• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
Education Blog
  • Panduan Praktis
    • Koperasi
    • Materi dan Publikasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
  • Tentang Ryan
  • Catatan Penulis
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Kabar & Agenda
    • Sedesa TV
  • Pelatihan & Konsultasi
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
sedesa.id
No Result
View All Result
Home Kabar & Agenda Berita Desa

Memperkuat Kelembagaan Ekonomi Kawasan: Tim 16 TEP UGM & Warga Petakan Aset Produktif di Muting

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
Oktober 9, 2026
in Berita Desa, Catatan Penulis
0
Sedesa.id Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Lokal di Merauke

Sedesa.id Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Lokal di Merauke

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Kawasan Transmigrasi Muting, Merauke, menyimpan potensi ekonomi lokal yang masif namun belum terintegrasi secara maksimal. Merespons kondisi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tim 16 turun langsung menggelar Forum Pendampingan di Distrik Ulilin, Muting, dan Elikobel pada 6–8 Oktober 2026. Agenda utamanya adalah menyusun dan menyempurnakan model kelembagaan ekonomi kawasan bersama kelompok-kelompok usaha masyarakat.

Langkah strategis ini merupakan pilar dari program KASUARI (Konektivitas Usaha Ekonomi, Adat, Jender, dan Inklusivitas) yang diinisiasi oleh Tim 16. Di bawah komando Rindu S. M. Firdaus, tim peneliti mengajak warga kampung memetakan aset produktif secara partisipatif menggunakan alat bantu peta, mengurai benang kusut persoalan ekonomi lokal, sekaligus mendiskusikan kerangka kelembagaan yang mampu mengintegrasikan usaha antar-kampung.

RelatedPosts

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

Kelola.co vs Pencatatan Manual: Mana yang Lebih Efisien untuk Mengelola Bisnis?

Kopi Arabika Pilihan Terbaik: Rekomendasi Biji Kopi Roasted Berkualitas untuk Usaha dan Harian

Untuk memperkuat fondasi praktik di lapangan, forum ini menghadirkan Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM sekaligus praktisi pemberdayaan di sedesa.id, Ariyanto, S.E., M.M. Berbekal pengalaman empirisnya sebagai pelaku usaha kopi, Ryan—sapaan akrabnya—menyoroti krusialnya membangun kekuatan kolektif.

“Kalau bekerja sendiri, kemampuan kita terbatas. Karena itu, kita perlu membangun kelembagaan bersama,” tegas Ryan. Ia menjelaskan bahwa kelembagaan yang dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan lokal adalah kunci utama untuk mendongkrak daya tawar masyarakat sekaligus menembus akses pasar yang lebih luas.

Dari hasil pemetaan bersama warga, terungkap keragaman potensi unggulan di tiga wilayah utama:

  • Distrik Ulilin: Memiliki kekuatan di sektor pariwisata, pertanian, dan usaha persewaan.
  • Distrik Muting: Mengandalkan komoditas perikanan, kopi, dan singkong.
  • Distrik Elikobel: Menjadikan sagu, sarang semut, dan kelapa sebagai aset utama.

Meski kaya akan hasil bumi, masyarakat Muting dihadapkan pada rantai masalah klasik: absennya sistem pengolahan terpadu, keterbatasan modal, hingga tingginya biaya logistik. Akibatnya, hasil alam seringkali terpaksa dijual mentah dengan harga yang sangat rendah.

Belum lagi keluhan warga terkait sengketa lahan (tenurial), rusaknya infrastruktur jalan, serta degradasi lingkungan akibat aktivitas perkebunan kelapa sawit di sekitar mereka. Kumpulan masalah lintas sektoral ini jelas menuntut intervensi kebijakan yang berpihak pada warga lokal.

Pada puncak acara, Rindu S. M. Firdaus membuka ruang uji publik terhadap draf model kelembagaan ekonomi yang telah disusun tim dari data awal.

Hasil penyempurnaan bersama masyarakat ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan strategis bagi Kementerian Transmigrasi. Rindu menekankan bahwa kelembagaan yang dibangun ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan mesin penggerak yang mengubah potensi individu menjadi kekuatan ekonomi bersama.

Sebagai wujud nyata pendampingan, tim yang beranggotakan Danartya Dwijatmoko, Muhammad Alif Al Hakim, Muhammad Aziz Hutama, Nadya Annisa Arianti, dan Nur Rani ini turut menyerahkan katalog produk lokal sebagai amunisi pemasaran warga di ajang Festival Kali Maro.

Tidak berhenti di luring, mereka juga membangun etalase digital melalui www.xpedia.id agar kekayaan produk Kawasan Transmigrasi Muting dapat diakses oleh pasar yang lebih luas.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Previous Post

Cara Menyeduh Kopi Robusta Wonosobo agar Rasa Smooth dan Tidak Pahit

Next Post

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan
Berita Desa

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

by Ryan Ariyanto
Oktober 9, 2026
0

Kawasan Transmigrasi Muting di Merauke, Papua Selatan, menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Namun, besarnya potensi ini belum berbanding lurus...

Read moreDetails
businessman person space laptop
Berita Desa

Kelola.co vs Pencatatan Manual: Mana yang Lebih Efisien untuk Mengelola Bisnis?

by Ryan Ariyanto
Agustus 4, 2026
0

Digitalisasi bisnis kini sudah menjadi trend yang bisa dikatakan wajib diikuti oleh semua pelaku bisnis. Contohnya untuk urusan pencatatan stok...

Read moreDetails
Kopi Arabika Nalara
Berita Desa

Kopi Arabika Pilihan Terbaik: Rekomendasi Biji Kopi Roasted Berkualitas untuk Usaha dan Harian

by Ryan Ariyanto
Juli 30, 2026
0

Industri kopi di Indonesia terus mengalami perkembangan yang luar biasa, didorong oleh apresiasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas biji...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Praktisi sedesa.id Dampingi Warga Muting Merauke Bangun Kelembagaan Ekonomi Kawasan

Memperkuat Kelembagaan Ekonomi Kawasan: Tim 16 TEP UGM & Warga Petakan Aset Produktif di Muting

Cara Menyeduh Kopi Robusta Wonosobo agar Rasa Smooth dan Tidak Pahit

Strategi Promosi Digital untuk Desa Wisata Agar Ramai Pengunjung

5 Desa Wisata di Jawa Tengah yang Wajib Dikunjungi Akhir Pekan Ini

Panduan Merintis Desa Wisata dari Nol: Langkah, Modal, dan Contoh Sukses

  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Panduan Praktis
    • Koperasi
    • Materi dan Publikasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
  • Tentang Ryan
  • Catatan Penulis
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Kabar & Agenda
    • Sedesa TV
  • Pelatihan & Konsultasi
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2026

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca