• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home PUSTAKA Koperasi

Apakah Koperasi Desa Merah Putih Bisa Bertahan Tanpa Pemerintah?

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
Mei 28, 2025
in Koperasi, PUSTAKA
0
sedesa.id Apakah Koperasi Desa Bisa Bertahan Tanpa Pemerintah
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Sedesa.id Semua orang senang dengan program yang besar. Apalagi jika didukung anggaran negara, media ramai memberitakan, dan pejabat bergantian datang meresmikan. Tapi pertanyaannya sederhana dan penting: bagaimana nasib koperasi desa setelah gemuruh program nasional mereda?

Koperasi Tak Bisa Selalu Bergantung pada Negara

Tahun 2025 ini, kita menyaksikan sesuatu yang luar biasa: pemerintah berkomitmen membentuk 80.000 koperasi desa Merah Putih. Bahkan anggaran miliaran rupiah siap digelontorkan untuk pelatihan, modal, dan digitalisasi. Tapi pengalaman masa lalu mengajarkan satu hal: tidak semua yang dimodali pemerintah akan berhasil.

RelatedPosts

Kelola.co vs Pencatatan Manual: Mana yang Lebih Efisien untuk Mengelola Bisnis?

Kopi Arabika Pilihan Terbaik: Rekomendasi Biji Kopi Roasted Berkualitas untuk Usaha dan Harian

Jual Biji Kopi Robusta Wonosobo Roasted Beans untuk Usaha dan Harian

Dulu, kita punya KUD (Koperasi Unit Desa). Hampir semua desa punya. Tapi apa yang terjadi? Banyak KUD akhirnya bubar jalan karena terlalu bergantung pada bantuan luar. Ketika subsidi pupuk dicabut, ketika proyek pengadaan berakhir, KUD tidak punya fondasi bisnis mandiri.

Baca juga: Peran Koperasi Desa dalam Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat

Apa Artinya Mandiri Bagi Koperasi?

Mandiri bukan berarti harus lepas sepenuhnya dari pemerintah. Tapi koperasi harus:

  • Memiliki usaha riil yang menghasilkan laba
  • Memiliki pengurus dan anggota yang aktif dan loyal
  • Bisa membuat laporan keuangan dan mengelola aset sendiri
  • Mampu mengambil keputusan strategis tanpa harus “menunggu proyek”

Selengkapnya baca: Pendanaan Koperasi Desa Merah Putih: Dari APBN hingga Dana Desa, Siapa Bayar Apa?

3 Tipe Ketergantungan yang Perlu Diwaspadai

  1. Ketergantungan Dana Hibah
    Banyak koperasi hanya bergerak kalau ada bantuan dana. Begitu dana berhenti, koperasi ikut mati. Ini bukan koperasi—ini sekadar proyek.
  2. Ketergantungan Pendampingan
    Sebagian koperasi hanya aktif kalau ada pendamping. Padahal, pendamping itu hanya sementara. Koperasi harus bisa jalan sendiri.
  3. Ketergantungan Kepala Desa atau Tokoh Tertentu
    Jika koperasi hanya hidup karena satu tokoh, maka ketika tokoh itu pensiun, koperasi ikut redup. Ini tanda bahwa sistem belum kuat.

Kunci Ketahanan: Sistem Bukan Sosok

Koperasi yang kuat bukan karena siapa pengurusnya, tapi karena sistemnya jelas. Ada SOP, ada kaderisasi, ada laporan keuangan, ada mekanisme pengambilan keputusan.

Di beberapa desa, saya melihat koperasi yang bertahan hingga 10–15 tahun karena mereka punya budaya musyawarah yang hidup dan terus mengadakan RAT, meski tidak dapat bantuan sekalipun.

Harapan dan Rekomendasi

Untuk memastikan koperasi desa tetap hidup setelah “bantuan lewat”, saya merekomendasikan:

  1. Fokus pada jenis usaha yang benar-benar dibutuhkan warga
    Jangan asal buka usaha karena sedang tren. Lihat potensi desa dan kebutuhan pasar lokal.
  2. Libatkan anak muda sejak awal
    Jangan tunggu mereka jadi “pengurus tua”. Berikan mereka ruang sejak sekarang.
  3. Bangun sistem pencatatan keuangan yang sederhana tapi rapi
    Bisa pakai buku tulis, Excel, atau aplikasi. Yang penting transparan.
  4. Terapkan sistem insentif bagi pengurus aktif
    Koperasi tidak boleh membayar gaji besar, tapi juga jangan berharap orang kerja ikhlas terus.

Selengpanya baca: Koperasi Desa Merah Putih: Apakah Akan Berhasil?

Ketika Program Berlalu, Siapa yang Menjaga Api?

Saya percaya program Koperasi Desa Merah Putih adalah peluang emas. Tapi seperti api unggun, kalau tidak dijaga, ia bisa padam.

Ketika bantuan habis dan spotlight media pindah ke tempat lain, yang tersisa hanyalah kita—warga desa, pengurus koperasi, dan mereka yang masih percaya bahwa gotong royong bisa menjadi jalan kemandirian ekonomi.

Dan kalau kita masih menjaga semangat itu, saya yakin: koperasi akan tetap menyala—dengan atau tanpa proyek dari atas.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Previous Post

Masa Depan Koperasi Desa Merah Putih: Tantangan dan Harapan Kolektif dari Desa

Next Post

6 Kunci Sukses Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

businessman person space laptop
Berita Desa

Kelola.co vs Pencatatan Manual: Mana yang Lebih Efisien untuk Mengelola Bisnis?

by Ryan Ariyanto
Agustus 4, 2026
0

Digitalisasi bisnis kini sudah menjadi trend yang bisa dikatakan wajib diikuti oleh semua pelaku bisnis. Contohnya untuk urusan pencatatan stok...

Read moreDetails
Kopi Arabika Nalara
Berita Desa

Kopi Arabika Pilihan Terbaik: Rekomendasi Biji Kopi Roasted Berkualitas untuk Usaha dan Harian

by Ryan Ariyanto
Juli 30, 2026
0

Industri kopi di Indonesia terus mengalami perkembangan yang luar biasa, didorong oleh apresiasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas biji...

Read moreDetails
Nalara Coffee Robusta Wonosobo
Berita Desa

Jual Biji Kopi Robusta Wonosobo Roasted Beans untuk Usaha dan Harian

by Ryan Ariyanto
Juli 29, 2026
0

Bagi Anda yang sedang mencari pasokan biji kopi robusta berkualitas tinggi dengan aroma yang kuat dan rasa yang pekat, pemilihan...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Kelola.co vs Pencatatan Manual: Mana yang Lebih Efisien untuk Mengelola Bisnis?

Kopi Arabika Pilihan Terbaik: Rekomendasi Biji Kopi Roasted Berkualitas untuk Usaha dan Harian

Jual Biji Kopi Robusta Wonosobo Roasted Beans untuk Usaha dan Harian

Biji Kopi Robusta Wonosobo Roasted Beans untuk Pecinta Kopi dan Pelaku Usaha Cafee

Menjaga Tradisi Nusantara Lewat Secangkir Kopi: Perjalanan dan Filosofi di Balik Nalara Coffee

Menikmati Kekayaan Cita Rasa Kopi Nusantara Bersama Nalara Coffee

Seedbacklink
  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2025

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca