Cara Melakukan Promosi Desa Wisata Di Sosial Media

Cara Melakukan Promosi Desa Wisata Di Sosial Media

Sedesa.id Desa wisata menjadi salah satu destinasi wisata yang berkembang pesat. Berbagai daerah memiliki desa-desa yang berpotensi besar untuk mengembangkan model wisata desa. Ini memang peluang besar, apa lagi saat ini wisatawan mulai melirik desa wisata. Maka, perlu melakukan serangkaian promosi atau pengenalan, salah satu caranya adalah melalui sosial media untuk promosi desa wisata.

Konsep wisata desa sudah ada sejak dahulu, dan sudah banyak yang menuai keberhasilan. Sederet destinasi desa wisata bisa menjadi bukti bagaimana konsep ini terbukti berhasil dan berkelanjutan. Kita bisa menyebut Desa Wisata Pulesari Sleman Yogyakarta.

Nah, sejak berlakunya UU Desa, yang mana mendorong peran aktif pemerintah desa dan masyarakatnya dalam mengembangkan desanya, maka bermunculan berbagai inisiatif, salah satunya desa wisata. Kini bicara desa wisata sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Apa lagi keberadaan desa wisata kian strategis ketika kita tahu sudah adanya PP Nomor 11 tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.

Keberadaan BUM Desa bisa menjadi payung bagi pelaksanaan desa wisata,  tentu saja dengan kolaborasi kelompok sadar wisata yang telah ada.

Nah, banyaknya desa wisata kemudian memunculkan persaingan antara pelaku kegiatan wisata desa. Ini akan menjadi iklim persaingan yang menarik. Karena tanpa adanya kompetisi, tentu akan berjalan kurang gereget. Tinggal bagaimana cara berkompetisi yang sehat.

Memenangkan kompetisi dalam pengelolaan desa wisata, artinya memenangkan kunjungan wisatawan. Desa harus bisa menarik pengunjung yang berkelanjutan. Bagaimana caranya? Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan memanfaatkan sosial media untuk promosi desa wisata.

Media sosial memiliki peranan besar dalam melakukan strategi promosi. Kita tahu saat ini hampir setiap orang memiliki akun sosial media. Manusia saling terhubung dalam ranah digital. Maka, kita sebagai pelaku usaha, sebagai pengelola desa wisata, perlu hadir dan memanfaatkan ruang digital ini untuk memberi informasi mengenai produk kita dalam hal ini destinasi wisata.

Bagaimana cara melakukan strategi promosi desa wisata menggunakan sosial media? Berikut 5 cara yang bisa kita lakukan:

1. Berbagi Informasi

Desa wisata perlu hadir di media sosial. Setelah hadir apa yang dilakukan? Berbagi informasi. Langkah pertama ini menjadi sangat penting, karena memang secara luas destinasi wisata desa yang kita buat belum banyak yang mengetahui.

Dengan kita menggunakan media sosial untuk tujuan berbagi informasi mengenai destinasi wisata yang kita miliki, maka akan semakin banyak orang yang tahu. Bayangkan jika kemudian satu orang yang tahu, menyebarkan informasi yang kita buat, maka akan semakin banyak orang yang tahu.

Semakin orang tahu mengenai destinasi desa wisata yang kita miliki, maka akan semakin banyak kemungkinan terjadi kunjungan wisata. Jika sudah demikian, maka tinggal bagaimana kita memberikan pelayanan yang prima pada kunjungan wisatawan.

Memanfaatkan sosial media untuk berbagi pengetahuan/informasi tentang produk yang Anda jual dalam hal ini destinasi desa wisata dapat dilakukan dengan berbagai cara. Beragam cara kreatif dalam berbagi pengetahuan di media sosial, seperti contohnya dengan:

1. Berbagi pengetahuan umum tentang desa Anda
2. Berbagi pengetahuan mengenai destinasi wisata Anda
3. Berbagai potensi desa dan hal unik yang ada di desa wisata Anda
4. Membagikan tips-tips wisata di desa.
5. Berbagai foto dan video mengenai desa wisata Anda. Dan berbagai cara kreatif lainnya.

2. Jangkau Komunitas Wisata

Kita semua tahu, sosial media menjadi wadah bagi banyak komunitas, tidak terkecuali adalah komunitas wisata. Berbagai komunitas wisata mulai dari pemerhati wisata, pelaku atau pengelola wisata, pecinta wisata, sampai pada mereka para wisatawan.

Komunitas wisata ini tersebar begitu banyak di media sosial. Bisa dalam bentuk grup, atau akun komunitas. Nah, kita bisa memanfaatkan komunitas yang ada dengan bergabung. Misalnya bergabung dalam grup Komunitas Wisata Desa, lalu mulai mengikuti perbincangan yang ada dalam grup.

Ketika grup memungkinkan untuk melakukan promosi, maka sesekali kita lakukan promosi. Dalam melakukan promosi ini penting untuk dilakukan secara halus, tujuannya agar orang tidak benar-benar merasakan jika ini terkesan memaksa orang untuk datang. Kita bisa berlatih bagaimana melakukan promosi yang baik dan benar di sosial media.

Melalui berbagai grup, dan akun komunitas inilah media sosial desa wisata kita mulai menyebarkan informasi tentang desa wisata kita. Namun rumusnya harus tetap bertahap dan jangan sampai terkesan membanjiri informasi. Lakukan secara pelan-pelan dan terukur.

3. Aktif Menggunakan Sosial Media

Anda harus aktif! Jika Anda hanya muncul untuk promosi, maka orang akan dengan mudah menebak siapa Anda. Akun sosial media desa wisata harus benar-benar aktif dan menjalin interaksi dengan jaringan komunitas.

Aktif dalam menggunakan sosial media seperti; membuat status, story, memberikan like atau suka pada status orang lain, memberikan komentar, dan interaksi lainnya.

Aktif dalam sosial media ini adalah cara promosi di media sosial yang paling sederhana dan simple. Namun demikian, banyak yang melupakan, dan hanya fokus memberikan atau membanjiri informasi berupa promosi produk saja.

4. Jalin Interaksi Dengan Keterlibatan (Kuis)

Pernah melihat status yang berupa kuis? Pernah mengikuti sebuah give away produk? Nah, desa wisata pun perlu melakukan hal yang sama. Kita perlu untuk memulai model promosi keterlibatan, baik dengan model kuis, kupon, atau pun give away.

Kontes atau kuis menjadi salah satu cara ampuh dalam mempromosikan brand di media sosial. Bagi pengelola desa wisata, cara ini patut dicoba agar destinasi kita bisa mendapatkan impresi yang tinggi dari target market dan adanya keterlibatan target pengunjung.

Sebagai contoh dengan memberikan kuis berhadiah potongan paket menginap di desa wisata. Atau memberikan give away berupa produk unggulan desa. Semua bisa Anda lakukan, dengan berbagai kreativitas yang Anda miliki.

Pada dasarnya target market dalam hal ini wisatawan pasti tertarik dengan hadiah yang Anda berikan. Tentunya dengan catatan Anda harus mengadakan kontes/kuis yang terkait dengan produk desa wisata.

5. Mulailah Beriklan Untuk Promosi Desa Wisata

Ketika desa wisata mulai memiliki anggaran yang cukup untuk biaya pemasaran, maka mulailah beriklan. Media sosial memiliki banyak skema iklan yang bisa Anda manfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan desa wisata Anda.

Seperti kita ketahui, promosi di media sosial saat ini sudah banyak dilakukan dengan menggunakan iklan berbayar. Berikut ini adalah beragam jenis iklan yang ada di media sosial:

1. Sponsored Stories.
2. Cost Per Click
3. Page Post Ads Facebook
4. Page Like Ads
5. Endorsemen/sponsorship

Banyak model iklan berbayar yang sangat terjangkau di media sosial. Menjadi penting untuk kita melakukan penganggaran, membuat biaya khusus. Karena bagaimana pun yang namanya promosi pasti dibutuhkan agar desa wisata kita dapat tersebar luas dan pada akhirnya memunculkan kunjungan wisatawan.

Kesimpulan Strategi Promosi Desa Wisata

Promosi Desa Wisata menjadi hal penting yang harus pengelola lakukan. Jika selama ini bagian promosi masih dipandang sebelah mata, bahkan sering kali tidak ada yang bertanggung jawab atau mengemban tugas promosi. Maka sudah saatnya desa wisata serius mengembangkan lini promosi, termasuk promosi di wilayah digital.

Ketika desa, ketika pengelola BUMDes, pengelola desa wisata bisa memanfaatkan sosial media untuk tujuan promosi. Maka akan lebih mudah potensi yang ada di desa untuk tersampaikan kepada masyarakat luas. Karena saat ini semua orang saling terhubung dalam era internet ini.

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai Cara Melakukan Promosi Desa Wisata Di Sosial Media. Semoga pembahasan ini memberikan referensi dan gambaran bagi sahabat sekalian. tetap semangat membangun desa, mengembangkan wisata desa! Semoga bermanfaat, terima kasih. Salam. Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Kewenangan Lokal Desa
Kewenangan Lokal Berskala Desa dalam UU Desa