BUMDes Desa Pujon Kidul Malang

Contoh BUMDes Sukses; BUMDes Desa Pujon Kidul Malang

Sedesa.id Contoh BUMDes Sukses; BUMDes Desa Pujon Kidul Malang. Apa yang dipikirkan ketika mendengar kata BUMDes? Akan beragam, sesuai dengan pemahaman dan pengalaman yang didapatkan. Badan Usaha Milik Desa kini menjadi salah satu primadona di desa-desa. Keberadaan BUMDes seperti halnya hujan di dalam kemarau panjang, ia menjadi penyegar, memberi harapan.

Tidak berlebihan memang, karena keberadaan BUMDes telah terbukti berhasil menjadikan desa sejahtera, menjadikan desa lebih maju dalam bidang sosial dan ekonomi. Walau tidak menutup mata, banyak juga BUMDes yang berakhir tragis, menjadi BUMDes gagal. BUMDes hanya menjadi papan nama, mati tanpa pernah tahu kapan lahirnya, menjadi ladang permainan ‘oknum’ mengakali dana desa. Dan banyak cerita-cerita kegagalan dan penyelewengan BUMDes.

Mengapa Ada BUMDes Yang Gagal dan Ada Yang Berhasil?

Pertanyaan kita bersama dalam diskusi seputar BUMDes adalah, mengapa ada  BUMDes  yang gagal dan ada yang berhasil?  Selalu ada dua sisi dalam kehidupan ini. Siang dan malam, pria dan wanita, baik dan buruk,  benar dan salah. Maka, BUMDes gagal adalah wujud lain dari keberadaan BUMDes berhasil. Salah satu contoh BUMDes Sukses yaitu BUMDes Desa Pujon Kidul Malang yang akan kita bahas.

Apa yang dapat kita petik?  Tinggal bagaimana kita menyikapi.  Bagi kita sebagai pegiat desa, warga desa, dan pegiat BUMDes, jangan terpaku pada kegagalan atau kesuksesan semata. Semua harus dijadikan pelajaran berharga. Mengapa ada BUMDes gagal? Mengapa ada BUMDes berhasil.

Setiap desa tentu memiliki karakteristik dan iklim budaya serta politik lokal yang berbeda. Maka kehadiran BUMDes sejak awal perlu untuk beradaptasi dengan karakteristik lokal, sebab adaptasi ini menjadi kunci suksesnya BUMDes. Ini bisa dilakukan dengan membuka ruang seluas-luasnya terhadap urun rembug atau saran seluruh warga desa. Karenanya keterlibatan seluruh elemen desa wajib ada sejak awal mula rencana pendirian BUMDes.

BUMDes sebagai badan usaha yang bersifat bisnis sosial, atau usaha bercorak sosial maka diperlukan keterlibatan modal sosial. Apa itu modal sosial?  Jika kita berbicara desa maka  modal sosial adalah segala bentuk kerja sama, gotong royong, dan kearifan yang ada di lokal desa, untuk dijadikan sebagai modal awal dalam pendirian BUMDes.

Melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pendirian BUMDes tentu saja wajib hukumnya jika kita menginginkan BUMDes untuk kepentingan jangka panjang. Kepentingan bersama bukan kepentingan pribadi atau golongan. BUMDes yang gagal, biasanya cenderung hanya sebagai upaya kepentingan mencairkan dana desa, bukan kepentingan mewujudkan iklim usaha yang berkelanjutan untuk warga desa.

Nah bagaimana dengan BUMDes di desa Anda? Apakah BUMDes di desa Anda cukup cair menerima masukan? Bagaimana keterlibatan warga dan elemen desa? Apakah ada upaya menjadikan modal sosial sebagai landasan modal awal dalam pendirian BUMDes? Atau jangan-jangan Anda tidak mengetahui seperti apa BUMDes Anda karena BUMDes Anda belum hadir di masyarakat?

Contoh BUMDes Sukses Menjadi Roda Penggerak Pendapatan Asli Desa

Mencari contoh BUMDes sukses sangatlah banyak, teman-teman bisa mencari di website saya ini, telah banyak saya mengulas keberhasilan BUMDes. Salah satunya adalah keberhasilan Desa Pujon Kidul. Letak Desa Pujon Kidul yaitu di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Nah, dalam pembahasan ini saya ingin kita fokus untuk melihat lebih dalam keberhasilan Desa Pujon Kidul dalam mengelola potensi desa melalui BUMDes, berikut ulasannya:

Desa Pujon Kidul, menjadi desa yang patut kita contoh dan tentu saja patut mendapat penghargaan atas keberhasilannya mengelola dan mengangkat potensi yang dimiliki. Desa Pujon Kidul berhasil memanfaatkan keberadaan dana desa untuk menghasilkan dampak yang luar biasa bagi roda penggerak pendapatan asli desa dan juga roda perekonomian masyarakat desa. Bagaimana Desa Pujon Kidul bisa menargetkan PADes 2.5 Miliar?

BUMDes Sumber Sejahtera Desa Pujon Kidul Mengangkat Potensi Desa Dengan Balutan Wisata

Desa Pujon Kidul menjadi salah satu di antara banyak desa di Indonesia yang berhasil dalam memadukan potensi alam desa dan budaya masyarakat dalam balutan wisata. Upaya memadukan potensi alam dan budaya ini tidak lepas dari keberadaan program dana desa sebagai modal awal.

Sebagai upaya serius pemerintah Desa maka, diadakan musyawarah dan keputusan untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang mana keberadaan BUMDes ini untuk mengelola potensi desa yaitu memadukan potensi alam dan budaya. Dan berhasil menjadi lokasi wisata yang kini ramai pengunjung.

Pesona alam wisata dan budaya yang dihadirkan oleh BUMDes menjadikan Desa Pujon Kidul kini lebih dikenal dengan sebutan Desa Wisata Pujon Kidul. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 330 Hektar, dan telah diubah sebagian menjadi berbagai wahana wisata yang mana menggunakan konsep menonjolkan nuansa alam yang asri pedesaan dipadukan dengan budaya dan adat masyarakat.

Model wisata yang memadu padankan dengan kegiatan masyarakat ini menjadi satu nilai lebih dari kegiatan model desa wisata yang kini digemari para pengunjung wisata. Di Desa Pujon kidul, kegiatan wisata yang ditawarkan adalah berbagai kegiatan seperti memerah susu sapi, kegiatan wisata berkuda, menyediakan kolam renang anak-anak, adanya kafe sawah, hingga kegiatan membeli panen hasil pertanian.

Jika kita amati, pada dasarnya kegiatan wisata yang disuguhkan adalah kegiatan yang sehari-hari menjadi aktivitas warga desa.  Kegiatan warga yang kemudian menjadi bagian dari wisata tentu akan menjadi salah satu cara yang berkesinambungan dalam upaya meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat desa.

Tidak Lepas Dari Keberadaan BUMDes Sumber Sejahtera  Desa Pujon Kidul

Keberhasilan Desa Pujon Kidul dalam upaya mengembangkan potensi yang dimiliki oleh desa tidak lepas dari adanya upaya untuk pendirian BUMDes. Badan Usaha Milik Desa Sumber Sejahtera, adalah BUMDes yang didirikan oleh Desa Pujon Kidul. Melalui keberadaan dan peran BUMDes Sumber Sejahtera ini kemudian berbagai kegiatan dan rencana kerja dilakukan secara serius dan profesional.

Keterlibatan seluruh elemen masyarakat tentu menjadi satu kekuatan modal yang digunakan oleh pengelola BUMDes dan juga Pemerintah Desa dalam menjalankan Unit Usaha Desa Wisata.

Singkat cerita, melalui kerja bersama, dukungan penuh antar pihak, maka Desa Pujon Kidul melalui BUMDes berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PADes) mencapai lebih dari Rp. 1,3 Miliar pada tahun 2018. Sebuah capaian yang tentu saja menjadi motivasi bagi pengelola BUMDes di desa lain.

Ketika mampu mendapatkan PADes di angka 1 Miliar lebih itu, Desa Pujon Kidul tidak memiliki bayangan sebelumnya mengingat PADes sebelumnya rata-rata berkisar antara Rp. 30 Juta – Rp. 40 Juta. Akan tetapi adanya kemauan kuat, dan berbagai inovasi serta pengelolaan BUMDes yang baik. Maka peningkatan PADes Desa  Pujon Kidul bisa berkali lipat dari sebelumnya.

Keberhasilan ini, menjadikan Desa Pujon Kidul memiliki target untuk mengikatkan PADes. Juga menambah kebermanfaatan bagi ekonomi masyarkat secara luas dari kegiatan pariwisata yang dikelola. Di  tahun 2019, Pemerintah Desa Pujon Kidul menargetkan memiliki PADes Rp 2,5 miliar. Target ini akan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.

Inovasi Menjadi Kunci Sukses Pengelolaan Unit Usaha BUMDes Sumber Sejahtera Desa Pujon Kidul

Kata kunci keberhasilan selanjutnya dari BUMDes Sumber Sejahtera  Desa Pujon Kidul adalah terus melakukan berbagai inovasi. Inovasi ini tidak hanya dalam upaya mengembangkan beragam wahana yang ditawarkan, namun juga inovasi yang terus ditingkatkan untuk pengelolaan yang lebih baik.

Menjalankan unit usaha Desa Wisata seperti yang dilakukan oleh BUMDes Sumber Sejahtera  Desa Pujon Kidul ini memang menitik beratkan pada kunjungan. Jika mengamati sejak awal dibukannya Desa Wisata Pujon Kidul, memang angka kunjungan terus meningkat. Peningkatan ini menjadikan perputaran ekonomi pun meningkat. Tidak hanya berimbas pada peningkatan PADes namun juga peningkatan pendapatan masyarakat desa, baik yang secara langsung atau pun tidak langsung.

Berbagai inovasi yang dilakukan misalnya dengan mengedepankan nuansa pedesaan melalui; cafe sawah, kegiatan panen hasil pertanian, pengalaman memerah susu sapi, menyediakan kolam renang untuk anak-anak, kegiatan off road, hingga wisata berkuda.

Selain itu pengelola wisata juga melakukan inovasi yang kekinian dengan menciptakan banyak spot selfie yang sangat menarik. Keberadaan wahana-wahana ini telah mampu mendatangkan pengunjung rata-rata 6.000 pengunjung saat hari libur, dan 3.000 pengunjung saat hari kerja.

Kegiatan Unit Usaha BUMDes Desa Pujon Kidul Memberi Dampak Ekonomi Pada Masyarakat

Angka kunjungan yang tinggi, dan banyaknya pengunjung dari luar daerah menjadikan perkembangand ari kegiatan Desa Wisata Pujon Kidul memerlukan berbagai sarana pendukung. Sarana pendukung ini kemudian menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya pergerakan ekonomi warga.

Pergerakan dan peningkatan kegiatan ekonomi warga melalui berbagai kegiatan perekonomian seperti; homestay, sewa kuda, wisata pertanian, wisata ternak, dan sebagainya, yang dikelola secara kelompok atau mandiri oleh masyarakat.

Selain itu juga berkembang industri oleh-oleh, pembuatan suvenir dan usaha warung makan juga tumbuh seiring berkembangnya Desa Wisata Pujon Kidul. Kita bisa lihat bahwa pemerintah Desa telah berhasil tidak hanya sekadar meningkatkan PADes melalui BUMDes. Namun juga mampu  meningkatkan perekonomian masyarakat dan memberikan beragam peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi warga desa.

Keberhasilan memadu padankan potensi alam dengan budaya dan kegiatan masyarakat dalam wisata desa ini tentu patut kita tiru, kita pelajari dan ambil pelajaran untuk kita terapkan di desa kita, jika desa kita juga memiliki potensi wisata. Karena tidak boleh sembarangan dalam menentukan unit usaha BUMDes, harus didasari pada penilaian kelayakan usaha BUMDes.

Kesimpulan BUMDes Desa Pujon Kidul

Nah, semoga keberhasilan dari BUMDes Desa Pujon Kidul ini dapat menjadi contoh dan memotivasi kita semua dalam mengangkat potensi yang ada di desa melalui BUMDes. Selama ada kemauan tentu kita bisa mewujudkan. Kata kuncinya adalah profesionalisme, kerja sama, dan inovasi.

Selalu ada jalan bagi kita yang mau terus berusaha dalam membangun desa. Apapun potensi yang desa kita miliki, jika kita kerjakan dengan serius akan memberikan manfaat jangka panjang. Demikian pembahasan kali ini tentang bagaimana BUMdes Desa Pujon Kidul. Semoga bermanfaat. Salam. Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Desa Wisata Kembang Arum Turi Sleman Yogyakarta
Desa Wisata Kembang Arum Turi Sleman Yogyakarta