

3. Penggunaan Feedback yang Kurang Maksimal

Dalam menjalankan unit usaha BUMDes, untuk meningkatkan efisiensi dan performa kerja dari sebuah tim atau dari setiap karyawan, pemberian feedback sanggatlah diperlukan. Feedback yang dimaksudkan di sini bisa bersifat positif dan juga negatif.

Pemberian feedback ini harus dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari masalah yang lebih besar untuk kesalahan yang terjadi atau bisa juga untuk meningkatkan moral dari seluruh anggota tim untuk keberhasilan yang berhasil dicapai. Ini juga menjadi tanda bahwa sistem manajemen BUMDes berjalan dengan baik.

4. Tidak Mempercayai Sesama Karyawan atau Pengurus BUMDes

Dalam sistem manajemen BUMDes, kepercayaan adalah salah satu hal krusial. Banyak pemimpin, direktur BUMDes atau manajer unit usaha yang tidak mempercayai anggota tim atau bawahan mereka untuk melakukan sebuah pekerjaan tertentu. Mereka berpikir bahwa tidak ada orang lain yang bisa mengerjakan pekerjaan itu sebaik mereka dan pada akhirnya menolak untuk mendelegasikan orang lain untuk pekerjaan tersebut.

Hal ini akan berujung pada bertumpuknya masalah yang ada dan tidak bisa diselesaikan sendirian. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila hal ini terjadi. Mendelegasikan orang lain untuk melakukan sebuah pekerjaan merupakan salah satu bentuk kepercayaan dan juga salah satu teknik untuk menghindari bertumpuknya masalah di dalam menjalankan unit usaha BUMDes.

5. Kesalahan Sistem Manajemen BUMDes Karena Tidak Mau Mendengarkan

Hal ini adalah sebuah kesalahan yang umum dilakukan bukan hanya dalam sistem manajemen sebuah perusahaan besar namun pada hampir semua aspek pekerjaan termasuk dalam hal ini Badan Usaha  Milik Desa. Seorang direktur BUMDes atau manajer unit usaha BUMDes hendaknya mau meluangkan waktu untuk mendengarkan nasihat, saran, kritik ataupun pujian dari pihak yang lain termasuk dari bawahan mereka.

Kemampuan untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh bisa menjadi suatu hal yang membedakan antara kerja sama tim yang sukses dan tidak. Gagal untuk mendengarkan bisa menjadi sebuah tanda bahwa seorang pimpinan BUMDes tidak bisa menunjukkan penghargaan mereka terhadap orang lain. Selain itu, para pemimpin BUMDes akan melewatkan peluang besar yang mungkin berasal dari ide-ide sederhana bawahan mereka.

6. Kesalahan Sistem Manajemen BUMDes Karena Tidak Memahami Motivasi

Dalam menjalankan unit usaha BUMDes, mereka yang masuk sebagai pengelola atau karyawan BUMDes, tidak semua bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang layak, ada motivasi lain mengapa mereka bergabung sebagai pengelola BUMDes. Misalnya, ada pemuda yang karena ingin desanya maju maka dia memulai masuk sebagai pengelola BUMDes, motivasinya adalah kesejahteraan bersama bagi desa dan warga desa.

Maka, apa yang menjadi memotivasi mereka untuk bekerja di BUMDes, perlu dikenali dan dipahami. Menyediakan sebuah lingkungan kerja yang mendukung akan membuat perbedaan dalam lingkungan kerja itu sendiri. Gagal untuk mengenali motivasi apa yang mendorong sesama pengelola BUMDes bisa berakibat buruk dan bisa membuat karyawan yang potensial untuk mundur atau keluar dari kepengurusan BUMDes.

Kesimpulan Kesalahan Dalam Sistem Manajemen BUMDes

Demikian pembahasan kali ini, mencadi catatan dan pengingat kita bersama bahwa masalah sistem manajemen BUMDes harus di atasi sejak dini. Kita berbicara sebuah badan usaha, jika sistem yang ada rusak, maka akan rusak keseluruhan.

Penting bagi kita secara bersama-sama memahami adanya persoalan yang mungkin saja disebabkan oleh sistem manajemen yang bermaslaah. Juga pelru ada kesadaran untuk menjadikan sistem yang ada sebagai sistem kerja untuk semua.

Manajemen harus bisa mendengarkan atau menyerap aspirasi dari karyawan dan juga berbagai pihak. Sebaliknya, apa yang disampaikan dan telah diputuskan bersama, juga harus dilakasanakan oleh karyawan.

Perlu adanya kesadaran bersama bahwa BUMDes yang kita dirikan untuk tujuan bersama. Bukan milik pengelola atau pengurus, namun milik Desa dan untuk warga desa. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat.  Salam. Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Potensi Desa Wisata Budaya di Indonesia
Potensi Desa Wisata Budaya di Indonesia