E learning Sedesa Copywriting dan Microblogging

Membuat Copywriting dan Microblogging

Sedesa.id Hari ini saya berkesempatan untuk mengisi pelatihan pembuatan konten / Pelatihan TIK Desa Binaan Universitas Gadjah Mada. Membagikan pengalaman saya dalam membuat copywriting dan microblogging selama ini.

Video lengkap mengenai pelatihan copywriting dan microblogging dapat sahabat sekalin ikuti dalam Saluran Youtube Sedesa.id

Berikut adalah rangkuman materi yang saya sampaikan dalam video pembelajaran membuat copywriting dan microblogging.

Copywriting

Copywriting adalah aktivitas menulis untuk kebutuhan iklan atau bentuk lainnya dari marketing. Tujuan dari aktivitas ini adalah konten berbentuk tulisan yang digunakan untuk memperkenalkan brand, memicu aksi serta membujuk pengunjung untuk melakukan apa yang diinginkan, termasuk membeli produk yang Anda tawarkan.

Kata kuncinya: Copywriting adalah aktivitas menulis untuk kebutuhan konten iklan atau promosi.

Mengapa Kita Perlu Membuat Copywriting?

Copywriting sangat penting dalam menjalankan bisnis online, karena cara ini dapat mengajak pembaca agar mengetahui dan mengenal produk (barang / jasa) yang Anda miliki. Pembaca / target pasar juga bisa mencari tahu mengenai kelebihan produk yang Anda tawarkan.

Tidak heran jika, copywriting adalah alat ampuh dalam menaikkan penjualan produk di ranah online!

Bagaimana Membuat Copywriting Yang Menjual?

  1. Pahami Target Pasar
  • siapa dan seperti apa?
  • detail apa keinginan mereka?
  • apa kebutuhan mereka?
  • apa masalah mereka yang mau di selesaikan?

“Memahami target pasar, menjadikan copywriting Anda benar-benar tepat sasaran = Konversi penjualan naik.”

  1. Pahami Tipe Penawaran

1 gratis 2, vocher,
diskon, potong harga,
bonus, hadiah,
jaminan garansi,
bundling produk,

Anda harus ingat bahwa tipe penawaran harus sesuai dengan keinginan dari target market Anda. = Lakukan Riset Pasar”

  1. Pahami Media Promosi Yang Akan Digunakan

Media offline; selebaran, poster, baliho, dll.
Media online; Google. Instagram, facebook, webssite dll.

“Media yang digunakan harus disesuaikan dengan target market, apa target anda di online atau di offline.”

Teknik Membuat Copywriting Yang Ideal Dengan AIDA Marketing

Atention : Mencari Perhatian Konsumen

Tahap ini bertujuan untuk merangkul konsumen agar mengenal produk atau brand. Gunakan Headline yang menarik untuk menarik perhatian customer Anda.

Interest: Membuat Konsumen Tertarik

Konsumen mulai penasaran dengan informasi yang Anda berikan. Mulailah dengan menceritakan problem dan solusi, dengan memberikan informasi atau fakta situasi kekinian. Tentang Konsumen bukan Produk.

Desire: Membuat Konsumen Menginginkan

Anda harus memahami keinginan mereka. Apa yang membuat mereka ingin membeli produk atau layanan Anda. Anda informasikan Fitur dan Benefit produk Anda atau bisa juga dengan menawarkan bonus -bonus yang Anda berikan untuk mereka.

Action: Memastikan Konsumen Membeli Produk

Tahap di mana konsumen sudah yakin akan suatu produk atau brand dan mulai membeli untuk pertama kalinya. Beri informasi pada bagian akhir copywriting Anda. Misal: DM untuk membeli, atau informasi kontak Anda.

Membuat Headline Copywriting Yang Memikat Audiens

  1. Dengan Cara Meremehkan

Menarik perhatian karena menampilkan efek from zero to hero kepada pembaca / target pasar Anda.

“Awalnya hanya dianggap rumput biasa, setelah saya mengolahnya menjadi produk cokelat, semua orang takjub akan rasanya!”.

“Mereka tertawa ketika saya membuat kolam ikan di atas bukit, setelah tahu hasilnya, semua orang ingin tahu apa rahasianya!”.

“Awalnya mereka tidak percaya dan meremehkan, Ketika tahu kasiatnya mereka panik dan takut kehabisan.”

  1. Dengan Metode Audiens Harus Coba

    Menarik perhatian dengan headline bahwa ‘audiens’ belum mencoba dan harus mencoba untuk membuktikan kebenaran copywriting Anda.

    1. “Siapa lagi yang mau ke luar negeri gartis setiap bulan?”

    2. “Siapa lagi yang mau punya passive income tanpa modal?”

    3. “Siapa lagi yang mau merasakan sensasi menginap di pedesaan?”

    4. ‘’Siapa lagi yang mau merasakan manisnya cokelat tanpa takut gigi berlubang?”
  2. Dengan Metode Headline Pengalaman Pribadi

    Meningkatkan rasa percaya calon pembeli bahwa pemilik produk ini memang benar- benar kredibel dan sudah menguasai produk yang dijualnya.

“Ini dia bahan olahan cokelat yang saya gunakan, menjadikan lidah bule-bule eropa ketagihan”.

“Saya belum pernah merasakan tantangan off road semenarik ini!”.

  1. Dengan Cara Menantang

    Headline yang dibumbui provokatif akan membuat calon pembeli langsung berpikir dan merasa tertantang!.

“Apakah Anda sudah mempersiapkan Masa Tua Anda?”

“Kesempatan tidak datang dua kali, yakin Anda akan menolaknya?”

“Hidup hanya sekali, jangan sampai Anda tidak mengunjungi destinasi ini.”

“Hanya orang-orang pilihan yang berani merasakan sensasi pedas GEPREK MAWUT MENOREH”

  1. Dengan Cara Menceritakan Pengalaman Sensasional

    Headline tipe ini biasanya berupa suatu urutan kejadian. Si penulis menggambarkan dalam copywritingnya tentang kisahnya yang dulu sempat terpuruk, lalu bangkit dan akhirnya berhasilnya.

“Awalnya saya hanya ibu rumah tangga, namun saya memiliki…… sehingga menua kesuksesan seperti saat ini”.

“Semua orang ragu dengan konsep penginapan saya, tetapi saya yakin dengan ide bisnis ini, dan kini penginapan ini menjadi yang terbaik di……”

Microblogging

Microblogging adalah pembuatan konten yang berisi informasi singkat mengenai suatu topik, yang berisi tulisan seperti blog dalam bentuk pendek.

Kata kunci: Microblogging adalah membuat konten informatif, singkat, mudah dipahami, dan menjadikan audiens bertindak mencari informasi lebih atau memutuskan melakukan pembelian.

Persiapan Sebelum Membuat Microblogging

  1. Membuat Konsep Konten
    Konten microblog adalag tulisan / pesan yang ingin disampaikan, hal ini dapat Anda buat dengan menggunakan teknik copywriting.
  2. Mebuat Microblog Yang Menarik
    Berkaitan dengan pemilihan warna, font, ilustrasi atau gambar yang digunakan. Pastikan sejak slide pertama sudah membuat orang tertarik dan penasaran untuk melanjutkan ke slide selanjutnya!
  3. Pahami Aplikasi Desain
    Membuat microblog dapat memanfaatkan berbagai aplikasi desain,;
    Adobe Photoshop
    Canva
    Powerpoint/Google Slides/Keynote.
  4. Buat Agar Audiens Berinteraksi
    Bisa dengan membuat ajakan atau pertanyaan pada akhir slide atau keterangan dari microblogging yang Anda lakukan. (LIKE, COMMENT, SHARE, SAVE)

Tips Membuat Konten Microblogging Sosial Media

Pahami Sosial Media Yang Akan Digunakan:

Media social yang akan Anda gunakan: misalnya adalah Twitter, Tumblr, bahkan Facebook, Instagram, Whatsapp.

Manfaatkan Fitur:

Setiap media social memiliki ragam fitur yang berbeda, Anda bisa memanfaatkan fitur ini untuk membuat microblogging, misalnya melalui fitur story di WA.

Sesuaikan Format:

Format yang tepat akan memudahkan tersampaikannya pesan dari microblog Anda, jika di Instagram misalnya, Anda bisa memilih format foto 1:1 untuk microblog Anda.

Pahami Penggunaan Media Sosial:

Pengguna media social satu dengan yang lainnya berbeda, maka pahami karakteristik mereka, agar CTA dari microblog Anda dapat tersampaikan dengan baik.

Tips dan Praktik Membuat Microblogging

Gunakan font berjenis sans, Gunakan warna yang kontras, Sederhanakan kata-kata yang digunakan, Berikan CTA di akhir.

  1. Slide Awal: Pada slide Awal dalam microblogging berikan informasi yang membuat penasaran / ketertarikan ke slide berikutnya.

2. Slide Utama: Berisi informasi utama dari microblogging yang kita buat, slide ini bisa 1 – 3 slide dalam satu rangkaian microblogging.

3. Slide Akhir: Slide terakhir untuk kebutuhan CTA, Info Kontak, Atau Profile.

Contoh Microblogging di Instagram

Terima Kasih

Demikian pembahasan kita kali ini, berbagai materi dan artikel terakit digital marketing dapat sahabat sekalian akses melalui Pustaka Sedesa, atau dalam tautan berikut ini: Materi Digital Marketing Lengkap

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat, terima kasih telah membaca, Yuk berdaya digital bareng! Salam Ari Sedesa.id

Artikel Menarik
Kesalahan Umum Pengelola BUMDes Saat Memulai Unit Usaha BUMDes
Kesalahan Umum Pengelola BUMDes Saat Memulai Unit Usaha BUMDes