• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Panduan Praktis
    • Koperasi
    • Materi dan Publikasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
  • Tentang Ryan
  • Catatan Penulis
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Kabar & Agenda
    • Sedesa TV
  • Pelatihan & Konsultasi
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home Panduan Praktis Desa Wisata

Pengembangan Ekowisata Mangrove Terpadu di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau

Vidio Dokumenter ini saya kerjakan bersama satu orang teman. Merekam aktivitas penelitian mengenai Ekowisata Mangrove di Kota Batam. Penelitian oleh Pustek UGM. Ini menjadi vidio terakhir yang saya kerjakan di 2021.

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
Juli 22, 2022
in Desa Wisata, Materi dan Publikasi, Sedesa TV
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, yang memiliki 17.508 pulau dengan panjang garis pantai 81.000 km, memiliki potensi sumberdaya pesisir dan lautan yang sangat besar.

Besarnya potensi sumberdaya kelautan Indonesia tersebut, sangat strategis untuk dikembangkan dalam bidang wisata demi membangun perekonomian dan menunjang kesejahteraan masyarakat yang mengacu pada semagat otonomi daerah dan kemandirian masyarakat lokal.

RelatedPosts

Strategi Promosi Digital untuk Desa Wisata Agar Ramai Pengunjung

5 Desa Wisata di Jawa Tengah yang Wajib Dikunjungi Akhir Pekan Ini

Panduan Merintis Desa Wisata dari Nol: Langkah, Modal, dan Contoh Sukses

Namun salah satu tantangan untuk mempertahankan ekosistem mangrove, rehabilitasi, maupun dalam pemanfaatan mangrove untuk tujuan produktif adalah belum optimalnya pendekatan pembangunan inklusif, kerjasama antar pelaku usaha dan kewilayahan.

Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut secara berkelanjutan, namun pola pemanfaatan yang sifatnya merusak dan mengancam kelestarian sumberdaya pesisir dan laut masih saja terus berlangsung.

Pengembangan ekowisata yang didasarkan kepada prinsip-prinsip kelestarian/keberlanjutan merupakan salah satu alternatif strategi pembangunan yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut.

Namun dalam prosesnya pun pengembangan ekowisata sering sekali terjadi ketidaksinergian antar pelaku usaha dan kewilayahan. Sehingga menimbulkan konflik kepentingan dan akhirnya mengancam keberlanjutan pengembangan ekowisata.

Oleh karena itu, dalam pengembangan ekowisata mangrove, diperlukan upaya sistematis dan komprehensif dalam mendorong pola gerakan dan peta jalan kerjasama dan sinergitas baik secara ekonomi, sosial dan budaya.

Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan melalui program Matching Fund dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencoba mengembangkan model ekowisata yang selaras dengan pola pembangunan yang berkelanjutan di Kota Batam Provinsi Kepulauaan Riau.

Kurikulum Sekolah Lapang Mangrove, oleh Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, akan dijadikan sebagai pintu masuk dalam penyiapan sumberdaya manusia (SDM) dan kelembagaan di Kawasan Ekowisata Mangrove Kota Batam Provinsi Kepulauaan Riau.

Dalam pelaksanaan penelitian ini, PSEK UGM menggandeng Badan Restorasi Gambut dan Mangrove sebagai mitra DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri).

Tujuan penelitian ini adalah

(1) mengidentifikasi potensi SDA (bio-fisik, sosial, ekonomi, budaya, dan kepemerintahan desa-desa) dalam upaya kolaborasi antar-lembaga sosial-ekonomi di kawasan mangrove;

(2) menyiapkan model kelembagaan dan desain rencana usaha kreatif dari usaha-usaha rakyat/lokal berdasar kriteria 4 A + C (attraction, amenities, accessibility, ancillary services, and community participation); dan

(3) melakukan Sekolah Ekowisata Mangrove dalam menciptakan kader-kader yang memiliki visi dan keahlian dalam pengembangan peluang bisnis sosial, mengaplikasikan pengetahuan dalam usaha, melakukan scaling up, dan harmonisasi kelembagaan dan peraturan. Penelitian dilaksanakan di 7 (tujuh) desa (kelurahan) di Kota Batam.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Previous Post

Contoh Unit Usaha BUMDes Pasar Desa Yang Berhasil

Next Post

Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

Ilustrasi flat promosi digital desa wisata
Desa Wisata

Strategi Promosi Digital untuk Desa Wisata Agar Ramai Pengunjung

by Ryan Ariyanto
September 22, 2026
0

Punya potensi alam dan budaya yang indah saja tidak cukup jika tidak ada yang tahu. Banyak desa wisata yang sebenarnya...

Read moreDetails
Ilustrasi flat desa wisata Jawa Tengah
Desa Wisata

5 Desa Wisata di Jawa Tengah yang Wajib Dikunjungi Akhir Pekan Ini

by Ryan Ariyanto
September 21, 2026
0

Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu provinsi dengan jumlah desa wisata Jawa Tengah terbanyak di Indonesia, mulai dari dataran tinggi...

Read moreDetails
Ilustrasi flat merintis desa wisata dari nol
Desa Wisata

Panduan Merintis Desa Wisata dari Nol: Langkah, Modal, dan Contoh Sukses

by Ryan Ariyanto
September 20, 2026
0

Hampir setiap desa punya sesuatu yang bisa "dijual" kepada wisatawan, entah itu pemandangan alam, tradisi budaya, atau hasil bumi khas...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

7 Cara Memilih Jasa Olah Data yang Tepat untuk Penelitian

Foto Baju Adat Jawa di Jogja: Lokasi dan Cara Sewa Baju Adatnya!

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

Memperkuat Kelembagaan Ekonomi Kawasan: Tim 16 TEP UGM & Warga Petakan Aset Produktif di Muting

Cara Menyeduh Kopi Robusta Wonosobo agar Rasa Smooth dan Tidak Pahit

Strategi Promosi Digital untuk Desa Wisata Agar Ramai Pengunjung

  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Panduan Praktis
    • Koperasi
    • Materi dan Publikasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
  • Tentang Ryan
  • Catatan Penulis
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Kabar & Agenda
    • Sedesa TV
  • Pelatihan & Konsultasi
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2026

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca