• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Panduan Praktis
    • Koperasi
    • Materi dan Publikasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
  • Tentang Ryan
  • Catatan Penulis
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Kabar & Agenda
    • Sedesa TV
  • Pelatihan & Konsultasi
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home Catatan Penulis

Pengelolaan Barang Dan Kebersihan Pasar Desa

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
September 16, 2020
in Catatan Penulis
0
Pasar Online Sambilegi
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Pasar Desa memiliki peranan penting dalam keberlangsungan roda ekonomi lokal desa. Hal ini menjadikan pemerintah desa perlu secara serius melihat keberadaan pasar desa. Perlu ada langkah serius untuk mengembangkan Pasar Desa. Salah satunya dimulai dari pemberdayaan pedagang pasar desa. Saya teringat dengan kegiatan Sekolah Pasar Rakyat beberapa tahun lalu, mengenai pembelajaran pengelolaan barang dan kebersihan pasar desa.

Pengelolaan Pasar Desa

RelatedPosts

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

Memperkuat Kelembagaan Ekonomi Kawasan: Tim 16 TEP UGM & Warga Petakan Aset Produktif di Muting

Kuliner 24 Jam di Yogyakarta Rekomendasi Tempat Makan Malam di Jogja

Pasar desa sebagai aset penting milik desa selama ini  pengelolaannya melalui pengurus pasar  yang mengemban tugas dari pemerintah desa. Tidak sedikit juga yang sudah mulai menyerahkan pengelolaan pasar desa kepada BUMDes.

Baik pengelolaan melalui kelembagaan pasar yang sudah ada selama ini, atau pun kemudian menjadikan pasar desa sebagai unit usaha BUMDes. Keduanya sama-sama mengemban tugas penting dalam menjalin kelancaran roda perekonomian dalam tingkat desa.

Maka, mencari sumber daya manusia yang memang memiliki kemampuan dan kompetensi dalam pengelolaan pasar, wajib hukumnya. Siapa yang paling mengerti tentang pasar? Salah satunya adalah para pelaku atau aktor yang ada di dalamnya, atau mereka yang memiliki kepentingan terhadap keberadaan pasar desa.

Siapa saja aktor penting itu? Pertama tentu saja pedagang pasar desa, kedua adalah para produsen produk lokal desa, para petani, para pekerja pasar, buruh gendong, dan konsumen serta berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam kegiatan ekonomi dan sosialnya.

Maka, dalam pengelolaan pasar pelibatan setiap unsur yang selama ini menjadi penggerak ekonomi ‘pasar desa’ harus terlibat. Mereka kiranya menjadi pemain penting dalam menentukan nasib mereka.

Oleh  sebab itu mereka perlu untuk mendapatkan pelatihan, khususnya mengenai keterampilan mereka. Sebagai contoh  pelatihan untuk pedagang pasar desa, yaitu terkait pengelolaan baran dagangan dan kebersihan pasar. Dalam kesempatan kali ini saya ingin membagikan pengalaman yang saya catat ketika menjalankan tugas sebagai Relawan Sekolah Pasar.

Relawan Yang Mengajar Untuk Pasar Desa

Hari itu saya dan tim relawan Sekolah Pasar akan  menuju Pasar Dlingo. Kami memiliki agenda untuk memberikan pendidikan dan pelatihan terkait pengelolaan baran dan kebersihan pasar. Sekolah Pasar sendiri adalah organisasi yang berisikan mahasiswa, dosen, peneliti dari berbagai kampus.

Pertemuan kali ini diisi oleh Mbak Puput dan juga Mas Akmal. Materi kali ini tentang pengelolaan barang dan juga kebersihan pasar. tim yang hadir ialah mbak Rindu, Rani, Akmal, Wulan,  Kharis dan Puput.

Perjalanan kami dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dimulai jam 08.00 pagi, tujuan utama kami ke pasar ndangwesi untuk dimulai kelas pertama, karena terlalu siang pedagang pasar ndagwesi banyak yang pulang ke rumah sehingga tidak memungkinkan untuk diadakan kelas.

Akhirnya kami memutuskan untuk langsung ke pasar dlingo melakukan klinik. Sebelum melakukan kelas, kami berkeliling pasar menyapa para pedagang sambil sebagaian berbelanja. Yang menarik disini, kami menemukan permasalahan di pasar baru. Ini adalah kali pertama kami mengunjungi pasar baru, seperti yang telah diceritakan di demografi pasar dlingo, pasar dlingo baru saja pindah lokasi. Perpindahan pasar ini tidak begitu banyak masalah ketika kami mewawancarai para pedagang.

Masalah yang timbul hanya di salah satu pedagang yang mendapatka letak kurang strategis. Letak pedagang tersebut berada di paling pojok dan tidak ada pintu masuk untuk pembeli sehingga sering kali para pembeli tidak melewati tempat tersebut. Setelah melakukan klnik, kira-kira kami berkeliling sampai satu jam lamanya, akhirnya kami melakukan sebuah persiapan untuk kelas.

Pengelolaan Barang Dan Kebersihan Pasar  Desa

Materi Pertama diisi oleh Mas Akmal dengan tema kebersihan pasar. “kebersihan sebagaian dari iman”, slogan tersebut tentu saja sudah tidak asing didengar oleh kita. Sebuah kebersihan adalah hal yang paling penting untuk sebuah pasar. pasar yang rapi dan bersih tentu saja akan banyak diminati oleh pembeli.

Munculnya pasar modern seperti swalayan merupakan sebuah penemuan untuk orang yang suka kebersihan karena di swalayan umumnya bersih, wangi dan rapi. Oleh karena itu agar pasar tradisional tetap terjaga keesistensinya, kebersihan pasar sangatlah menjadi pokok bahasan utama yang harus diperhatikan.

Materi kedua diisi oleh Mbak Puput tentang pengelolaan barang. Pengelolaan barang disini maksudnya ialah pedagang harus dapat menentukan hari ke berapa harus kulakan barang baru. Setiap pedagang umumnya harus mempunyai catatan tentag barang yang di beli serta jumlah barang tersebut, apabila terjual maka juga perlu di catat.

Hal ini menghindari kekurangan dan kelebiha barang yang dimiliki. Sehingga ketika pedagang akan melakukan pembelian barang maka tidak perlu mengecek dengan membongkar barang hanya perlu melihat catatan. Hal yang perlu diperhatikan tentang pengelolaan barang lainnya ialah masa kadaluarsa barang.

Pedagang sembako, harus selau memperhatikan hal ini, karena masa kadaluarsa barang sembako relatif lebih lama oleh karena itu perlu dipantau sehingga dapat mewaspadai adanya barang yang sudah kadaluarsa.

Secara garis besar para pedagang dlingo memahami apa yang pemateri sampaikan, karena secara keseluruhan pedagang juga melakukan hal tersebut. Hanya saja terkadang manusi memiliki unsur lupa dan sebagai relawan pasar tugas kami mengingatkan pedagang bagaimana struktur bekerja yang baik.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Previous Post

Ayo Membuat Pasar Desa Online Sekarang

Next Post

Video Materi KKN Daring Digital Marketing

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan
Berita Desa

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

by Ryan Ariyanto
Oktober 9, 2026
0

Kawasan Transmigrasi Muting di Merauke, Papua Selatan, menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Namun, besarnya potensi ini belum berbanding lurus...

Read moreDetails
Sedesa.id Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Lokal di Merauke
Berita Desa

Memperkuat Kelembagaan Ekonomi Kawasan: Tim 16 TEP UGM & Warga Petakan Aset Produktif di Muting

by Ryan Ariyanto
Oktober 9, 2026
0

Kawasan Transmigrasi Muting, Merauke, menyimpan potensi ekonomi lokal yang masif namun belum terintegrasi secara maksimal. Merespons kondisi tersebut, Tim Ekspedisi...

Read moreDetails
Kuliner 24 Jam di Yogyakarta Rekomendasi Tempat Makan Malam di Jogja
Catatan Penulis

Kuliner 24 Jam di Yogyakarta Rekomendasi Tempat Makan Malam di Jogja

by Ryan Ariyanto
Januari 11, 2026
0

Sedesa.id Yogyakarta tidak pernah benar-benar tidur. Banyak wisatawan yang bilang bahwa salah satu pesona terbaik kota ini justru muncul saat...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

Memperkuat Kelembagaan Ekonomi Kawasan: Tim 16 TEP UGM & Warga Petakan Aset Produktif di Muting

Cara Menyeduh Kopi Robusta Wonosobo agar Rasa Smooth dan Tidak Pahit

Strategi Promosi Digital untuk Desa Wisata Agar Ramai Pengunjung

5 Desa Wisata di Jawa Tengah yang Wajib Dikunjungi Akhir Pekan Ini

Panduan Merintis Desa Wisata dari Nol: Langkah, Modal, dan Contoh Sukses

  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Panduan Praktis
    • Koperasi
    • Materi dan Publikasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
  • Tentang Ryan
  • Catatan Penulis
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Kabar & Agenda
    • Sedesa TV
  • Pelatihan & Konsultasi
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2026

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca