Sedesa.id Sebagian besar desa di Indonesia adalah desa dengan potensi lokal berupa hasil pertanian. Kita tahu sektor pertanian masih menjadi persoalan bagi para petani, khususnya perihal harga bibit dan pupuk serta harga jual hasil pertanian yang tidak menentu. Maka, menjadi sangat menarik ketika BUMDes mengelola unit usaha BUMDes hasil pertanian, sebagai solusi bagi persoalan tersebut.
Unit Usaha BUMDes hasil pertanian ini, bisa kita jalankan tentu dengan melakukan identifikasi terlebih dahulu. Bagaimana sektor pertanian di desa kita? Apa yang menjadi produk unggulan pertanian desa kita? Berapa kemampuan produksi hasil pertanian tersebut? Bagaimana potensi pasar selama ini?
Selain itu, juga perlu melakukan pengamatan mendalam perihal persoalan yang selama ini terjadi. Misalnya, apakah persoalan hama, persoalan pupuk dan bibit, atau persoalan pasar dan penjualan. Sehingga dalam merancang rencana usaha BUMDes nantinya telah memiliki gambaran bagaimana unit usaha akan berjalan.
Potensi pertanian bisa menjadi salah satu contoh unit usaha BUMDes sukses jika kita kerjakan dengan baik dan benar. Oleh sebab itu, perlu memperhatikan berbagai hal. Apa saja? Mari kita bahas.
Selain keberadaan potensi lokal desa. Sumber Daya Manusia adalah kunci keberhasilan sebuah unit usaha BUMDes. Tanpa SDM yang kompeten, maka BUMDes akan jalan di tempat, atau bahkan menjadi salah kelola dan berujung BUMDes gulung tikar alias gaga.
Kita perlu menyudahi BUMDes yang hanya asal berdiri. BUMDes yang hanya mengikuti tren semata. Karena desa lain mendirikan unit usaha BUMDes, maka ikut-ikutan, tanpa mempertimbangkan pengelola yang benar-benar berkompeten.
Walau semua keputusan siapa yang akan menjadi pengurus dan karyawan BUMDes melalui musyawarah. Namun penting menerapkan standar kompetensi bagi pengurus BUMDes. Ini karena BUMDes menjalankan peran yang penting dan serius.
Kaitannya dengan Unit Usaha BUMDes Hasil Pertanian sumber daya manusia menjadi kunci dalam keberhasilan membuat inovasi produk pertanian. Ini bisa kita cari, jika memang belum ada.
Maka bisa kita melakukan pelatihan. Melakukan studi banding, atau mengutus SDM kita untuk belajar, atau kursus dalam pengolahan hasil pertanian.
Berbagai lembaga pemerintahan saat ini menyediakan pelatihan untuk peningkatan SDM desa. Kita bisa memanfaatkan program pemerintah tersebut, baik pemerintah pusat atau daerah.
Kita bisa menghubungi dinas terkait, misal dinas pertanian, dinas UMKM, untuk mengetahui apakah ada program peningkatan SDM dalam hal pengolahan paska panen produk hasil pertanian.
Program pelatihan dan pendampingan pengolahan produk paska panen ini, biasanya juga menjadi fokus dari lembaga pendidikan. Kita bisa menghubungi SMK atau Universitas yang memiliki jurusan pengolahan hasil pertanian.
Nah, ketika SDM sudah mumpuni. Maka unit usaha BUMDes hasil pertanian siap untuk kita jalankan. Potensi desa ada, dan SDM desa sudah siap. Semoga dengan demikian BUMDes akan memiliki unit usaha BUMDes hasil pertanian yang maju dan sukses.




