Gunung Bromo selalu punya cara membuat orang jatuh cinta. Kawah luas yang diselimuti kabut dingin, hamparan pasir vulkanik, hingga matahari terbit yang ikonik menjadikan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai salah satu destinasi wisata alam terbaik di Indonesia.
Terletak di Jawa Timur, kawasan ini bukan hanya soal melihat pemandangan. Ada banyak aktivitas seru di Bromo Tengger Semeru yang bisa kamu lakukan, mulai dari naik jip, menjelajah lautan pasir, camping di tepi danau, sampai menyaksikan tradisi adat Suku Tengger yang sakral.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat Bromo Tengger Semeru wajib masuk bucket list liburanmu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Mengapa Bromo Tengger Semeru Wajib Masuk Bucket List Wisata?
1. Menikmati Dua Gunung Ikonik Sekaligus
Dalam satu kawasan seluas lebih dari 50.000 hektare, kamu bisa menemukan Gunung Bromo dengan kawah aktif yang mudah diakses, sekaligus Gunung Semeru, puncak tertinggi di Pulau Jawa. Kombinasi ini menjadikan TNBTS unik—ramah untuk wisatawan umum, tapi juga menantang bagi para pendaki.
2. Lanskap Alam yang Lengkap dan Dramatis
Mulai dari Ranu Kumbolo dan Ranu Regulo yang tenang, Padang Savana (Bukit Teletubbies) yang hijau, hingga Pasir Berbisik yang eksotis, semua ada di sini. Setiap sudutnya fotogenik dan cocok untuk wisata alam, fotografi, hingga healing trip.
3. Wisata Alam Sekaligus Wisata Budaya
Keberadaan Pura Luhur Poten dan tradisi adat Suku Tengger menambah dimensi budaya dalam perjalananmu. Di Bromo, kamu tidak hanya menikmati alam, tapi juga belajar tentang kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini.
6 Aktivitas Seru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
1. Keliling Bromo Naik Jip, Ikonik dan Praktis
Liburan ke Bromo rasanya belum lengkap tanpa mencoba berkeliling menggunakan mobil jip. Kendaraan ini dirancang khusus untuk melintasi jalur terjal dan berpasir.
Dengan satu kali sewa, kamu bisa mengunjungi beberapa spot favorit seperti Bukit Cinta, Widodaren, Kawah Bromo, Pasir Berbisik, hingga Savana. Harga sewa jip Bromo umumnya berkisar antara Rp750.000–Rp1.500.000, tergantung rute dan durasi.
2. Menyusuri Pasir Berbisik yang Eksotis
Pasir Berbisik adalah lautan pasir hitam yang mengelilingi kaldera Bromo. Tekstur pasirnya yang bergelombang, berpadu dengan kabut dan siluet gunung, menciptakan suasana dramatis yang sulit dilupakan.
Datanglah setelah pukul 09.00 pagi untuk menyaksikan awan bergerak perlahan menyapu hamparan pasir—pengalaman visual yang sering disebut seperti “berjalan di atas awan”.
3. Berburu Sunrise Bromo dari Tiga Bukit Favorit
Sunrise Bromo adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Kamu bisa memilih beberapa titik populer seperti Penanjakan, Bukit Cinta, atau Bukit Mentigen.
Setiap lokasi punya sudut pandang berbeda, jadi pastikan kamu berangkat lebih awal dan mengikuti arahan pemandu lokal agar tidak tersesat serta tidak ketinggalan momen matahari terbit.
Baca Juga: Menjelajahi 10 Desa Wisata Terbaik di Jogja: Catatan Perjalanan & Panduan
4. Camping dan Menikmati Sunrise di Ranu Kumbolo
Bagi pencinta alam, camping di Ranu Kumbolo adalah pengalaman tak tergantikan. Danau ini sering dijuluki “surga kecil di jalur Semeru” karena suasananya yang tenang dan pemandangan matahari terbit yang magis.
Paket wisata camping Ranu Kumbolo biasanya ditawarkan mulai dari Rp1.600.000–Rp2.400.000 per orang untuk durasi dua hari satu malam, tergantung fasilitas dan penyedia jasa.
5. Singgah ke Pura Luhur Poten
Di tengah Lautan Pasir Bromo, berdiri Pura Luhur Poten, pusat spiritual masyarakat Suku Tengger. Arsitekturnya memadukan unsur Jawa dan Bali, menciptakan suasana sakral yang terasa kuat.
Berada di tengah alam terbuka tanpa bangunan modern di sekitarnya, pura ini menawarkan pengalaman wisata budaya yang hening dan reflektif.
6. Menyaksikan Upacara Adat Yadnya Kasada
Jika datang di waktu yang tepat, kamu bisa menyaksikan Upacara Yadnya Kasada, ritual adat tahunan Suku Tengger yang digelar pada bulan purnama di bulan Kasada.
Selama dua hari, masyarakat membawa hasil bumi dan ternak sebagai persembahan ke kawah Gunung Bromo. Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad ke-14 dan menjadi salah satu atraksi budaya paling sakral di Indonesia.
Tips Penting Sebelum Liburan ke Bromo Tengger Semeru
1. Beli Tiket Masuk Secara Online
Seluruh tiket masuk TNBTS wajib dibeli melalui situs resmi bromotenggersemeru.id. Harga tiket berbeda untuk WNI dan WNA serta hari kerja dan hari libur. Karena harga dapat berubah, selalu cek informasi terbaru sebelum berangkat.
Berikut adalah harga tiketnya:
Tiket Bromo:
- WNI: Hari kerja Rp 54.000, Hari libur Rp 79.000
- WNA: Rp 255.000 (hari kerja & libur)
Tiket Pendakian Semeru:
- Hari kerja: Rp 20.000, Hari libur: Rp 30.000
- Hiking: Rp 20.000 per pendakian
- Camping: Rp 5.000 per hari
- Asuransi: Rp 4.000 per hari
Tiket Pendakian Semeru Mancanegara:
- Hari kerja & libur: Rp 200.000
- Hiking: Rp 20.000 per pendakian
- Camping: Rp 5.000 per hari
- Asuransi: Rp 5.000 per hari
Tiket Ranu Regulo
- WNI: Hari kerja Rp 24.000, Hari libur Rp 34.000
- WNA: Rp 205.000 (hari kerja & libur)
2. Pantau Cuaca dan Status Gunung
Selalu cek kondisi cuaca dan status aktivitas Gunung Bromo dan Semeru melalui kanal resmi TNBTS atau BMKG. Keselamatan harus jadi prioritas utama.
3. Gunakan Jasa Tour atau Pemandu Lokal
Bagi pemula, menggunakan jasa pemandu lokal sangat disarankan. Selain lebih aman dan praktis, kamu juga bisa mendapatkan cerita menarik seputar alam dan budaya Tengger.
4. Siapkan Pakaian Hangat dan Masker
Suhu di kawasan Bromo bisa turun hingga 5°C, terutama saat dini hari. Jangan lupa membawa jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala, serta masker dan kacamata untuk melindungi diri dari debu pasir.
Dengan persiapan yang matang, liburan ke Bromo Tengger Semeru bukan hanya indah, tapi juga aman dan berkesan. Alamnya memukau, budayanya kuat, dan pengalamannya sulit dilupakan.
Jadi, kapan kamu berangkat ke Bromo? Yuk, rencanakan perjalananmu sekarang dan rasakan sendiri pesona TNBTS.




