• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home PUSTAKA Catatan Penulis

Pulau Pecong: Desa di Atas Laut yang Menyimpan Kearifan Lokal

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
April 8, 2025
in Catatan Penulis, Sedesa TV
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Sedesa.id Pulau Pecong, sebuah desa yang sekaligus kelurahan di wilayah perbatasan laut Indonesia, menyimpan cerita unik tentang kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada laut dan menjaga harmoni dengan alam. Dalam sebuah perjalanan singkat, saya—Ryan Ari—berkesempatan untuk singgah sebentar dan mengenal lebih dekat potret desa bahari ini.

Desa Pulau Pecong: Satu Pulau, Satu Kelurahan

Pulau Pecong terletak di wilayah Kepulauan Riau dan menjadi salah satu contoh desa di kepulauan yang masih menjaga kearifan lokal. Satu pulau ini menjadi satu kelurahan tersendiri, dihuni oleh masyarakat Melayu yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan.

RelatedPosts

Kuliner 24 Jam di Yogyakarta Rekomendasi Tempat Makan Malam di Jogja

Bagaimana Menilai & Memilih Desa Wisata untuk Liburan

Perjalanan “Slow Travel” ke Desa Wisata: Panduan 2–3 Hari untuk Menyelami Ketenangan & Kehidupan Desa

Akses ke pulau ini menggunakan kapal pong pong, sejenis kapal kayu kecil yang biasa digunakan masyarakat antar-pulau. Setibanya di dermaga Pulau Pecong, suasana desa langsung terasa—hangat, sederhana, dan bersahaja.

Mencari Sinyal, Mencari Harapan

Salah satu hal unik yang saya temui adalah bagaimana masyarakat memanfaatkan sinyal internet. Dermaga menjadi titik penting karena hanya di situlah sinyal ponsel bisa muncul. Untuk sinyal internet yang lebih kuat, warga harus naik kapal ke tengah laut, menantang ombak sambil menunggu koneksi.

Ini adalah realitas desa pesisir di Indonesia yang masih terkendala infrastruktur digital, namun tetap kreatif mencari solusi.

Rengkam: Rumput Laut Penopang Ekonomi Warga

Saat musim tidak memungkinkan untuk melaut, warga Pulau Pecong memanfaatkan sumber daya laut lain, yaitu rengkam, sejenis rumput laut. Rengkam dikumpulkan, dijemur, dan kemudian dijual ke pengepul. Meski warga tidak tahu pasti kegunaan akhirnya—entah untuk kosmetik atau pupuk—rengkam tetap menjadi sumber penghasilan alternatif yang penting.

Inilah bentuk ekonomi kreatif desa pesisir, yang menggambarkan ketahanan masyarakat terhadap musim dan perubahan cuaca ekstrem.

Ikan Dingkis: Komoditas Musiman Bernilai Tinggi

Selain rengkam, nelayan di Pulau Pecong juga menangkap ikan dingkis—atau yang dikenal juga sebagai pecto. Di musim tertentu, terutama menjelang Imlek, harga ikan ini bisa mencapai Rp300.000 per kilogram. Nilai jualnya yang tinggi membuat ikan ini lebih sering dijual daripada dikonsumsi oleh warga sendiri.

Inilah potret nyata potensi ekonomi desa nelayan yang belum banyak diketahui publik.

Mangrove: Penjaga Pulau dari Abrasi

Di ujung pulau, hutan mangrove tumbuh lebat. Masyarakat menyadari betapa pentingnya mangrove dalam menjaga garis pantai dan melindungi rumah-rumah dari terjangan angin laut. Bahkan, sebagian rumah dibangun di atas tiang-tiang kayu bakau—mencerminkan hubungan erat antara alam dan manusia.

Konservasi ekosistem mangrove di desa pesisir menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari warga Pecong.

Singgah yang Menyentuh Hati

Meski hanya singgah sebentar, pengalaman di Pulau Pecong memberikan pelajaran berharga tentang ketahanan, kearifan lokal, dan potensi desa-desa pesisir Indonesia. Dari sinyal yang dicari di tengah laut, rengkam yang dijemur di panas matahari, hingga ikan dingkis yang jadi harapan ekonomi—semua itu adalah wajah Indonesia dari desa.

Pulau Pecong adalah gambaran nyata desa bahari yang terus bertahan, hidup dalam keterbatasan tapi kaya akan nilai dan makna.

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai Pulau Pecong: Desa di Atas Laut yang Menyimpan Kearifan Lokal. Semoga bermanfaat. Salam. Ari Sedesa.id

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Tags: Pulau Pecong
Previous Post

Kapan Musim Hujan Tiba di Bantaeng dan Situbondo? Simak Prediksinya!

Next Post

Memahami Strategi Ekonomi Kerakyatan melalui Sekolah Pasar di Tingkat Lokal

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

Kuliner 24 Jam di Yogyakarta Rekomendasi Tempat Makan Malam di Jogja
Catatan Penulis

Kuliner 24 Jam di Yogyakarta Rekomendasi Tempat Makan Malam di Jogja

by Ryan Ariyanto
Januari 11, 2026
0

Sedesa.id Yogyakarta tidak pernah benar-benar tidur. Banyak wisatawan yang bilang bahwa salah satu pesona terbaik kota ini justru muncul saat...

Read moreDetails
Bagaimana Menilai & Memilih Desa Wisata untuk Liburan
Catatan Penulis

Bagaimana Menilai & Memilih Desa Wisata untuk Liburan

by Ryan Ariyanto
Desember 21, 2025
0

Sedesa.id Desa wisata kini menjadi pilihan liburan favorit bagi banyak wisatawan yang ingin menikmati suasana yang lebih tenang, alami, dan...

Read moreDetails
Sedesa.id Slow Travel
Catatan Penulis

Perjalanan “Slow Travel” ke Desa Wisata: Panduan 2–3 Hari untuk Menyelami Ketenangan & Kehidupan Desa

by Ryan Ariyanto
Desember 6, 2025
0

Sedesa.id Kalau kamu bosan dengan liburan kilat yang hanya “foto–makan–pulang”, mungkin saatnya mencoba pendekatan berbeda: slow travel ke desa wisata....

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Download Buku Tamu Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Pengurus Koperasi untuk Koperasi Umum dan KOPDES Merah Putih

Download Buku Notulen Rapat Anggota Koperasi untuk Koperasi dan Koperasi Desa Merah Putih

Rekrutmen SPPI–KDKMP 2026: Syarat dan Cara Daftar Serta Hal yang Perlu Dipahami

Download Buku Daftar Pengawas Koperasi: Pengertian, Fungsi, Format, dan Administrasi Untuk Koperasi Desa Merah Putih

Download Buku Daftar Pengurus Koperasi: Pengertian, Fungsi, Format, dan Format Untuk Koperasi Desa Merah Putih

Seedbacklink
  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2025

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca