Kelompok Wanita Tani Sumber Lumpang

Kampung Sumber Lumpang Desa Wisata Yogyakarta Yang Terus Tumbuh

Sedesa.id Sahabat sedang mencari destinasi wisata alam dan budaya Yogyakarta? Desa wisata Kampung Sumber Lumpang bisa menjadi salah satu pilihan tepat. Destinasi wisata ini, menawarkan ragam wisata yang bisa memanjakan dan memberi pengalaman baru.

Kampung Sumber Lumpang terletak di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta. Lokasinya masih cukup terjangkau dari pusat kota. Dan sepanjang perjalanan, kita juga akan disuguhkan oleh berbagai pemandangan menarik, sampai ke lokasi. Tenang, untuk lokasinya sangat mudah, sahabat bisa mencari melalui Google Map.

Keberadaan Kampoeng Soember Loempang, tidak lepas dari peran Kelompok Wanita Tani Cempaka. Mereka, yang sejak awal melihat adanya potensi dari lokasi yang selama ini dibiarkan tidak terpelihara dengan baik.

Berbekal kemauan, semangat, dan rasa keinginan untuk maju secara bersama-sama. Maka, mulailah Kampung Sumber Lumpang diwujudkan. Sampai, akhirnya memiliki banyak wahana wisata yang saling terhubung dan menjadi salah satu lokasi pilihan bagi wisata keluarga, wisata alam, atau mereka yang ingin merasakan tantangan dalam mengendarai roda empat.

Lebih lengkap mengenai Desa Wisata Kampoeng Soember Loempang ini, sahabat sekalian bisa menyimak dalam video Mimpi Wanita Tani Kampung Sumber Lumpang, video ini hasil kolaborasi antara sedesa.id dan daftarlokal.id

Catatan Penulis

Catatan ini adalah pengalaman saya pribadi yang telah berkunjung beberapa kali ke Kampung Sumber Lumpang. Desa wisata yang dikembangkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan terus tumbuh, setiap kunjungan selalu ada saja hal baru yang ditawarkan.

Sahabat sekalian, bisa untuk mengunjungi destinasi wisata alam dan budaya Kampung Sumber Lumpang ini. Cocok juga untuk acara bersama keluarga. Jangan lupa untuk mendokumentasikan dan mengunggah ke media sosial, ini sebagai upaya bersama mempromosikan desa wisata kita.

Langsung saja, coba untuk cek dulu melalui Google Map. Siapa tahu lokasinya dekat dengan keberadaan sahabat saat ini. Ya, kalau yang lagi di Jogja kan bisa sekalian mampir.

Hanya saja ketika mencari di Google Map, teman-teman perlu menggunakan ejaan lama yaitu mengubah Kampung Sumber Lumpang menjadi Kampoeng Soember Loempang. Begitu juga ketika akan mencari media sosial mereka. Ejaan lama, menjadi pilihan, karena guna mendukung konsep wisata budaya yang mereka usung.

Saya sendiri ‘kurang’ sepakat dengan penggunaan ejaan lama untuk kebutuhan pemasaran online. Sederhana saja, orang hari ini sudah sangat jarang yang mengetahui atau menggunaan ejaan lama. Sehingga, akan kesulitan dalam mengetik atau mencari informasi sebuah destinasi wisata ketika menggunakan ejaan lama.

Apa lagi, ketika kita masih dalam proses memperkenalkan ke pengguna internet. Tentu saja, akan lebih mudah ketika menawarkan ejaan hari ini untuk kebutuhan promosi online. Namun, jika penggunaan kata Kampoeng Soember Loempang secara konsisten dilakukan dan kemudian banyak membuat konten atau informasi dengan penyebutan kata Sumber Lumpang menjadi Soember Loempang, ya lama-lama akan muncul juga dalam pencarian google.

Ya, semua kembali pada konsep yang sedang sahabat-sahabat KWT Cempaka kembangkan. Saya hanya membantu, termasuk dengan menuliskan ini. Semoga pengalaman kunjungan saya ini, bisa memberi kontribusi dalam hal promosi online.

Nah, apa nih potensi desa sahabat sekalian? Apa produk unggulannya, apa destinasi yang menarik. Yuk bisa berbagi pada kolom komentar. Atau hubungi saya, jika ingin diulas melalui sedesa.id

Artikel Menarik
Peluang Usaha Ibu Rumah Tangga Dari Hobi
Peluang Usaha Ibu Rumah Tangga Dari Hobi Sehari-hari