• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Panduan Praktis
    • Koperasi
    • Materi dan Publikasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
  • Tentang Ryan
  • Catatan Penulis
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Kabar & Agenda
    • Sedesa TV
  • Pelatihan & Konsultasi
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home Kabar & Agenda Berita Desa

Koperasi dan Ormas Bisa Kelola Tambang Ini Aturan Mainnya!

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
Oktober 7, 2025
in Berita Desa, Koperasi, PUSTAKA
0
sedesa.id Koperasi dan Ormas Bisa Kelola Tambang Ini Aturan Mainnya!
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Sedesa.id Pemerintah resmi menerbitkan aturan turunan UU Minerba yang membuka peluang bagi koperasi, ormas keagamaan, hingga BUMDes untuk mengelola tambang secara legal. Cek luas wilayah tambang yang bisa digarap dan tantangannya bagi desa. Mari kita bahas!

Peluang Baru dari Turunan UU Minerba

Selama ini, banyak desa di Indonesia yang kaya sumber daya alam tapi hanya menjadi penonton dari aktivitas tambang di wilayahnya. Pemerintah telah merilis peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba).

RelatedPosts

Foto Baju Adat Jawa di Jogja: Lokasi dan Cara Sewa Baju Adatnya!

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

Memperkuat Kelembagaan Ekonomi Kawasan: Tim 16 TEP UGM & Warga Petakan Aset Produktif di Muting

Salah satu poin penting dari aturan turunan ini adalah pembukaan akses tambang bagi koperasi, ormas keagamaan, dan usaha kecil-menengah (UKM) — termasuk potensi bagi BUMDes untuk berpartisipasi lewat kerja sama kemitraan.

Desa-desa mendapat peluang baru untuk ikut serta secara legal dan langsung dalam pengelolaan tambang. Melalui kerja sama antara koperasi desa, BUMDes, dan ormas keagamaan, pemerintah membuka jalan bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari rantai nilai pertambangan nasional.

Langkah ini dianggap sebagai bentuk keadilan sumber daya alam, agar kekayaan tambang tidak hanya dikelola perusahaan besar, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat di tingkat desa.

Baca juga: Peran BUMDes dalam Menggerakkan Ekonomi Lokal

Berapa Luas Maksimum Tambang yang Bisa Dikelola Koperasi dan Ormas?

Dalam peraturan turunan UU Minerba yang baru, pemerintah menetapkan batas maksimum pengelolaan tambang bagi masing-masing lembaga sebagai berikut:

  • Koperasi dan UKM: maksimal 2.500 hektare
  • Ormas Keagamaan: maksimal 25.000 hektare untuk mineral logam, dan 15.000 hektare untuk batubara
  • BUMN, BUMD, dan kerja sama swasta dengan perguruan tinggi: maksimal 25.000 hektare (logam) dan 15.000 hektare (batubara)

Kebijakan ini membuka ruang luas bagi lembaga masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan tambang secara legal, transparan, dan berkelanjutan. Juga membuka pintu bagi ekonomi kerakyatan di sektor tambang, agar hasil bumi bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal.

Mengapa Kebijakan Ini Dianggap Penting untuk Desa?

Ada tiga alasan utama mengapa aturan baru ini menjadi kabar baik bagi desa dan koperasi:

  1. Pemerataan Akses Ekonomi
    Selama ini sektor tambang dikuasai oleh segelintir perusahaan besar. Dengan pembukaan izin bagi koperasi dan BUMDes, desa kini punya peluang untuk memperoleh nilai tambah dari potensi sumber daya alam di wilayahnya.
  2. Kepastian Hukum dan Tata Kelola
    Dengan peraturan turunan yang jelas, koperasi dan ormas bisa mengajukan izin tambang secara resmi, tanpa harus khawatir dianggap tambang ilegal. Ini mendorong tata kelola sumber daya alam yang lebih baik.
  3. Mendukung Hilirisasi dan Ekonomi Lokal
    Pemerintah berharap skema ini memperkuat ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong desa menjadi pelaku aktif dalam rantai industri minerba nasional.

Baca juga: Cara Membentuk Koperasi Desa yang Profesional

Tantangan di Lapangan: Dari Kapasitas Teknis hingga Lingkungan

Meski membuka peluang besar, kebijakan ini tidak lepas dari tantangan.
Beberapa catatan penting dari para pengamat antara lain:

  • Kapasitas Teknis Koperasi — Banyak koperasi di desa yang belum memiliki kemampuan teknis dan modal cukup untuk mengelola tambang dengan standar lingkungan yang baik.
  • Potensi “Koperasi Abal-abal” — Dikhawatirkan ada perusahaan besar yang menggunakan nama koperasi atau ormas hanya sebagai kedok untuk mendapatkan izin.
  • Konflik Sosial dan Lahan — Perlu mekanisme yang adil agar izin tambang tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat lokal atau merusak lahan pertanian produktif.

Potensi Sinergi: Koperasi Desa, BUMDes, dan Pemerintah Daerah

Dalam konteks desa, kebijakan ini bisa menjadi momentum lahirnya koperasi tambang rakyat yang sehat dan profesional.
Koperasi desa bisa bekerja sama dengan BUMDes dan pemerintah daerah untuk:

  • Menyusun studi kelayakan tambang;
  • Menjaga aspek lingkungan dan sosial;
  • Menyalurkan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Jika dikelola dengan prinsip transparansi dan gotong royong, sektor pertambangan bisa menjadi bagian dari ekonomi desa berkeadilan.

Turunan UU Minerba memberi peluang besar bagi desa untuk berperan langsung dalam pengelolaan sumber daya alam.
Koperasi, ormas, dan BUMDes kini bukan sekadar penonton, melainkan bisa menjadi pelaku utama yang memastikan tambang memberi manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat.

Namun, kunci keberhasilan tetap ada pada: kapasitas kelembagaan, tata kelola yang jujur, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Selama tata kelolanya dijaga dengan baik, koperasi dan BUMDes bisa menjadi pilar utama dalam mewujudkan ekonomi desa berkeadilan dan berkelanjutan.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Previous Post

Mengenal Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal: Wadah Pelestari Kota Sehat

Next Post

DLH Kabupaten Karimun: Menjaga Alam, Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

FotoBajuAdatJogja
Berita Desa

Foto Baju Adat Jawa di Jogja: Lokasi dan Cara Sewa Baju Adatnya!

by Ryan Ariyanto
Oktober 26, 2026
0

Pernah lihat feed teman yang pakai kebaya dan beskap dengan latar Jogja tempo dulu, lalu diam-diam kepikiran, "Kok bagus banget,...

Read moreDetails
Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan
Berita Desa

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

by Ryan Ariyanto
Oktober 9, 2026
0

Kawasan Transmigrasi Muting di Merauke, Papua Selatan, menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Namun, besarnya potensi ini belum berbanding lurus...

Read moreDetails
Sedesa.id Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Lokal di Merauke
Berita Desa

Memperkuat Kelembagaan Ekonomi Kawasan: Tim 16 TEP UGM & Warga Petakan Aset Produktif di Muting

by Ryan Ariyanto
Oktober 9, 2026
0

Kawasan Transmigrasi Muting, Merauke, menyimpan potensi ekonomi lokal yang masif namun belum terintegrasi secara maksimal. Merespons kondisi tersebut, Tim Ekspedisi...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Foto Baju Adat Jawa di Jogja: Lokasi dan Cara Sewa Baju Adatnya!

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

Memperkuat Kelembagaan Ekonomi Kawasan: Tim 16 TEP UGM & Warga Petakan Aset Produktif di Muting

Cara Menyeduh Kopi Robusta Wonosobo agar Rasa Smooth dan Tidak Pahit

Strategi Promosi Digital untuk Desa Wisata Agar Ramai Pengunjung

5 Desa Wisata di Jawa Tengah yang Wajib Dikunjungi Akhir Pekan Ini

  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Panduan Praktis
    • Koperasi
    • Materi dan Publikasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
  • Tentang Ryan
  • Catatan Penulis
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Kabar & Agenda
    • Sedesa TV
  • Pelatihan & Konsultasi
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2026

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca