Sedesa.id Koperasi Desa Merah Putih kini menjadi tumpuan banyak desa untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Namun, sebelum membuka unit usaha baru seperti pangkalan LPG, toko sembako, apotek, atau layanan logistik, koperasi perlu memastikan usahanya benar-benar layak dijalankan. Caranya? Dengan studi kelayakan usaha.
Apa Itu Studi Kelayakan Usaha Koperasi?
Studi kelayakan usaha adalah analisis untuk menilai apakah rencana usaha koperasi layak dijalankan. Studi ini membantu pengurus koperasi mengukur potensi keuntungan, memahami risiko, dan memutuskan apakah usaha tersebut bisa dilanjutkan, ditunda, atau bahkan dibatalkan.
Manfaat studi kelayakan usaha untuk Koperasi Desa Merah Putih:
✅ Mengetahui potensi pasar dan kebutuhan anggota desa.
✅ Mengukur kebutuhan modal secara realistis.
✅ Mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.
✅ Membantu koperasi menyusun proposal pinjaman ke bank dengan matang.
Baca juga: Sisa Hasil Usaha Koperasi: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contohnya
Langkah-Langkah Studi Kelayakan Usaha untuk Koperasi Desa Merah Putih
Berikut langkah praktis yang bisa diikuti pengurus koperasi:
Analisis Awal dan Identifikasi Tujuan Usaha
- Tentukan unit usaha yang akan dibuka, misalnya pangkalan LPG untuk memenuhi kebutuhan warga desa.
- Identifikasi masalah yang ingin dipecahkan, misal kesulitan warga mendapatkan LPG tepat waktu.
- Tetapkan ruang lingkup dan target usaha koperasi secara jelas.
Pengumpulan Data
- Kumpulkan data pasar desa: berapa banyak rumah tangga yang membutuhkan LPG, sembako, atau layanan lain.
- Identifikasi data teknis seperti lokasi usaha, rantai pasok, dan vendor.
- Hitung kebutuhan sumber daya manusia dan sarana pendukung.
Baca juga: Strategi Hilirisasi Usaha Koperasi Desa Merah Putih agar Tidak Hanya Jual Bahan Mentah
Analisis Data
- Buat analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) untuk unit usaha koperasi.
- Hitung proyeksi penjualan, biaya operasional, dan laba yang bisa diperoleh koperasi.
- Gunakan simulasi sederhana menggunakan Excel untuk menghitung:
- NPV (Net Present Value)
- Payback Period
- IRR (Internal Rate of Return)
Contoh: Jika membuka pangkalan LPG dengan target penjualan 600 tabung/bulan dengan margin Rp 2.000/tabung, koperasi dapat menghitung estimasi pendapatan bulanan dan proyeksi balik modal.
Evaluasi Kelayakan
- Evaluasi kelayakan dari segi keuangan, teknis, operasional, dan pasar.
- Pertimbangkan dampak lingkungan dan izin legalitas usaha.
- Identifikasi risiko seperti fluktuasi harga gas, keterlambatan pasokan, atau pesaing.
Penyusunan Laporan
Susun laporan yang sistematis berisi:
- Ringkasan eksekutif usaha.
- Analisis pasar dan proyeksi penjualan.
- Proyeksi keuangan koperasi untuk unit usaha.
- Analisis risiko dan strategi mitigasi.
Pengambilan Keputusan oleh Pengurus
Pengurus koperasi bersama anggota akan memutuskan:
✅ Apakah usaha akan dijalankan sesuai proyeksi.
✅ Apakah perlu revisi rencana usaha agar lebih efektif.
✅ Apakah usaha akan diajukan pembiayaannya ke bank menggunakan proposal yang sudah dilengkapi studi kelayakan.
Baca juga: Tantangan Mengelola Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih: Siapkah Anda?
Koperasi Desa Merah Putih Jadi Lebih Siap dengan Studi Kelayakan
Dengan studi kelayakan usaha yang matang, Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya membuka unit usaha baru, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha agar tetap sehat dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggota dan desa.
Jika koperasi Anda ingin memulai unit usaha pangkalan LPG, sembako, atau apotek, Sedesa.id menyediakan template studi kelayakan usaha dan pendampingan penyusunan proposal pinjaman koperasi secara online agar Anda siap maju dengan aman dan terukur.
Link Download Contoh Proposal Pengajuan Modal Usaha Koperasi Desa Merah Putih
STUDI KELAYAKAN USAHA KOPERASI DESA MERAH PUTIH
1. Ringkasan Eksekutif
- Nama Usaha: [Nama Unit Usaha Koperasi] (mis: Pangkalan LPG Koperasi Desa Merah Putih)
- Tujuan Usaha: Memenuhi kebutuhan LPG warga desa dengan harga terjangkau dan tepat waktu.
- Lokasi Usaha: [Alamat Lengkap]
- Modal Usaha: [Jumlah Modal yang Dibutuhkan]
- Target Penjualan: [Target penjualan/bulan]
- Proyeksi Laba Bersih: [Estimasi laba per bulan dan per tahun]
- Kesimpulan: Usaha layak dijalankan karena permintaan tinggi, margin stabil, dan mendukung ekonomi desa.
2. Identifikasi Tujuan dan Permasalahan
- Masalah yang Dihadapi: Warga desa kesulitan mendapatkan LPG tepat waktu dan harga stabil.
- Tujuan Usaha: Membuka pangkalan LPG resmi sebagai unit usaha koperasi, menambah pendapatan koperasi dan memberikan layanan ekonomi bagi anggota.
3. Pengumpulan Data
- Data Pasar: Jumlah rumah tangga di desa, rata-rata konsumsi LPG, pola pembelian masyarakat.
- Data Teknis: Lokasi pangkalan, akses distribusi, kerjasama dengan agen LPG.
- Data Finansial: Harga beli LPG, harga jual, biaya operasional (transportasi, gaji, listrik).
- Data SDM: Struktur organisasi usaha, jumlah pegawai yang dibutuhkan.
4. Analisis SWOT
| Aspek | Analisis |
|---|---|
| Strengths | Basis anggota koperasi kuat, permintaan stabil |
| Weaknesses | Modal terbatas, keterbatasan armada distribusi |
| Opportunities | Pasar lokal stabil, potensi menjangkau desa sekitar |
| Threats | Fluktuasi harga, keterlambatan pasokan, pesaing informal |
Baca juga: Memahami Bisnis Koperasi Sebagai Agregator dan Konsolidator
5. Proyeksi Keuangan
Estimasi Pendapatan:
- Target penjualan: 600 tabung/bulan x margin Rp 2.000 = Rp 1.200.000/bulan.
Estimasi Biaya Operasional:
- Gaji petugas: Rp 1.500.000
- Transportasi: Rp 500.000
- Listrik dan operasional: Rp 300.000
- Total biaya: Rp 2.300.000/bulan
Estimasi Laba Bersih:
- Pendapatan: Rp 1.200.000
- Biaya operasional: Rp 2.300.000
- Defisit: Rp 1.100.000/bulan pada awal, namun dapat ditutup dari margin penjualan sembako atau usaha lain hingga pangkalan mencapai penjualan optimal (1.500 tabung/bulan).
(Dapat disesuaikan sesuai kondisi aktual koperasi Anda.)
6. Proyeksi Cashflow (Simulasi)
| Bulan | Modal Masuk | Penjualan | Pengeluaran | Saldo Akhir |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Rp 10.000.000 | Rp 1.200.000 | Rp 2.300.000 | Rp 8.900.000 |
| 2 | – | Rp 1.800.000 | Rp 2.300.000 | Rp 8.400.000 |
| 3 | – | Rp 2.400.000 | Rp 2.300.000 | Rp 8.500.000 |
(Sesuaikan dengan target penjualan bertahap koperasi.)
Baca juga: Panduan Lengkap Koperasi Desa Merah Putih dan Perbedaan dengan Koperasi Lain
7. Analisis Risiko dan Mitigasi
| Risiko | Mitigasi |
|---|---|
| Pasokan LPG terlambat | Kerjasama dengan lebih dari 1 agen resmi |
| Fluktuasi harga | Stabilisasi harga untuk anggota koperasi |
| Persaingan | Penekanan pelayanan dan harga anggota lebih murah |
| Modal habis sebelum BEP | Subsidi silang dari unit usaha sembako atau dana cadangan |
8. Kesimpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan analisis pasar, keuangan, teknis, dan risiko:
✅ Unit usaha pangkalan LPG layak dijalankan.
✅ Membantu koperasi memperkuat posisi ekonomi desa.
✅ Rekomendasi: Dilanjutkan dengan pengajuan pinjaman modal ke bank/Himbara menggunakan proposal resmi.
Lampiran:
✅ Struktur Organisasi Usaha
✅ Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) / Izin Pangkalan LPG
✅ Denah Lokasi Usaha
✅ Proposal Pengajuan Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih
Anda bisa mengganti angka-angka sesuai kondisi koperasi, jenis unit usaha (sembako, apotek, logistik), serta memperbarui data pasar sesuai hasil survei desa Anda.




