Sedesa.id Sebagai Badan Usaha, tentu saja BUMDes harus berjalan secara profesional. Artinya, dalam pengelolaan harus memperhatikan berbagai hak dan kewajiban anggota atau karyawan BUMDes. Maka menjadi penting adanya pembahasan berapa gaji BUMDes? Berapa gaji pengurus BUMDes yang tepat bagi karyawan sejak awal mereka akan bergabung.
Walau BUMDes merupakan Badan Usaha yang bercirikan sosial dan menerapkan prinsip gotong royong sebagai bagian tidak terpisahkan dalam pendirian BUMDes. Namun kita patut mengingat, bahwa kepentingan utama dari Unit Usaha BUMDes adalah menjalankan lini usaha atau unit usaha BUMDes, yang tentu saja harus menghasilkan.
Sehingga sah saja ketika membahas berapa nominal gaji karyawan BUMDes sejak awal. Hal ini, juga untuk menghindari terjadinya konflik kemudian hari karena tidak jelas pendapatan dari pengelola atau pengurus BUMDes. Pendapatan yang kita maksud terkait berapa yang akan pengurus peroleh dari kegiatan usaha yang telah berjalan.

Sebagai pengurus BUMDes, pengelola atau karyawan BUMDes, tentu kita sangat memahami kondisi dari tumbuh kembang BUMDes kita. Bagaimana proses perjalanan setiap unit usaha yang menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi BUMDes.
Kita bisa memahami apakah BUMDes yang kita jalankan sudah memiliki pemasukan, atau justru masih belum mampu mencari keuntungan, atau bahkan sedang mengalami kerugian. Kondisi ini kita sebagai pengelola BUMDes yang benar-benar akan memahami.
Sehingga, kita bisa paham bagaimana dinamika yang terjadi dalam urusan berapa gaji pengurus BUMDes. Ketika ternyata BUMDes yang sedang kita rintis dalam kondisi kritis keuangan, belum memiliki pemasukan, tentu saja tidak elok ketika kita menuntut gaji besar. Walau urusan gaji adalah hak kita.
Ini kembali lagi pada BUMDes sebagai Badan Usaha Milik Desa, yang mana mengedepankan ciri usaha sosial. Sehingga, upaya atau partisipasi masyarakat dalam mengembangkan unit usaha BUMDes tentu menjadi modal sosial yang sangat penting.
Kita banyak melihat bagaimana BUMDes yang berhasil menjalankan unit usaha BUMDes pada awal pendirian para pengelola bahkan tidak mengharapkan besaran berapa gaji BUMDes. Mereka secara tulus berjuang untuk keberhasilan bersama, untuk kesuksesan bersama, menjadikan desa mandiri.
Maka, ketika kita akan membahas atau mengatur besaran gaji BUMDes. Penting untuk memasukkan faktor kondisi BUMDes. Sehingga jumlah gaji pengurus BUMDes dapat menyesuaikan dengan kemampuan atau kondisi dari BUMDes.
Dalam kondisi berjuang inilah kita bisa melihat, bagaimana mental dan kepedulian dari para pengurus BUMDes. Bagaimana Direktur BUMDes yang sejati, dan bagaimana karyawan BUMDes yang benar-benar berjuang untuk BUMDes dan Desa.
Tentu kita sepakat, kita tidak ingin BUMDes mati suri karena salah kelola, atau mati suri karena dana yang ada habis untuk gaji. Sehingga besaran gaji sebaiknya perlu menjadi pembahasan khusus yang adil dan sesuai dengan kondisi dari BUMDes.




