• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home PUSTAKA Desa Wisata

Wisata Nglinggo Tritis Membangun Ekonomi dan Mengubah Wajah Desa

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
Maret 26, 2025
in Desa Wisata, PUSTAKA
0
Wisata Nglinggo Tritis Membangun Ekonomi dan Mengubah Wajah Desa
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Desa Wisata Nglinggo Tritis, sebuah destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, telah menjadi simbol transformasi ekonomi dan sosial di wilayah perdesaan.

Destinasi ini berhasil memadukan keindahan alam dengan inisiatif pemberdayaan masyarakat lokal untuk menciptakan dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan.

RelatedPosts

7 Rekomendasi Desa Wisata di Yogyakarta untuk Liburan yang Berkesan

Desa Wisata Indonesia: Pengalaman Autentik Mengenal Budaya dan Tradisi Lokal

9 Kuliner Lezat Khas Magelang Dekat Borobudur yang Bikin Nagih

Artikel ini mengulas dampak dan proses transformasi tersebut berdasarkan penelitian terbaru dari Nugraha, Prameswara, dan Sfarliana (2023).

Latar Belakang Transformasi Ekonomi

Sejak dekade 1970-an, Indonesia telah mengalami deagrarianisasi, yaitu pergeseran ekonomi dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa. Berdasarkan data Bank Dunia (2017), kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus menurun, sementara sektor jasa dan industri meningkat pesat.

Kabupaten Kulon Progo, salah satu wilayah yang masih bergantung pada pertanian, mulai mengembangkan sektor pariwisata sebagai upaya diversifikasi ekonomi. Destinasi wisata Nglinggo Tritis menjadi salah satu inovasi yang berhasil memberikan alternatif penghidupan bagi masyarakat perdesaan.

Nglinggo Tritis menawarkan berbagai daya tarik wisata, termasuk kebun teh, air terjun Watu Jonggol, dan bukit Ngisis, yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi wisata ini telah dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal melalui pendekatan berbasis komunitas (community-based tourism).

Inisiatif ini memungkinkan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pengelolaan wisata.

Dampak Ekonomi dari Pariwisata

Pariwisata di Nglinggo Tritis telah menciptakan peluang ekonomi yang signifikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo (2022), pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata di Nglinggo Tritis mencapai lebih dari Rp 570 juta pada periode 2017-2020.

Pendapatan ini berasal dari retribusi wisata, sementara pendapatan tambahan diperoleh dari pengeluaran wisatawan untuk penginapan, makanan, transportasi lokal, dan aktivitas wisata.

Jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat sebelum pandemi COVID-19, dengan total kunjungan mencapai 67.060 pada 2019. Meskipun terjadi penurunan akibat pandemi, pariwisata di Nglinggo Tritis kembali menunjukkan pemulihan yang stabil pada 2021. Hal ini menunjukkan resiliensi sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Selain itu, pariwisata di Nglinggo Tritis membuka peluang pekerjaan baru. Banyak warga lokal yang sebelumnya bekerja sebagai petani atau penderes kelapa kini memiliki alternatif pekerjaan sebagai pemandu wisata, pengelola homestay, atau pedagang di sekitar destinasi wisata.

Menurut Nugraha et al. (2023), jumlah homestay di Nglinggo meningkat dari satu unit pada 2004 menjadi 22 unit pada 2021, mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang substansial.

Pariwisata dan Pengentasan Kemiskinan

Transformasi ekonomi yang didorong oleh pariwisata juga berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan di kawasan ini. Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo (2020), persentase penduduk miskin di Kalurahan Pagerharjo menurun dari 18,66% pada 2014 menjadi 13,12% pada 2016.

Penurunan ini juga didukung oleh partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pariwisata berbasis komunitas, yang memberikan redistribusi pendapatan secara lebih merata.

Dampak Sosial dan Kultural

Pengelolaan pariwisata berbasis komunitas di Nglinggo Tritis tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial. Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memainkan peran penting dalam memastikan manfaat pariwisata dirasakan oleh semua anggota masyarakat.

Melalui musyawarah rutin, konflik internal dapat dihindari, dan pembagian pendapatan dilakukan secara transparan.

Namun, ada tantangan yang perlu diantisipasi. Komersialisasi budaya, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan degradasi nilai budaya lokal. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pengelola wisata untuk mempertahankan keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian budaya.

Keberlanjutan dan Masa Depan Pariwisata Nglinggo Tritis

Pariwisata di Nglinggo menunjukkan potensi besar sebagai model pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Dengan tetap mempertahankan sektor pertanian sebagai basis ekonomi, pariwisata berbasis komunitas dapat terus menjadi katalisator transformasi perdesaan.

Untuk mendukung keberlanjutan ini, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam mengembangkan infrastruktur, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan mempromosikan destinasi secara lebih luas.

Pengembangan paket wisata terpadu yang menggabungkan atraksi alam, budaya, dan edukasi juga dapat menjadi strategi efektif untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Kesimpulan

Nglinggo Tritis adalah bukti nyata bahwa pariwisata dapat menjadi alat transformasi perdesaan yang efektif. Dengan pendekatan berbasis komunitas, pariwisata tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan melestarikan budaya lokal.

Keberhasilan ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya pengelolaan yang inklusif dan berkelanjutan dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.

Referensi

  • Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo. (2022). Kabupaten Kulon Progo dalam Angka 2022. Pengasih: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo.
  • Nugraha, I. C., Prameswara, B., & Sfarliana, F. (2023). Dampak Destinasi Wisata Nglinggo Tritis Kab. Kulon Progo terhadap Transformasi Perdesaan. Jurnal Pariwisata Terapan, 7(1), 1-15.
  • Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. (2020). Database Daerah Kabupaten Kulon Progo 2020. Wates: Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
  • Ryan, C. (2003). Recreational Tourism: Demand and Impacts. Clevedon: Channel View Publications.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Previous Post

Prakiraan Cuaca Bangka Selatan dan Jembrana: Hujan Lebat dan Potensi Angin Kencang

Next Post

Bagaimana Cara Menjaga Stabilitas Investasi Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Jawabannya

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

7 Rekomendasi Desa Wisata di Yogyakarta untuk Liburan yang Berkesan
Desa Wisata

7 Rekomendasi Desa Wisata di Yogyakarta untuk Liburan yang Berkesan

by Ryan Ariyanto
November 26, 2025
0

Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman berbeda saat liburan, Desa Wisata di Yogyakarta menawarkan pilihan yang tepat dengan pesona alam...

Read moreDetails
Desa Wisata Indonesia: Pengalaman Autentik Mengenal Budaya dan Tradisi Lokal
Desa Wisata

Desa Wisata Indonesia: Pengalaman Autentik Mengenal Budaya dan Tradisi Lokal

by Ryan Ariyanto
November 26, 2025
0

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Salah satu cara terbaik untuk merasakan keaslian budaya tersebut adalah...

Read moreDetails
9 Kuliner Lezat Khas Magelang Dekat Borobudur yang Bikin Nagih
Desa Wisata

9 Kuliner Lezat Khas Magelang Dekat Borobudur yang Bikin Nagih

by Ryan Ariyanto
November 26, 2025
0

Magelang merupakan kota yang dikenal dengan keindahan Borobudur. Kendati demikian, Magelang juga menyimpan kekayaan kuliner khas magelang yang menarik untuk...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Download Buku Tamu Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Pengurus Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Anggota Koperasi untuk Koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih

Rekrutmen SPPI–KDKMP 2026: Syarat dan Cara Daftar Serta Hal yang Perlu Dipahami

Download Buku Daftar Pengawas Koperasi: Pengertian, Fungsi, Format, dan Administrasi Untuk Koperasi Desa Merah Putih

Download Buku Daftar Pengurus Koperasi: Pengertian, Fungsi, Format, dan Format Untuk Koperasi Desa Merah Putih

Seedbacklink
  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2025

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca