• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Panduan Praktis
    • Koperasi
    • Materi dan Publikasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
  • Tentang Ryan
  • Catatan Penulis
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Kabar & Agenda
    • Sedesa TV
  • Pelatihan & Konsultasi
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home Kabar & Agenda Berita Desa

Mendorong Destinasi Wisata Alam Berbasis Sustainable Tourism di Lereng Gunung Slamet

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
Agustus 10, 2024
in Berita Desa, Desa Wisata
0
Mendorong Destinasi Wisata Alam Berbasis Sustainable Tourism di Lereng Gunung Slamet
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Sedesa.id Purwokerto, 5 Agustus 2024 – Alam lereng Gunung Slamet di Baturraden, Kabupaten Banyumas, menyimpan pesona luar biasa yang belum banyak diketahui oleh wisatawan. Potensi wisata alam yang melimpah di kawasan ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan atau sustainable tourism.

Namun, upaya pengembangan ini harus dilakukan dengan bijak, menjaga keseimbangan antara ekonomi, ekologi, dan kesejahteraan sosial masyarakat lokal.

RelatedPosts

Panduan Merintis Desa Wisata dari Nol: Langkah, Modal, dan Contoh Sukses

Paket Wisata Garut 3 Hari 2 Malam: Dari Kawah Berasap sampai Kebun Mawar dalam Satu Perjalanan

Kelola.co vs Pencatatan Manual: Mana yang Lebih Efisien untuk Mengelola Bisnis?

Hal ini menjadi topik utama dalam talkshow bertema “Connect With Nature” yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 1st Anniversary Kawasan Safari Se To Sky Limpakuwus, Banyumas. Acara ini mengangkat pemanfaatan alam sebagai pendorong utama dalam membangun ekosistem pariwisata yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Mengelola Pariwisata dengan Memperhatikan Ekologi

Tasdiyanto, Staff Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, menegaskan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan tiga pilar utama: ekonomi, ekologi, dan sosial budaya. Ketiga aspek ini harus berjalan seiring agar pariwisata berkelanjutan bisa memberikan manfaat maksimal tanpa merusak alam.

“Pariwisata berkelanjutan tidak lagi fokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan saja, karena jika terjadi over tourism, lingkungan akan terdampak negatif,” ujar Tasdiyanto. Ia mencontohkan kondisi di Kawasan Baturraden, di mana potensi over tourism bisa merusak keindahan alam lereng Gunung Slamet.

Menjaga Keseimbangan antara Ekonomi dan Ekologi

Dalam pengembangan pariwisata di Lereng Gunung Slamet, penting untuk mempertimbangkan kelestarian alam agar wisatawan dapat terus menikmati keindahan pemandangan dan kesegaran udara yang ditawarkan. Jika tidak dikelola dengan baik, ekologi kawasan ini bisa terancam, yang pada akhirnya akan menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung kembali.

“Contoh nyata adalah ketika wisatawan datang pertama kali karena tertarik dengan pemandangan indah dan udara sejuk, namun kunjungan berikutnya mereka mendapati kemacetan dan banyaknya sampah. Ini akan membuat mereka enggan datang lagi,” tambah Tasdiyanto. Oleh karena itu, menjaga ekologi menjadi kunci utama dalam menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan dan menarik untuk dikunjungi kembali.

Pelatihan untuk Membangun Wisata Berkelanjutan

Bagi para pelaku wisata yang ingin terlibat dalam pengembangan destinasi wisata berbasis sustainable tourism, Sedesa.id menawarkan program pelatihan dan mentorship yang dirancang khusus. Program ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola destinasi wisata alam dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pelatihan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan strategis, pengelolaan sumber daya alam, hingga pengembangan ekonomi lokal yang selaras dengan kelestarian lingkungan. Peserta pelatihan akan dibekali dengan kemampuan untuk menciptakan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga mendukung keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, Anda dapat mengunjungi laman pelatihan di Pelatihan dan Mentorship: Mendirikan, Mengembangkan, dan Menjalankan Wisata Berbasis Sustainable Tourism

Dengan dukungan dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Lereng Gunung Slamet memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat. Mari kita jaga dan lestarikan keindahan alam ini agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang!

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai Mendorong Destinasi Wisata Alam Berbasis Sustainable Tourism di Lereng Gunung Slamet. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam. Ari Sedesa.id

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Previous Post

Sesmenparekraf Serap Aspirasi Pelaku Pariwisata Tabanan untuk Desa Wisata Berkelanjutan

Next Post

Dorong Pariwisata Berkelanjutan, Menparekraf Ajak Investor Berinvestasi di Bali

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

Ilustrasi flat merintis desa wisata dari nol
Desa Wisata

Panduan Merintis Desa Wisata dari Nol: Langkah, Modal, dan Contoh Sukses

by Ryan Ariyanto
September 20, 2026
0

Hampir setiap desa punya sesuatu yang bisa "dijual" kepada wisatawan, entah itu pemandangan alam, tradisi budaya, atau hasil bumi khas...

Read moreDetails
Wisata Garut
Desa Wisata

Paket Wisata Garut 3 Hari 2 Malam: Dari Kawah Berasap sampai Kebun Mawar dalam Satu Perjalanan

by Ryan Ariyanto
Agustus 7, 2026
0

Kamu pernah nggak, punya waktu libur tiga hari tapi bingung mau ke mana karena kalau atur sendiri malah repot mikirin...

Read moreDetails
businessman person space laptop
Berita Desa

Kelola.co vs Pencatatan Manual: Mana yang Lebih Efisien untuk Mengelola Bisnis?

by Ryan Ariyanto
Agustus 4, 2026
0

Digitalisasi bisnis kini sudah menjadi trend yang bisa dikatakan wajib diikuti oleh semua pelaku bisnis. Contohnya untuk urusan pencatatan stok...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Panduan Merintis Desa Wisata dari Nol: Langkah, Modal, dan Contoh Sukses

Strategi Pemasaran Produk UMKM Desa Lewat Media Sosial dan Marketplace

Cara Memulai Usaha Konveksi Rumahan dari Desa untuk Pasar Kota

10 Ide Usaha Rumahan Modal Kecil di Desa yang Cocok untuk Pemula 2026

Peran Pedagang Pasar Desa dalam Menjaga Ekonomi Lokal Tetap Hidup

Digitalisasi Pembayaran di Pasar Desa: Manfaat dan Cara Menerapkannya

  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Panduan Praktis
    • Koperasi
    • Materi dan Publikasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
  • Tentang Ryan
  • Catatan Penulis
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Kabar & Agenda
    • Sedesa TV
  • Pelatihan & Konsultasi
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2026

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

 

Memuat Komentar...