Tips Digital Marketing Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan

Tips Digital Marketing; Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan

Sedesa.id Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan. Apa kabar sahabat sedesa, semoga dalam keadaan baik. Semoga di masa yang ‘sulit’ ini sahabat tetap dapat menjalankan aktivitas usaha sahabat dengan baik. Tetap dapat berproduksi, tetap dapat melakukan penjualan, dan tetap mendapatkan penghasilan yang  cukup.

Dalam kesempatan kali ini saya ingin menjawab pertanyaan yang masuk di Grup Whatsapp Sedesa.id, pertanyaan yang saya pilih adalah Bagaimana Cara Menghadapi Konsumen Yang Menyebalkan. Pertanyaan ini, memang banyak ditanyakan oleh anggota grup, dan saya ingin menjawab di sini, agar bisa panjang lebar.

Pembeli Adalah Raja

Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan pertama mari kita kembali pada istilah populer bahwa pembeli adalah raja. Di era digital, istilah ini sangat wajib untuk kita lekatkan di benak kita, ketika kita sedang melakukan komunikasi atau menjalin interaksi dengan pelanggan atau calon konsumen.

Para pembeli di era digital  ini, benar-benar menjadi ‘raja’ dan tidak sedikit yang bersikap menjadi ‘raja yang kejam’. Mereka ingin dilayani secara lebih,  tidak sedikit ketika kecewa akan melakukan tindakan yang bisa merugikan kita.

Oleh karena itu kita sebagai penjual atau pelaku usaha harus memiliki cara dalam menghadapi konsumen yang kadang menyebalkan. Jangan sampai, kita ‘kalah’ dalam menghadapi konsumen. kalah yang saya maksud adalah, kita kehilangan peluang pembelian, atau bahkan kita akan dilabeli buruk oleh konsumen.

Label buruk yang diberikan konsumen, bahkan ketika dia belum jadi membeli produk kita bisa berakibat fatal di ranah digital. Mereka bisa saja, membuat status atau mengviralkan usaha kita dengan citra negatif.

Pembeli Dapat Menjadi Begitu Mengerikan

Di dalam dunia digital, di mana antara penjual dan pembeli saling terhubung satu sama lain, dapat berinteraksi secara bebas, dan komunikasi yang terjadi dapat dilihat secara publik, memang dapat menjadi bumerang bagi pelaku usaha. Bumerang ketika kita sampai salah melakukan komunikasi, misalnya dalam menjawab komplain, atau menjawab pertanyaan dalam kolom komentar.

Pembeli atau bahkan calon pembeli yang kecewa, di media sosial dapat melakukan upaya menjelekkan produk atau usaha kita. Ini seperti hal yang kemudian banyak dilakukan oleh pengguna media sosial, tanpa mereka menyadari dampak negatif yang akan ditimbulkan. Kepuasan bahwa dapat membuat kampanye buruk di media sosial atas produk, seolah menjadi kemenangan tersendiri.

Sebagai pelaku usaha, kita tentu harus mengantisipasi hal semacam itu agar tidak terjadi di usaha kita. Sehingga kita harus mampu melakukan komunikasi yang baik. Bagaimana membangun komunikasi digital marketing silakan baca artikel berikut: Tips Sukses Digital Marketing; Komunikasi Digital Marketing

Bagi pelaku usaha yang menggunakan market place untuk jualan Online, kita tahu di sana ada halaman ulasan, yang mana pembeli yang telah menggunakan produk kita diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman mereka. Ulasan yang umum saat ini berupa foto produk yang mereka terima, kesan dan pesan kepuasan, apakah mereka merekomendasikan, kemudian memberikan penilaian dengan model bintang.

Di market place, banyak ulasan negatif yang muncul di banyak akun jualan. Hal ini pada akhirnya akan menjadikan calon pembeli baru ragu ketika mereka ingin membeli produk yang sama.  Karenanya penting bagi kita, untuk menjadikan ulasan negatif yang diberikan konsumen menjadi sesuatu yang justru akan menguntungkan kita. Saya pernah mengulas di artikel berikut: Cara Jitu Dongkrak Penjualan dengan ulasan

Tips Digital Marketing; Cara Menghadapi Konsumen Yang Menyebalkan

Kembali pada topik pembahasan untuk menjawab pertanyaan Cara Menghadapi Konsumen Yang Menyebalkan. Setelah kita ketahui betapa pentingnya konsumen, dan betapa berbahayanya mereka di rana digital ini. Maka berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan, dalam menghadapi konsumen yang menyebalkan dengan berbagai tipe.

1. Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan Tipe Bertele-tele

Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan dengan tipe bertele-tele memang sangat menyebalkan. Kita sudah menjelaskan secara detail, panjang lebar  tentang produk yang kita tawarkan. Namun dia justru mengalihkan pertanyaan lain.

Kemudian kita jawab lagi, tapi konsumen ini justru keluar dari topik, dan membuat pertanyaan baru lagi. Intinya bingung dengan dirinya sendiri, tidak bisa tegas apakah akan membeli atau sekedar cari informasi.

Tipe bertele-tele ini kadang juga memberikan harapan palsu bagi pelaku usaha. Sudah mau closing, tidak tahunya pindah tanya produk yang lain, dan seterusnya.

Cara Mengatasi:

Untuk mengatasi konsumen yang bertele-tele, kita perlu membuat standar jawaban atas produk atau usaha kita. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak kehabisan waktu dalam menjawab.

Selalu tarik kembali jawaban kita ke pertanyaan awal konsumen ini. Jika konsumen ini kembali melontarkan jawaban lain, terus tarik sampai pada benang merah jawaban dari pertanyaan pertama.

Memang perlu kesabaran dan waktu lebih dalam menghadapi tipe ini. Tapi, jika kita berhasil memberikan jawaban yang meyakinkan, dapat menarik pada produk yang benar-benar dia butuhkan dan inginkan, kemungkinan besar pembelian akan terjadi.

2. Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan Tipe Tanya Terus

Konsumen sering kali tidak membaca detail yang telah kita berikan dalam deskripsi atau pun poster produk. Sehingga dia akan menanyakan berulang kali detail dari produk kita.

Sebagai contoh, sudah jelas kita mengadakan potongan harga 50% untuk seluruh produk  yang ada dalam poster, kemudian ada batas waktu yang juga tertera dalam poster. Namun ada saja konsumen yang bertanya, berapa persen yang akan dia dapat? Produknya apa saja? kapan terakhir?

Cara Mengatasi

Kita harus maklum, konsumen kita di media sosial memang beragam. Ada yang langsung memahami, ada yang perlu membaca berulang, dan ada yang tidak baca dan paham langsung tanya. Sehingga sering pertanyaan yang sudah ada jawabannya pun ditanyakan kembali.

Tenang! Tetap jawab dengan baik, berikan sapa, dan gunakan penekanan yang lembut perihal jawabannya telah ada di poster atau deskripsi. Sebagai contoh:

Konsumen: Sampai tanggal berapa kak diskonnya berlaku?
Kita: Hai kak, untuk diskon super hemat ini bisa kakak manfaatkan sampai tanggal 10 Mei 2020. Namun kami sarankan, kakak segera order sekarang, jangan sampai kehabisan produk terbaik ini. Informasi selengkapnya produk apa saja yang dapat diskon, cek di poster dan deskripsi ya kak. Happy Shopping!

Tentu sebagai pelaku usaha dengan produk yang beragam.  Kita kadang kesal ketika pertanyaan-pertanyaan yang umum ditanyakan ulang, padahal sudah diletakan di kolom deskripsi.

Karenanya kita bisa memetakan pertanyaan umum yang sering di sampaikan. Kemudian kita buat list pertanyaan dan jawaban. Sehingga template ini bisa untuk membalas secara cepat.

3. Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan Tipe Pemarah

Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan tipe pemarah. Sangat mudah mendeteksi konsumen dengan tipe pemarah. Biasanya komunikasi sejak awal sudah tidak bersahabat. Entah ketika akan bertransaksi, atau setelah terjadi transaksi.

Tipe pemarah biasanya juga tidak sabar dalam menunggu jawaban. Sehingga ingin semua serba cepat, dan juga dia yang benar.  Tidak suka ditanya ulang.

Cara Mengatasi

Mengatasi tipe pemarah, tentu dengan sifat sebaliknya. Kita lakukan komunikasi sebaik mungkin. Apa yang ditanyakan, kita jawab dengan bahasa yang baik dan upayakan hanya menjawab yang dia tanyakan.

Namun perlu diingat, jangan sampai kita memotong jawaban atau memaksakan konsumen untuk mengikuti jawaban kita. Ikuti saja apa pertanyaan mereka, dan kemudian jawab.

Jika kita merasa konsumen ternyata memang tidak paham dengan jawaban kita. Ada baiknya untuk membantu agar segera paham, misalnya dengan kalimat yang  lebih sederhana.

4. Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan Tipe Banyak Mau

Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan Tipe Konsumen banyak mau, tentu sudah sangat umum. Namun bagaimana kita mengelola komunikasi dengan konsumen banyak mau? Kita yang menang dengan mereka membeli, atau kita yang kalah karena kita lari?

Ketika konsumen banyak mau, misalnya meminta diskon tambahan, meminta mendapat give tambahan, dan lain sebagainya. Sudah di kasih diskon tambahan, masih minta ongkir gratis. Sering mendapat konsumen begitu?

Cara Mengatasi

Jurus jitu dalam menghadapi konsumen banyak mau adalah sabar. Jangan buru-buru menjawab, coba pikirkan dulu, hitung untung rugi, baru jawab. Jangan segera menjawab tidak bisa, atau bisa.

Coba jadikan diri kita sebagai penasihat yang baik. Kita yakinkan konsumen bahwa diskon yang kita berikan sudah sangat besar. Yakinkan pada mereka bahwa layanan yang ada sudah maksimal dan sesuai dengan harga.

Coba untuk mengiring konsumen banyak mau untuk menuruti keinginan atau informasi kita. Berikan alasan yang menguatkan mereka, kedepankan informasi seputar keuntungan yang akan mereka peroleh, dan kesempatan yang tidak datang dua kali.

Kesimpulan Tips Digital Marketing; Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan

Pada dasarnya konsumen selalu ingin diperlakukan dengan baik, namun kadang cara berkomunikasi atau menunjukkan sikapnya sulit dipahami, hal ini mungkin menjadi begitu menyebalkan. Sebagai pelaku usaha kita tentu harus bersabar, tetap fokus pada tujuan. Tujuan kita adalah menjual produk atau jasa, maka bagaimana pun konsumen yang kita miliki adalah calon pembeli, calon orang yang akan membantu kita menuju tujuan kita.

Perlakukan konsumen dengan baik. Gunakan komunikasi yang baik. jangan mudah terpancing. Ingat usaha besar pun dapat runtuh seketika dari kekecewaan satu konsumen. Namun untuk membangun kembali usaha, kita butuh ribuan ulasan postif. Dunia usaha memang begitu, sesuatu yang negatif akan mudah viral, namun sesuatu yang postif sulit menjadi pertimbangan pembeliaan.

Karenanya, tetap bersabar, dan layani dengan baik setiap konsumen yang datang di toko online kita, dalam kolom komentar, atau pun di chat dan whatsapp kita. Demikian pembahasan mengenai Cara Menghadapi Konsumen Menyebalkan. Semoga bermanfaat. Salam. Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Mengapa perusahaan melakukan diversifikasi produk
Mengapa perusahaan melakukan diversifikasi produk? – Ngobrol Seputar Marketing