• Call: +6285643190105
  • E-mail: sapasedesa@gmail.com
  • Login
  • Register
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home PUSTAKA Desa Wisata

Tenun Santa Maria Boro: Memperkaya Warisan Budaya dan Ekonomi di Kulon Progo

Ryan Ariyanto by Ryan Ariyanto
Mei 19, 2023
in Desa Wisata, PUSTAKA
0
Tenun Santa Maria Boro sedesa.id
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TekegranShare on Tekegran

Sedesa.id Kawasan Menoreh seperti tidak ada habisnya untuk kita jelajah. Berbagai destinasi wisata hadir, mulai dari alam, kebudayaan, dan sejarah, salah satunya adalah Tenun Santa Maria Boro. Seperti apa salah satu tujuan wisata Menoreh ini? Mari kita bahas.

Tenun Santa Maria Boro adalah salah satu industri tenun tradisional yang bertahan dan terus berkembang di tengah perkembangan zaman. Berlokasi di Boro, Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta, industri ini memiliki sejarah panjang yang dimulai pada tahun 1927 oleh Romo J.B. Prenthaler SJ, seorang misionaris asal Austria yang bertugas di wilayah Kalibawang. Pendirian industri ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar dengan memberikan lapangan pekerjaan dan keterampilan.

RelatedPosts

Perbedaan Koperasi Desa Merah Putih dengan Koperasi Unit Desa (KUD): Ini Penjelasannya

Cara Menyusun Laporan Keuangan Koperasi Desa Merah Putih yang Benar

Paket Wisata Garut 3 Hari 2 Malam: Dari Kawah Berasap sampai Kebun Mawar dalam Satu Perjalanan

Tenun Santa Maria Boro menghasilkan berbagai macam produk menggunakan bahan katun, seperti kain pel, selimut, serbet, sarung, handuk, sprei, sarung bantal, lap tangan, lap piring, baju, dan jubah imam. Penggunaan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang masih tradisional, dioperasikan dengan tangan dan kaki, merupakan ciri khas dari proses produksi mereka. Alat tenun ini didatangkan dari Belanda pada masa pendirian industri dan tetap digunakan hingga kini.

Produk-produk Tenun Santa Maria Boro terkenal karena kualitasnya yang baik dan tahan lama. Mereka sering digunakan di rumah sakit, sebagai seragam sekolah, oleh komunitas biara, dan untuk keperluan di hotel-hotel. Tidak hanya diminati oleh kolektor dan pecinta tenun tradisional, Tenun Santa Maria Boro juga menerima pesanan khusus sesuai dengan permintaan pelanggan.

Sejak tahun 1950, pengelolaan Tenun Santa Maria Boro dilakukan oleh Kongregasi Bruder St Perawan Maria Yang Dikandung Nirmala dari Maastricht (FIC). Kongregasi ini memberikan modal untuk mengembangkan industri tenun tradisional ini dan mendirikan Sekolah Teknik Tenun Boro sebagai pusat pembelajaran tentang seni tenun. Selain itu, mereka juga mendirikan pabrik sabun dan topi sebagai usaha sampingan.

Tenun Santa Maria Boro merupakan warisan budaya dan ekonomi yang patut dilestarikan. Selain menghasilkan produk berkualitas, industri ini memberdayakan masyarakat sekitar dan melestarikan tradisi tenun yang telah ada sejak masa penjajahan Belanda.

Keberadaan Tenun Santa Maria Boro juga menjadi daya tarik wisata di Kulon Progo, menawarkan pengalaman melihat proses pembuatan tenun tradisional secara langsung. Wisatawan dapat menyaksikan keterampilan para pengrajin dan mempelajari sejarah serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam produk-produk tenun ini.

Harga produk Tenun Santa Maria Boro bervariasi tergantung pada jenis, ukuran, dan desainnya. Secara umum, harga produk berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 200.000 per buah. Kelebihan produk-produk ini adalah kualitasnya yang baik dan ketebalannya yang membuatnya lebih tahan lama dibandingkan dengan produk serupa di pasaran.

Informasi dan Kontak untuk memesan produk Tenun Santa Maria Boro atau mendapatkan informasi lebih lanjut, di Tenun Santa Maria Boro. Anda juga dapat mengunjungi lokasi industri tenun ini secara langsung di alamat yang telah disebutkan untuk melihat-lihat berbagai produk yang tersedia dan memilih sesuai dengan preferensi Anda.

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Previous Post

Ayo Eling Kakao! Pesan KWT Pawon Gendis setelah 10 Tahun Kembangkan Kewirausahaan Perempuan Desa

Next Post

Berkunjung ke Wisata Religi Menoreh Taman Doa Bunda Maria

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto

Ryan Ariyanto, S.E., M.M. adalah praktisi dan trainer di bidang pengembangan sumber daya manusia desa, ekonomi kerakyatan, dan pariwisata berbasis komunitas. Lulusan S1 Manajemen Sumber Daya Manusia dan S2 Magister Manajemen Pariwisata, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam pendampingan BUMDes, desa wisata, koperasi, ekonomi kreatif, serta pelatihan digital marketing dan penguatan kelembagaan desa. Aktif sebagai peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM dan pengelola platform edukasi sedesa.id.

Related Posts

Ilustrasi flat perbedaan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Unit Desa (KUD)
Koperasi

Perbedaan Koperasi Desa Merah Putih dengan Koperasi Unit Desa (KUD): Ini Penjelasannya

by Ryan Ariyanto
September 6, 2026
0

Banyak warga desa masih bertanya-tanya soal perbedaan Koperasi Desa Merah Putih dan KUD karena sekilas keduanya terdengar mirip: sama-sama koperasi,...

Read moreDetails
Ilustrasi laporan keuangan Koperasi Desa Merah Putih
Koperasi

Cara Menyusun Laporan Keuangan Koperasi Desa Merah Putih yang Benar

by Ryan Ariyanto
September 5, 2026
0

Sejak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dibentuk secara serentak berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, ribuan koperasi baru berdiri...

Read moreDetails
Wisata Garut
Desa Wisata

Paket Wisata Garut 3 Hari 2 Malam: Dari Kawah Berasap sampai Kebun Mawar dalam Satu Perjalanan

by Ryan Ariyanto
Agustus 7, 2026
0

Kamu pernah nggak, punya waktu libur tiga hari tapi bingung mau ke mana karena kalau atur sendiri malah repot mikirin...

Read moreDetails

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Archive

Most commented

Perbedaan Koperasi Desa Merah Putih dengan Koperasi Unit Desa (KUD): Ini Penjelasannya

Cara Menyusun Laporan Keuangan Koperasi Desa Merah Putih yang Benar

Paket Wisata Garut 3 Hari 2 Malam: Dari Kawah Berasap sampai Kebun Mawar dalam Satu Perjalanan

Kelola.co vs Pencatatan Manual: Mana yang Lebih Efisien untuk Mengelola Bisnis?

Kopi Arabika Pilihan Terbaik: Rekomendasi Biji Kopi Roasted Berkualitas untuk Usaha dan Harian

Jual Biji Kopi Robusta Wonosobo Roasted Beans untuk Usaha dan Harian

Seedbacklink
  • About us
  • Terms of service
  • Privacy Policy
Call us: 085643190105

Sedesa.id © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Desa
    • Koperasi
    • BUMDes
    • Peluang Usaha
    • Materi dan Publikasi
  • Digital Marketing
  • Nalara Kopi
  • Sedesa TV
  • Layanan
    • Pelatihan Wisata Berkelanjutan
    • Pelatihan Pasar Rakyat

Sedesa.id © 2025

Eksplorasi konten lain dari sedesa.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca